27 Apr 2020

5 Tips Betah di Rumah Selama Social Distancing, Cocok untuk Ekstrovert

11:53 1 Comments
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Kebijakan social distancing yang sudah diterapkan selama sebulan lebih ini memang menjadi waktu yang sangat berat. Semua orang harus menyesuaikan kembali aktivitasnya dan banyak perubahan yang harus disesuaikan. Tidak hanya untuk satu dua orang saja, kebijakan social distancing yang mengharuskan semua orang tinggal di rumah memberi efek pada semua orang dan semua kalangan.

Bagi orang yang sebelumnya sudah sering berada di dalam rumah, anjuran untuk tidak boleh beraktivitas di luar mungkin bukan masalah besar. Seperti halnya ibu rumah tangga atau orang-orang yang menekuni bisnis dari rumah. Orang-orang dari kalangan tersebut mungkin hanya butuh sedikit penyesuaian untuk kewajiban social distancing ini.

Di sisi lain, ada orang-orang yang begitu berat beradaptasi dengan kondisi yang sekarang ini. Mereka adalah orang-orang ekstrovert, yaitu mereka yang lebih senang beraktivitas dan menghabiskan waktu di luar rumah serta bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Intinya, orang ekstrovert tidak suka berdiam diri di dalam rumah, tidak suka menyendiri atau menyepi. Baginya, hal menyenangkan adalah ketika bisa aktif dan berkumpul.

Bagi orang yang ekstrovert, kebijakan social distancing pasti terasa sulit untuk dilalui. Padahal sampai saat ini tidak ada yang tahu kapan pandemi Corona ini akan berakhir dan kapan kebijakan social distancing ini akan selesai. Karena itu, orang ekstrovert perlu menerapkan tips-tips berikut ini agar tetap merasa senang meski harus berada di dalam rumah cukup lama.


Lakukan Hobi

Photo by cottonbro from Pexels

Sepertinya tidak ada orang yang tidak memiliki hobi atau kegemaran tertentu. Apapun itu jenisnya, pasti ada suatu hal yang begitu disukai hingga dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan rasa senang serta puas setelah melakukannya. Hobi atau kegemaran bisa menjadi salah satu pilihan kegiatan bagi ekstrovert selama berada di luar rumah.

Mungkin selama ini, seorang ekstrovert telah banyak melalui harinya dengan bekerja atau sibuk dengan aktivitas produktif lainnya. Maka sekarang adalah saat yang tepat untuk bisa melakukan hobi dengan leluasa dan sepuasnya. Melakukan hobi bisa mengusir rasa bosan dan menjadikan waktu yang dilalui jadi lebih berguna. Pastikan hobi yang dilakukan adalah sesuatu yang baik. Syukur-syukur kalau bisa menghasilkan uang dari hobi itu.


Buat Daftar Rutinitas

Photo by Kaboompics .com from Pexels

Seorang ekstrovert ketika harus tinggal di dalam rumah, kemungkinan besar ia akan kebingungan harus melakukan apa. Pasalnya, rumah bukan tempat yang sangat disukainya. Meski dalam setiap pekerjaan ia pasti akan kembali ke rumah, tapi selama ini rumah bagi seorang ekstrovert hanya sebatas tempat istirahat dan bukan tempat untuk aktivitas yang menyenangkan.

Membuat daftar rutinitas bisa dilakukan agar seorang ekstrovert tak lagi kebingungan harus melakukan apa. Daftar rutinitas ini bisa dibuat malam hari untuk diterapkan esok hari. Jadi masih banyak waktu untuk memikirkan jenis kegiatan apa yang menyenangkan. Ketika bangun tidur di pagi hari, seorang ekstrovert sudah punya gambaran aktivitasnya dan bisa jadi lebih bersemangat dalam mengawali hari.


Temukan Hal Baru

Photo by Julia M Cameron from Pexels

Masa-masa social distancing merupakan waktu terbaik untuk bereksplorasi. Seorang ekstrovert yang terkenal aktif dan dinamis harus bisa memanfaatkan momen ini untuk menjadi lebih kreatif. Waktu selama di rumah saja bisa digunakan untuk menciptakan hal-hal baru. Bisa saja akan muncul hobi baru dari usaha ini.

Baca juga:

Seperti Ini Seharusnya Kita Jika Pandemi Corona Berakhir

Sekeliling rumah bisa menjadi objek untuk bereksplorasi. Selain itu, masih banyak hal lain yang bisa dikembangkan dan dipelajari selama masa social distancing ini. Ketika masa pandemi Corona ini sudah usai, seorang ekstrovert bisa memiliki banyak hal baru yang membuatnya semakin produktif. Bahkan bisa juga hal baru itu menjadi sumber penghasilan.


Jaga Komunikasi

Photo by Julia M Cameron from Pexels

Hal yang paling dirindukan oleh seorang ekstrovert ketika sudah terlalu lama diam di rumah bukan hanya aktivitasnya. Mereka juga pasti akan merindukan teman-teman, rekan kerja atau sahabat. Di rumah, seorang ekstrovert akan merasa sangat kesepian karena tidak bisa lagi berinteraksi dengan orang-orang.

Agar rasa bosan tidak terlalu berat dirasakan, seorang ekstrovert harus tetap menjaga komunikasi dengan teman atau sahabat. Sekarang sudah ada teknologi canggih yang memungkinkan untuk tetap berkomunikasi, baik melalui pesan tertulis, pesan suara sampai panggilan video. Bahkan sekarang sudah ada kemudahan untuk menggelar pertemuan secara virtual yang bisa mengumpulkan banyak orang dalam satu waktu. Semua itu bisa dimanfaatkan untuk mengusir kejenuhan.


Sadari dan Nikmati

Photo by cottonbro from Pexels

Pandemi Corona memang membuat banyak orang ekstrovert merasakan bosan dan jenuh. Apalagi waktu sebulan lebih ini pasti bisa membuat rasa itu semakin tidak bisa tertahan. Padahal semua orang masih diharuskan tinggal di rumah dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Seharusnya hal ini menyadarkan kita bahwa kita tengah diberi waktu lebih untuk diri sendiri dan keluarga.

Selama ini banyak orang telah kehilangan waktu untuk dirinya sendiri karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. Selama ini juga, orang-orang telah kehilangan banyak waktu untuk keluarga sebab terlalu fokus pada pekerjaan. Maka inilah waktunya kita kembali mencintai diri sendiri, menikmati waktu bersama keluarga tanpa batas dan lebih dekat dengan orang-orang yang disayangi.


Semua orang tentu berharap pandemi Corona ini cepat berlalu. Yakin saja bahwa ini hanya untuk sementara waktu. Maka agar waktu yang sementara ini bisa tetap dilalui dengan bahagia dan menyenangkan, beberapa tips betah di rumah tersebut bisa dilakukan. Bukan khusus untuk para ekstrovert, tips-tips di atas bisa diterapkan semua orang.

Salam,

26 Apr 2020

Seperti Ini Seharusnya Kita Jika Pandemi Corona Berakhir

18:20 0 Comments
Photo by Arif ID from Pexels

Sudah sebulan lebih masyarakat Indonesia terkungkung karena pandemi Corona. Segala aktivitas di luar rumah dibatasi. Semua tempat keramaian terpaksa ditutup. Bahkan perusahaan dan pabrik-pabrik besar harus merumahkan banyak sekali pekerjanya. Semua itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Sebulan lebih masyarakat Indonesia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Mereka harus berdiam diri di rumah lebih lama untuk bekerja dan kepentingan lain. Mereka dilarang untuk keluar rumah apalagi mendatangi kerumunan. Mereka hanya diperbolehkan keluar rumah untuk kepentingan yang sangat mendesak dan itupun tidak bisa berlama-lama.

Keharusan untuk di rumah selama beberapa waktu belakangan ini membuat banyak orang mulai merasakan kejenuhan. Rindu akan aktivitas normal mulai muncul. Keinginan untuk berkumpul dan berinteraksi dengan banyak orang mulai tampak. Hingga mulai banyak yang merasakan kebosanan tingkat tinggi karena keadaan ini.

Jenuh dan bosan masih tergolong dampak yang biasa. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang merasakan dampak lebih buruk. Banyak di antara kita yang kesulitan mendapatkan uang sekadar untuk makan sehari-hari. Sumber penghasilan tertutup tiba-tiba, sementara tidak ada tabungan yang bisa diandalkan. Apa lagi kalau bukan stres yang dirasa.

Belum ada kepastian kapan pandemi Corona ini akan berakhir. Tidak ada prediksi yang benar-benar akurat meski itu lahir dari para ahli. Namun wajar dan sangat manusiawi jika kita semua mengharapkan pandemi Corona ini akan segera berakhir. Ya, sesegera mungkin. Kalau perlu sekarang juga. Dan seperti inilah seharusnya kita jika pandemi benar-benar berakhir.


Menjadi Manusia Lebih Bersyukur


Semua merasakan dampak adanya pandemi Corona. Bukan dampak yang baik, tapi lebih banyak dampak keburukan yang dirasakan. Seperti hilangnya pekerjaan, gagal pulang kampung saat lebaran bahkan kesulitan mencari penghasilan baru untuk makan. Memang semua ini adalah ujian. Maka ketika ujian ini sudah selesai, kita seharusnya sudah lulus. Dari yang awalnya berada di tingkat rendah, maka kita akan naik tingkat. Begitulah seharunya orang yang dinyatakan lulus.

Jika sebelumnya kita sering mengeluhkan beratnya pekerjaan kita, maka setelah semua ini berakhir nanti kita seharusnya lebih mudah untuk bersyukur. Jika sebelumnya kita sering mengeluhkan kecilnya gaji yang kita terima, maka setelah semua ini selesai kita seharusnya lebih pandai bersyukur berapapun rezeki yang kita terima. Karena bahkan saat ini, pekerjaan hilang, pendapatan juga nol bagi sebagian orang.


Menjadi Manusia Lebih Giat


Semua yang selama ini menjalani kesibukan di tempat kerja, pasti sering merasa bosan dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Merasa lelah dengan semua tuntutan pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga. Bahkan tak jarang ingin merasakan libur kerja agar bisa pergi ke tempat impian dan melupakan semua kepenatan.

Kenyataannya sekarang ini kita benar-benar diberi waktu untuk libur. Bukan sehari dua hari melainkan sebulan penuh dan mungkin bisa lebih lama lagi. Kita benar-benar terbebas dari semua kesibukan di tempat kerja. Tapi ternyata semua ini justru menimbulkan kebosanan yang entah kapan akan berakhir. Maka setelah semua kondisi buruk ini berlalu, seharusnya kita menjadi orang yang lebih giat beraktivitas, bekerja dan berkarya.


Menjadi Manusia Lebih Kreatif


Keadaan yang memaksa kita berdiam diri di rumah, bagi sebagian orang dimanfaatkan untuk menciptakan peluang baru. Banyak yang kemudian banting setir mencoba usaha baru untuk bisa bertahan hidup. Tak sedikit pula yang berubah profesi demi bisa tetap memenuhi kebutuhan utama sehari-hari.

Apabila kondisi ini kembali membaik nantinya, kita seharusnya menjadi manusia yang lebih kreatif. Kita seharusnya menjadi lebih mandiri tanpa bergantung pada apapun dan siapapun. Kita seharusnya menjadi manusia baru dengan kemampuan dan keahlian baru. Nanti kita bisa membuka peluang yang lebih menjanjikan dan memberdayakan lingkungan dengan lebih baik.


Menjadi Manusia yang Rajin Silaturahmi


Larangan untuk melakukan perjalanan atau keluar rumah membuat banyak orang tidak bisa saling bertemu bahkan dengan keluarga atau kerabat dekat. Padahal ada waktu lebih banyak di rumah namun nyatanya kita tidak bisa saling mengunjungi teman atau kerabat. Selama ini, sibuk bekerja sering menjadi alasan kita kurang silaturahmi.

Nanti saat pandemi Corona ini benar-benar usai, kita seharusnya menjadi lebih rajin bersilaturahmi. Karena sekarang kita sudah tahu rasanya terbatasnya silaturahmi. Maka nanti, jangan lagi menyia-nyiakan waktu untuk silaturahmi, saling berkunjung dan saling mengasihi. Baik dengan keluarga paling dekat seperti orangtua, saudara, sahabat dan teman.


Menjadi Manusia Senang Berbagi


Memang tidak semua dari kita mengalami kekurangan dan kesulitan dalam hal materi di masa sekarang ini. Masih banyak juga dari kita yang memiliki simpanan tabungan cukup banyak hingga masih bisa makan enak bahkan belanja dengan leluasa. Banyak juga yang masih tergolong beruntung karena tidak kehilangan pekerjaan dan masih tetap menerima hasil dari pekerjaannya, entah pendapatan dari bisnis atau gaji sebagai pekerja.

Pandemi Corona ini seharusnya bisa semakin membuka mata kita bahwa ada begitu banyak orang tidak beruntung. Mereka yang mungkin awalnya baik-baik saja, harus masuk ke dalam keadaan sulit yang begitu mencekik. Seharusnya wabah ini menyadarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sesama. Hingga ketika wabah virus Corona ini nantinya benar-benar hilang, kita menjadi manusia yang sudah terbiasa berbagi.


Tak apa saat ini kita cuma bisa bilang, "jika pandemi Corona ini berakhir, maka aku akan...", itu sudah menjadi tanda bahwa kita optimis. Itu juga bentuk keyakinan kita bahwa semua kondisi buruk ini pasti memiliki ujungnya. Meski tak tahu kapan waktunya, tapi kita percaya bahwa akan datang waktu ketika kita kembali bisa seperti sedia kala.

Jangan hanya akan melakukan hal-hal yang bersifat duniawi saat semua keadaan kembali normal. Jangan cuma ingin piknik, ingin jalan-jalan, ingin makan-makan, ingin shopping saja. Namun berjanjilan menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sisi mental dan spritiual kita. Sungguh, yang demikian adalah orang-orang yang beruntung dan tidak sia-sia waktu lama yang kita lalui selama pandemi ini.


Salam,

25 Apr 2020

Mengenal Fakta Masker Kain, Benda Wajib Dipakai Selama Pandemi Corona

18:49 0 Comments
Photo by Anna Shvets from Pexels

Sudah sebulan lebih masyarakat Indonesia hidup di antara wabah virus Corona. Banyak aktivitas dan kebiasaan yang terpaksa berubah. Banyak aturan baru yang harus diikuti, juga banyak larangan yang harus dipatuhi. Semuanya memiliki tujuan untuk bisa menghambat penularan virus Corona, karena memang semakin banyak korban berjatuhan akibat serangan virus tersebut.

Di antara begitu banyak anjuran yang ditetapkan pemerintah, salah satu yang wajib dipatuhi oleh masyarakat adalah mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari perkumpulan atau kerumunan massa serta menjaga jarak ketika di tempat umum. Pada perkembangannya, anjuran tersebut disertai dengan anjuran lain yang bisa dikatakan mendekati wajib, yaitu memakai masker.

Pada awal penyebaran virus Corona yang diketahui bisa menyebar melalui percikan air ketika batuk atau bersin, orang berbondong-bondong membeli masker medis. Parahnya, tingginya permintaan masker dimanfaatkan oleh sebagian orang yang tidak bertanggungjawab. Hingga harga masker medis yang awalnya murah meriah menjadi sangat mahal dan diketahui banyak oknum yang sengaja menimbunnya.

Persediaan masker medis yang sangat langka membuat muncul anjuran untuk tidak wajib memakai masker, kecuali bagi orang yang sakit. Namun ternyata anjuran tersebut tidak efektif dan justru semakin banyak pasien yang dinyatakan positif Corona. Setelahnya, muncul kembali anjuran untuk memakai masker bagi semua orang, baik yang sakit maupun yang sehat. Bukan lagi masker medis yang dianjurkan, karena masker medis diperuntukkan untuk tenaga kesehatan. Bagi masyarakat umum, masker yang dianjurkan untuk dipakai adalah masker kain.

Kini masker bukan lagi barang langka dan semua orang bisa memakainya bahkan memilikinya lebih dari satu. Banyak produsen yang beralih menghasilkan masker kain, baik untuk dijual maupun untuk dibagikan secara gratis. Sekarang, masker kain sudah menjadi bagian dari pakaian wajib terutama ketika keluar rumah. Agar bisa memanfaatkannya dengan tepat, ketahui fakta-fakta masker kain seperti di bawah ini.


Bukan untuk Sekali Pakai


Kelebihan masker kain dibanding masker medis adalah dalam hal pemakaian. Jika masker medis hanya untuk sekali pakai, masker kain bisa dipakai berkali-kali. Tentu ini sangat menguntungkan bagi penggunanya terlebih di masa pandemi Corona ini. Kita jadi bisa menghemat lebih banyak uang dengan menggunakan masker kain berkali-kali. Sedangkan masker medis di masa sekarang ini harganya sangat mahal.


Maksimal Pemakaian 4 Jam


Karena tidak untuk sekali digunakan, masker kain memiliki batas maksimal waktu pemakaian. Alasan lain mengapa ada batas maksimal waktu pemakaian masker kain adalah tingkat keefektifannya yang lebih rendah dari masker medis. Masker kain hanya bisa dipakai selama maksimal 4 jam. Lebih dari waktu tersebut, pemakaian harus dilanjutkan dengan masker kain yang lain.


Rendam dengan Air Panas


Masker kain yang memiliki kelebihan bisa dipakai berkali-kali tentu perlu melalui proses pencucian. Untuk aturan mencuci masker kain yang lebih baik yaitu dengan menggunakan air panas untuk merendamnya. Sebaiknya segera cuci masker kain setelah 4 jam penggunaan. Jangan sampai menunda mencuci setelah dipakai agar kuman dan virus yang mungkin menempel bisa langsung luruh bersama air dan sabun.


Bahan Kain Katun Lebih Dianjurkan


Masker kain bisa dibuat dari berbagai jenis bahan karena memang jenis kain ada banyak sekali. Namun tidak semua jenis bahan kain bagus untuk dibuat masker. Menurut penelitian para ahli, bahan terbaik untuk masker di masa pandemi Corona ini adalah bahan katun. Bahan katun dipercaya mampu menahan penularan virus hingga 50%. Sementara jenis kain yang tidak disarankan adalah kain sutra.


Harus Disimpan dengan Cara Tepat


Selain dirawat dengan cara dicuci, masker kain harus disimpan dengan cara yang baik. Selalu bawa masker kain cadangan jika bepergian. Tempatkan masker kain di dalam tas. Jika masker yang dipakai sudah basah atau terkena air, segera ganti memakai masker kain yang lain. Agar masker kain bisa awet, sebaiknya cuci dengan menggunakan pelembut. Setelah kering, setrika masker kain agar lebih rapi dan tidak kusut sehingga nyaman digunakan.


Menggunakan masker kain merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus Corona. Agar usaha tersebut semakin maksimal, manfaatkan masker kain dengan cara-cara yang tepat berdasarkan fakta yang telah diungkapkan di atas. Barengi dengan tetap menjaga kesehatan tubuh, mematuhi anjuran pemerintah serta berdoa agar pandemi virus ini segera berlalu.

Salam,

24 Apr 2020

5 Efek Positif Penerapan Social Distancing terhadap Lingkungan

12:22 0 Comments
Pexels by Joshua Miranda

Persebaran virus Corona yang semakin cepat membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan untuk penerapan social distancing. Aturan ini melarang adanya perkumpulan banyak orang di suatu tempat dengan tujuan apapun. Aturan ini juga sekaligus mengimbau agar masyarakat tinggal di rumah dan meninggalkan segala aktivitas di luar rumah yang bersifat tidak penting.

Karena aturan penerapan social distancing, berbagai dampak buruk kemudian bermunculan. Banyak pabrik akhirnya memberhentikan para pekerjanya karena tidak mungkin lagi menerukan proses produksi yang melibatkan banyak orang. Banyak pusat perbelanjaan yang juga akhirnya tutup karena apabila tetap buka maka akan menjadi tempat berkumpul banyak orang. Hotel-hotel dan banyak restoran mewah terpaksa menutup tempat selama waktu yang belum bisa diputuskan.

Pabrik, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran merupakan contoh usaha skala besar. Nyatanya dampak dari penerapan social distancing juga berpengaruh terhadap usaha skala kecil di berbagai daerah. Warung makan kecil juga merasakan dampak berupa berkurangnya kunjungan pelanggan karena penerapan social distancing. Tukang ojek juga mulai kekurangan penumpang karena orang tak lagi bebas bepergian, dan masih banyak dampak yang dirasakan oleh bidang pekerjaan lainnya.

Baca juga:
Memprihatikan, Pengaruh Pandemi Corona Berdampak pada Semua Aspek Kehidupan

Sesulit apapun kondisi yang ditimbulkan persebaran virus Corona, ternyata masih banyak hal baik yang bisa jadi alasan untuk tetap bersyukur. Terlebih soal penerapan social distancing, beberapa efek positif ini memberi pengaruh yang bagus bagi masyarakat terutama bagi lingkungan dan seluruh dunia.


Menurunnya Polusi Udara


Polusi udara telah menjadi masalah global di era modern ini. Kota-kota besar menghadapi masalah ini akibat banyaknya penggunaan kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik besar yang setiap harinya beroperasi. Termasuk Jakarta, kota metropolitan yang sekaligus menjadi ibukota Indonesia ini merupakan kota dengan tingkat polusi yang sangat tinggi. Hal yang sama juga terjadi di kota-kota besar lain, seperti Surabaya dan ibukota provinsi lainnya.

Berbagai kebijakan seolah tidak mampu membendung tingginya tingkat polusi yang semakin hari terus bertambah. Namun pandemi Corona bisa membuat permasalahan ini seolah menemukan akhirnya. Pabrik-pabrik yang tutup dan berhenti beroperasi serta berkurangnya lalu lalang kendaraan bermotor membuat udara jadi lebih bersih. Polusi udara bisa ditekan dengan lebih maksimal. Kondisi ini juga membuat kualitas udara di berbagai kota besar berangsur membaik. Tercatat data bahwa kualitas udara di Jakarta berada pada level 89 atau kategori sedang.


Perairan Lebih Bersih


Selain udara yang terpapar polusi, permasalahan perairan yang tercemar limbah dan sampah juga menjadi permasalahan besar yang terjadi di kota-kota metropolitan. Masih dengan penyebab yang sama, tercemarnya perairan diakibatnya limbah produksi dari pabrik, sampah industri dan sampah rumah tangga. Hampir tidak lagi bisa ditemui sungai jernih atau perairan yang mengalir lancar di kota-kota besar.

Permasalahan pencemaran perairan ini juga seolah mendapatkan penyelesaian saat pandemi Corona tengah mengguncang dunia. Berhentinya berbagai kegiatan industri menjadikan produksi limbah jauh berkurang. Ditutupnya banyak tempat wisata, tempat makan dan tempat-tempat umum lainnya juga mengurangi produksi sampah. Dampak positif dari penerapan social distancing ini terlihat dari sungai Venice atau Venesia di Italia yang memperlihatkan air jernih serta bening. Bahkan hewan air yang hidup di dalamnya bisa terlihat dengan jelas.


Konsumsi Plastik Berkurang


Permasalaha sampah tidak hanya tentang bagaimana terus menumpuk dan mencemari lingkungan. Sampah juga menimbulkan masalah pada kerusakan alam karena sulitnya terurai terutama sampah plastik. Sementara plastik masih menjadi konsumsi masyarakat dalam jumlah yang sangat tinggi. Meskipun telah banyak solusi yang lebih ramah lingkungan, plastik masih menjadi andalan dan begitu sulit untuk dikurangi penggunaannya.

Pandemi Corona ternyata berdampak pada konsumsi plastik. Menurut data, konsumsi plastik secara global mengalami penurunan drastis. Pasalnya, penerapan social distancing membuat banyak orang membatasi diri termasuk untuk berbelanja. Hal ini merupakan dampak baik bagi keseimbangan lingkungan. Plastik yang bisa terurai dalam hitungan puluhan bahkan ratusan tahun ini mulai berkurang dan akan membuat masa depan lebih baik.

Konsumsi Bahan Bakar juga Menurun


Penerapan social distancing yang memaksa banyak orang beraktivitas di dalam rumah juga berdampak pada penggunaan bahan bakar untuk kendaraan. Mobilitas berkurang membuat tak banyak bahan bakar yang harus dibeli. Menurunnya konsumsi bahan bakar minyak ini akan berdampak pada persediaan minyak dunia yang terjaga. Paling tidak ada penghematan untuk cadangan minyak di perut bumi yang selama ini terus terkuras sementara persediannya tidak dapat diperbarui.

Kebebasan untuk Satwa yang Dilindungi


Selama ini, banyak sudah data yang memperlihatkan populasi hewan langka yang terus menurun. Namun sejak diterapkannya aturan social distancing, hewan-hewan langka tersebut mulai terlihat bisa berkembang biak. Data ini diperoleh dari wilayah Pantai Gahirmatha Odisha, India yang melaporkan adanya ratusan ribu telur penyu Olive Ridley yang menetas. Belum berhenti sampai di situ, sebuah perkiraan mengatakan masih akan ada 10 juta telur penyu yang bisa menetas tahun ini.


Di antara banyaknya efek buruk, tetap ada beberapa hal baik yang terjadi sejak pandei virus Corona. Itu artinya, tidak seharusnya kita terus mengeluh dan menyalahkan keadaan bahkan menyalahkan orang lain. Tetap ada alasan untuk bisa bersyukur dan bahagia.

Di sisi lain, banyaknya efek positif dari penerapan social distancing tidak berarti kita mengharapkan keadaan ini terjadi terus menerus. Tentu kita harus tetap berharap, berdoa dan optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Jika sudah berakhir nanti, jangan lupa untuk tetap melakukan kebaikan yang sudah menjadi kebiasaan selama pandemi agar kita dan lingkungan selalu baik-baik saja.

Salam,

23 Apr 2020

6 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mencegah Penularan Virus Corona

11:11 0 Comments
Photo by cottonbro from Pexels

Persebaran virus Corona semakin sulit dikendalikan. Setiap hari selalu ada pertambahan jumlah pasien positif di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Tercatat Indonesia memiliki 7.418 pasien positif Corona yang terhimpun dari seluruh provinsi. Angka tersebut masih bisa bertambah karena sampai saat ini belum ada cara efektif untuk menghentikan persebaran virus Corona. Bahkan obat penyembuh dan vaksin untuk virus ini belum ditemukan.

Tingginya jumlah kematian akibat virus Corona menghasilkan dampak negatif pada masyarakat berupa kepanikan dan ketakutan. Hal tersebut merupakan reaksi yang wajar di tengah pesatnya persebaran virus ini. Namun bukan berarti kita tidak bisa melakukan apapun sebagai upaya pencegahan. Bahkan dengan kebiasaan sederhana, kita bisa turut mencegah penularan virus Corona.

Baca juga:

Hindari Pegang Wajah

Virus Corona diketahui sebagai virus yang mudah menempel pada permukaan. Bagian tubuh manusia yang paling sering bersentuhan dengan banyak benda dan permukaan adalah tangan. Tangan itulah yang bisa menjadi sarang virus Corona dan membuatnya menular kepada orang lain. Karena itulah, hindari terlalu sering memegang wajah terutama mata, hidung dan mulut. Mata, hidung dan mulut bisa menjadi jalan bagi masuknya virus ke dalam tubuh.


Cuci Tangan

Jika masih sulit menghindari kebiasaan memegang wajah, maka biasakan diri untuk sering-sering mencuci tangan. Jangan hanya mencuci tangan dengan air, tapi gunakan pula sabun. Lakukan langkah mencuci tangan yang benar sesuai anjuran WHO. Usap sabun pada tangan selama kurang lebih 20 detik lalu bilas di bawah air yang mengalir. Bahan aktif dalam sabun dianggap merupakan bahan yang paling efektif untuk meluruhkan virus yang menempel pada tangan.


Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Salah satu imbauan pemerintah yang sangat gencar digalakkan saat pandemi virus Corona ini adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini disebabkan virus Corona yang sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang yang lain bahkan dengan perantara barang yang disentuh. Juga dengan percikan air liur saat batuk dan bersih bisa membuat virus menular. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah atau yang berhubungan dengan banyak orang bisa mencegah penyebaran virus Corona.


Pakai Masker

Pada awal virus Corona ini mulai menyebar, masker hanya disarankan untuk dipakai orang yang sedang sakit. Selain masker juga wajib dipakai tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien virus Corona. Hal ini membuat persediaan masker di pasaran semakin langka, terutama jenis masker medis. Hingga muncul himbauan selanjutnya untuk wajib memakai masker bagi semua orang yang keluar rumah. Sementara untuk mengatasi kesulitan mendapatkan masker medis, orang-orang disarankan memakai masker kain.


Pakai Hand Sanitizer

Selain memakai masker sebagai bentuk perlindungan diri ketika di luar rumah, memakai hand sanitizer juga menjadi barang wajib. Kandungan alkohol dalam hand sanitizer merupakan bahan yang efektif untuk membunuh virus. Meski begitu, jangan terlalu mengandalkan hand sanitizer dengan mengesampingkan cuci tangan. Cuci tangan tetap menjadi cara yang paling baik dan hand sanitizer menyempurnakannya.


Tenangkan Diri

Virus Corona sangat berisiko terhadap beberapa kondisi, seperti orang yang berusia di atas 60 tahun atau orang dengan penyakit bawaan. Ternyata masih ada golongan orang-orang yang berisiko tinggi terkena virus Corona yaitu orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. Kekebalan tubuh atau sistem imun seseorang akan menurun ketika merasakan kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan. Sementara sekarang begitu banyak orang yang khawatir dan takut akan virus Corona.

Perasaan takut dan khawatir yang berlebihan seharusnya bisa dikendalikan. Tentu agar sistem kekebalan tubuh tetap bagus. Cara ini bisa dilakukan dengan menghindari persebaran berita-berita buruk tentang virus Corona yang sekarang sudah sangat mudah diakses dari media elektronik maupun media sosial. Pandemi ini tidak hanya bisa dihadapi dengan kebiasaan sehat dan bersih melainkan juga harus dengan hati yang tenang dan tetap waspada.


Belum ada kepastian kapan virus Corona ini akan lenyap dari dunia. Masih ada kemungkinan pasien positif terus bertambah dan angka kematian semakin banyak. Maka selagi masih sehat, lakukan berbagai langkah pencegahan seperti tujuh kebiasaan sederhana di atas. Semoga apa yang kita lakukan membawa kebaikan bagi diri kita, keluarga dan orang lain.

Salam,

22 Apr 2020

6 Langkah Nyata Bantu Sesama Saat Pandemi Corona

12:45 0 Comments
Photo by cottonbro from Pexels

Beberapa bulan terakhir, dunia tengah mengalami wabah penyakit global yang disebabkan oleh virus. Virus Corona yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Cina pada Desember 2019 kini sudah menjangkiti 2.563.384 orang di seluruh dunia. Jiwa yang melayang akibat virus ini sudah mencapai 171.415 orang dari seluruh dunia. Di sisi lain, angka kesembuhan pasien yang terjangkit virus ini berjumlah 681.477 orang.

Corona termasuk virus dengan tingkat persebaran yang sangat cepat. Hanya melalui sentuhan, virus ini bisa berpindah dari pasien positif ke orang yang sehat. Tidak hanya sentuhan fisik secara langsung, virus Corona juga menempel pada berbagai jenis permukaan yang mudah tersentuh. Virus yang menempel pada tangan bisa dengan mudah masuk ke organ dalam tubuh melalui hidung, mata dan mulut.

Karena persebarannya yang sangat cepat, virus Corona telah membawa banyak perubahan pada dunia. Banyak negara memberlakukan aturan lockdown yaitu melarang warganya melakukan aktivitas apapun di luar rumah. Sementara di Indonesia sendiri diberlakukan aturan physical distancing yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak dengan orang lain dan membatasi aktivitas di luar rumah. Belakangan beberapa kota besar juga sudah memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Aturan-aturan di atas secara langsung membawa dampak bagi keseluruhan lapisan masyarakat. Adanya larangan untuk berkumpulnya banyak orang membuat banyak perusahaan mengeluarkan keputusan pemberhentian kerja bagi para karyawannya. Belum lagi PSBB juga melarang para tukang ojek untuk mengangkut penumpang. Keharusan berada di dalam rumah membuat pasar-pasar dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung. Bisa dipastikan semua orang merasakan dampak virus Corona yang membuat perekonomian semakin terpuruk, bahkan tidak sedikit yang kehilangan penghasilan.

Dalam keadaan seperti ini, yang bisa dilakukan adalah saling membantu. Banyak cara membantu sesama yang bisa dilakukan agar lebih banyak orang bisa keluar dari kesulitan. 6 langkah nyata ini bisa meringankan beban orang lain saat pandemi virus Corona ini.


Donasi

Photo by Lukas from Pexels

Virus Corona yang telah membuat banyak orang kesulitan juga menggugah hati para dermawan untuk melakukan donasi. Terbukti banyak sekali public figure yang membuka donasi untuk orang-orang yang terkena dampak virus Corona. Tak sedikit juga lembaga amal atau komunitas yang melakukan hal serupa. Donasi yang terkumpul kemudian diberikan pada orang-orang yang membutuhkan. Ada yang diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan dan ada pula yang diberikan dalam bentuk uang tunai.

Selain donasi untuk masyarakat yang sedang dalam kesulitan, banyak juga yang menyumbangkan sebagian hartanya untuk para tenaga medis. Seperti yang diketahui bahwa para tenaga medis membutuhkan APD (Alat Pelindung Diri) untuk menangani pasien Corona. Sementara APD bagi tenaga medis hanya bisa untuk sekali pakai. Maka banyak pula yang membagikan APD gratis ke berbagai rumah sakit demi kelancaran tugas para tenaga medis.

Kita bisa turut melakukan donasi untuk membantu sesama selama pandemi Corona ini. Berapapun yang kita berikan akan memberi manfaat besar bagi orang lain. Pastikan ikut berdonasi pada lembaga atau komunitas yang terpercaya. Pastikan juga terdapat laporan mengenai perkembangan donasi tersebut dan semuanya bersifat transparan.


Berbagi Masker dan Hand Sanitizer

Photo by Gustavo Fring from Pexels
Selain donasi dalam bentuk uang, kita juga bisa membantu sesama selama pandemi Corona ini dengan membagikan hand sanitizer dan masker gratis. Hal ini juga yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Memang dua benda tersebut menjadi sangat langka sejak virus Corona menyerang. Padahal keduanya sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Justru orang-orang tidak bertanggungjawab sengaja menimbun hand sanitizer dan masker untuk tujuan penjualan dengan harga yang sangat tinggi.

Beruntung masih banyak orang baik yang menyadari pentingnya keselamatan bersama. Mereka membagi-bagikan hand sanitizer dan masker secara gratis. Tak sedikit juga perusahaan yang memberikan dua benda itu kepada para pekerjanya. Kita pun juga bisa melakukannya. Meski nilainya tak seberapa, tetap saja itu akan membawa manfaat bagi penerima.


Berdiam Diri di Rumah

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels
Jika keadaan memungkinkan untuk bisa bertahan, pilihan untuk tetap di rumah saja merupakan keputusan terbaik saat ini. Menuruti kemauan untuk berada di luar rumah dengan tujuan yang tidak teramat penting hanya akan memperbesar risiko tertular virus Corona. Seperti yang sudah menjadi anjuran, berdiam diri atau melakukan semua aktivitas dari rumah merupakan langkah nyata untuk membantu sesama.

Terlebih jika sedang sakit, maka tidak ada pilihan yang lebih baik selain tinggal di rumah. Meskipun sakit yang dirasakan bukan gejala virus Corona, tetap saja keluar rumah bisa menghasilkan kemungkinan buruk. Berdiam di rumah sekarang menjadi langkah pencegahan yang sangat efektif, baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.


Jaga Jarak

Photo by cottonbro from Pexels
Himbauan untuk berdiam diri di rumah nyatanya bukan tanpa masalah. Masih banyak orang yang harus keluar rumah demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Contohnya, para tukang ojek atau pekerja serupa. Mereka bukan tidak mau untuk menuruti anjuran pemerintah, melainkan terpaksa keluar rumah untuk tetap bisa menyambung hidup. Jika demikian, maka yang bisa dilakukan adalah menjaga jarak.

Kalau benar-benar harus keluar rumah, pastikan menjaga jarak dengan orang lain antara 1-2 meter. Selain itu, jangan lupa gunakan masker. Sesampainya di rumah, segera bersihkan diri dan pakaian. Lengkapi dengan memakai hand sanitizer. Langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi cara untuk membantu sesama serta menghindarkan diri sendiri dan orang lain dari serangan virus Corona.


Menjaga Kebersihan

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels
Menjaga kebersihan memang sudah menjadi kewajiban sehari-hari. Khusus selama masa pandemi ini, kewajiban menjaga kebersihan perlu dilakukan dengan lebih sering dan disiplin. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal sangat penting untuk menjaga keluarga dari penularan virus. Membersihkan berbagai permukaan juga bisa menghilangkan virus yang menempel sebelum sempat berpindah ke orang lain.


Membantu Usaha Teman

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels
Kesulitan ekonomi akibat virus Corona membuat banyak orang beralih profesi. Banyak yang kemudian mencoba bisnis lain dengan harapan bisa tetap berpenghasilan. Apabila memiliki teman yang demikian, tidak ada salahnya kita membantu usahanya dengan turut mempromosikannya. Terlebih jika memang orang tersebut berada dalam kesulitan yang nyata, misalnya memiliki anak-anak yang harus dibiayai. Maka merupakan langkah nyata yang sangat berguna jika kita bisa membantu usaha teman, minimal dengan membelinya tanpa menawar atau mengenalkan usahanya pada orang lain.

Semua orang tengah merasakan dampak dari virus Corona yang menyerang dunia selama beberapa bulan terakhir. Dampak itu membuat banyak orang berada dalam posisi sulit dan memprihatinkan. Sesulit apapun kita, tetap ada peluang untuk membantu sesama. Keenam cara di atas bisa dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Apabila tidak bisa melakukan hal besar seperti donasi atau berbagi, bantulah sesama minimal dengan menjaga kesehatan diri. Dengan saling membantu dan mendukung, maka kita semua akan tetap kuat untuk bisa melewati masa sulit ini.

Salam,

21 Apr 2020

Memprihatinkan, Pengaruh Pandemi Corona Berdampak pada Semua Aspek Kehidupan

04:26 0 Comments
Photo by Gustavo Fring from Pexels


Virus Corona mulai menyebar sejak akhir tahun 2019. Dimulai dari wilayah Wuhan, Cina, virus tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menimbulkan banyak angka kematian. Virus yang mudah menular melalui sentuhan itu seolah menjalar tanpa kendali hingga dalam waktu singkat semua negara di dunia memiliki pasien positif virus ini.

Di Indonesia sendiri, data pasien per tanggal 20 April 2020 mencapai angka 6.575 orang yang terkonfirmasi positif, sementara data pasien meninggal sejumlah 582 orang dengan angka kesembuhan mencapai 686 orang. Angka di Indonesia tergolong rendah dibanding beberapa negara lain yang masuk dalam 5 besar negara dengan angka pasien Covid-19 terbanyak, seperti Amerika Serikat, Spanyol, Itali, Jerman dan Britania Raya.

Virus Corona kemudian ditetapkan sebagai pandemi yaitu wabah virus global. Menurut WHO, pandemi ini ditetapkan ketika sebuah penyakit sudah menyebar ke seluruh bagian dunia hingga melampaui batas. Penetapan ini memang sesuai dengan persebaran virus Corona yang sangat pesat dan membuat banyak negara sulit untuk menekannya.

Wabah penyakit sebab virus Corona yang ditetapkan sebagai wabah global ini juga membawa dampak bagi kehidupan dunia. Semua aspek kehidupan merasakan pengaruh dari adanya virus ini. Tak terkecuali di Indonesia, banyak peraturan baru yang diterapkan sejak virus ini mulai terdeteksi. Peraturan tersebut kemudian mengubah hampir seluruh aktivitas masyarakat, semua kalangan, semua jenis pekerjaan dan semua bidang kehidupan.


Pengaruh Corona bagi Pekerja


Photo by Andrew Neel from Pexels
Meski tidak semua orang terinfeksi virus Corona, tapi semua orang merasakan dampaknya, tak terkecuali para pekerja. Banyak perusahaan yang menerapkan aturan baru bagi para karyawannya yaitu WFH alias work from home. Aturan tersebut mengharuskan pekerja untuk melakukan tugas pekerjaannya dari rumah. Dengan memanfaatkan berbagai alat canggih dan sambungan internet, pekerjaan akan bisa tetap diselesaikan.

Pekerja yang mendapatkan kebijakan work from home tergolong pekerja yang masih beruntung. Mereka tetap memiliki pekerjaan dan tetap berhak mendapatkan gaji dari perusahaan. Namun hal yang lebih buruk terjadi pada para pekerja atau karyawan yang mendapatkan kebijakan berupa PHK atau pemutusan hubungan kerja. Tak sedikit juga para pekerja itu 'dirumahkan' dengan pesangon yang tak seberapa. Mereka juga tidak mendapat kepastian kapan bisa kembali bekerja.


Pengaruh Corona bagi Pedagang, Petani dan Peternak


Photo by savio yu from Pexels

Virus Corona telah membawa dampak yang sangat besar terhadap perekonomian dunia. Semua orang pasti mengalami dampak dari lesunya ekonomi, termasuk para pedagang. Kebijakan pemerintah yang memberlakukan aturan physical distancing membuat banyak orang membatasi aktivitas di luar rumah. Karena itu, aktivitas berbelanja juga semakin menurun. Sudah bisa dipastikan para pedagang sepi pembeli dan kehilangan banyak pelanggan.

Tak hanya bagi pedagang, pengaruh virus Corona juga membuat para petani menjerit. Mereka yang menggantungkan hidup dari hasil panen harus merasakan penurunan penghasilan karena daya beli masyarakat yang menurun. Bahkan ada juga yang harus mengalami gagal panen karena usaha untuk merawat sawah dan kebun terhambat oleh banyak hal, modal yang semakin minim dan bahan kebutuhan pertanian yang semakin mahal.

Para peternak juga merasakan pengaruh Corona secara langsung. Mereka kehilangan kesempatan untuk menjual hasil ternak mereka dengan harga tinggi. Daya beli masyarakat yang menurun membuat para peternak harus menurunkan harga hasil ternaknya. Akibatnya hewan yang diternakkan harus dijual dengan harga murah. Sementara sudah tidak mungkin memelihara hewan ternak dengan kebutuhan pakan yang semakin mahal. Akibatnya para peternak ini mengalami rugi besar.


Pengaruh Corona bagi Siswa dan Mahasiswa


Photo by Julia M Cameron from Pexels
Tidak hanya bagi pekerja dan orang-orang yang mencari nafkah, virus Corona juga telah membawa perubahan besar pada kalangan siswa dan mahasiswa. Kegiatan belajar mereka di sekolah dan kampus terpaksa harus diliburkan. Tidak hanya sehari dua hari, libur karena pandemi Corona merupakan libur yang panjang, lebih lama dibanding libur akhir semester. Sampai hari ini, sudah terhitung satu bulan para siswa dan mahasiswa ini libur sekolah.

Libur sekolah dan kuliah bukan berarti para siswa dan mahasiswa ini dibiarkan santai dan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Mereka masih diharuskan melakukan tugas sekolah yang diberikan guru atau dosen mereka. Tugas itupun tidak jauh berbeda dengan tugas di sekolah atau kampus. Ada juga yang masih melakukan pembelajaran daring atau online dengan memanfaatkan teknologi dan internet.


Pengaruh Corona bagi Perantau


Photo by VisionPic .net from Pexels
Bahkan perantau termasuk yang merasakan dampak virus Corona secara nyata. Memang sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia untuk menjadi perantau, baik ke luar negeri maupun ke daerah lain dengan tetap di dalam negeri. Mereka yang mengadu nasib di perantauan ini juga harus rela menahan diri untuk tidak pulang ke kampung halaman selama pandemi virus Corona belum mereda. Pulangnya para perantau ke kampung halaman ini dikhawatirkan akan menjadi pembawa virus, pasalnya para perantau selalu berasal dari kota besar atau negara yang sudah terpapar virus Corona.

Masing-masing daerah menerapkan aturan yang berbeda untuk mencegah pulangnya para perantau. Ada yang menyediakan insentif untuk para perantau di tempat rantau agar tetap bisa bertahan hidup. Ada juga yang menerapkan aturan wajib karantina bagi perantau yang tiba di kampung halaman. Memang hidup di tanah rantau pada saat ini adalah kondisi yang memprihatikan. Para perantau ini tidak bisa bekerja dan juga terancam gagal mendapatkan gaji. Belum lagi mereka masih terancam gagal pulang kampung dan tidak bisa berkumpul dengan keluarga.


Pengaruh Corona bagi Ibu Rumah Tangga


Photo by Julia M Cameron from Pexels

Status sebagai ibu rumah tangga yang lebih banyak melakukan aktivitas di rumah bukan berarti bisa terhindar dari dampak virus Corona. Para ibu rumah tangga ini harus menghadapi pekerjaan yang lebih banyak dan peran ganda di dalam rumah. Salah satunya adalah hasil dari kebijakan yang mengharuskan siswa belajar di rumah, membuat para ibu rumah tangga harus menjalankan peran sebagai guru. Para ibu ini diharuskan sigap dalam mendampingi putra putrinya menyelesaikan tugas dari guru.

Ibu rumah tangga masih harus berhadapan dengan tugas mengelola keuangan keluarga. Dengan pendapatan menurun yang dirasakan semua orang, ibu rumah tangga harus pintar dan bijak dalam membelanjakan. Terlebih sekarang begitu banyak kebutuhan yang harganya meningkat tajam. Di tengah semua kesulitan ini, ibu rumah tangga dituntut untuk lebih terampil dan kreatif dari biasanya.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pengaruh virus Corona membawa dampak yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya untuk sebagian negara, melainkan keseluruhan bagian dari dunia. Bukan hanya untuk kalangan tertentu, namun semua orang merasakan dampaknya. Lebih menyedihkan lagi karena dampak yang ditimbulkan kebanyakan adalah dampak buruk yang menghasilkan kesulitan.

Meski begitu memprihatinkan, bukan berarti kehidupan harus terhenti karena virus Corona. Bagi yang masih sehat, kehidupan harus tetap dijalankan. Meski banyak pembatasan di sana sini, bukan berarti jalan untuk mencari kebutuhan tertutup semua. Akan tetap masih ada usaha yang bisa dilakukan dan tetap aja jalan rezeki yang bisa mencukupi kebutuhan di masa sulit ini. Hal terpentingnya adalah tetap berusaha mencegah virus ini dan tetap berusaha, bergerak dan berupaya.

Salam,

19 Apr 2020

Mengenal Covid-19, Infeksi Virus Corona yang Tengah Mengguncang Seluruh Dunia

14:43 0 Comments
Photo by Markus Spiske from Pexels

Covid-19 adalah kepanjangan dari corona virus disease 19. Angka 19 yang disematkan dalam nama penyakit ini merupakan makna dari tahun 2019, tahun ketika penyakit ini pertama kali ditemukan. Covid-19 diartikan sebagai infeksi yang disebabkan karena virus Corona. Virus Corona juga kata lain dari severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2.

Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Virus itu kemudian menyebar dengan begitu cepat hingga sekarang hampir seluruh dunia terpapar virus ini. Tak terkecuali Indonesia yang sampai hari ini sudah terdeteksi sebanyak lebih dari 6000 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus ini dan 500 lebih jiwa melayang serta 600 lebih pasien yang berhasil melewati masa kritis dan akhirnya sembuh.

Tak berlebihan jika virus Corona ini disebut virus yang paling mematikan saat ini. Faktanya memang ratusan ribu orang dari seluruh dunia tidak bisa diselamatkan dari virus ini. Selain itu, proses penyebarannya begitu cepat hingga dalam waktu singkat bisa diketahui kasus baru dalam jumlah yang tidak sedikit.

Virus Corona telah menjadi perhatian dunia, hingga muncul ketetapan status pandemi bagi virus ini. Termasuk di Indonesia yang tergolong belum lama muncul kasus virus ini namun sampai saat ini angka kasus positif dan angka kematiannya semakin meningkat. Agar semakin tahu tentang virus Corona, simak penjelasan di bawah ini.


Gejala Covid-19


Selain SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) termasuk dalam kelompok ini. Walaupun berasal dari virus pada kelompok yang sama, namun infeksi yang disebabkan oleh virus Corona memperlihatkan beberapa perbedaan dalam gejalanya.

Gejala yang bisa terlihat pada penderita Covid-19 umumnya sama seperti flu biasa yang ringan, yaitu batuk disertai pilek. Gejala lain seperti demam dan sakit tenggorokan juga masih sama seperti sakit flu biasa. Selain itu, kesulitan bernapas yang akan dialami penderita Covid-19 juga masih sama seperti penderita flu yang memang memiliki riwayat sesak napas.

Namun pada penderita Covid-19, beberapa gejala spesifik bisa menjadi diagnosa awal yaitu demam tinggi yang melebihi 38 derajat celcius serta sesak napas yang dialami oleh penderita yang awalnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Selain itu, beberapa kondisi yang lain juga bisa semakin memperbesar kemungkinan terpapar virus ini. Orang-orang yang memiliki penyakit berat seperti hipertensi, jantung, diabetes atau kanker juga patut diwaspadai jika menunjukkan tanda-tanda di atas.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa gejala spesifik dari paparan virus Corona adalah:

- demam tinggi di atas 38 derajat celcius
- sesak napas
- batuk kering



Sistem Kerja Virus Corona


Virus Corona ini tertular dari permukaan atau sentuhan dan bisa masuk melalui mulut, hidung dan mata. Ketika virus ini sudah masuk ke tubuh manusia, virus akan menyerang paru-paru dan menimbulkan infeksi atau yang disebut pneumonia. Karena infeksi tersebut, paru-paru tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya dan gagal dalam memompa udara untuk bernapas. Sampai pada akhirnya penderita akan kesulitan bernapas dan meninggal.

Pada gejala awal, virus ini menimbulkan demam tinggi disertai batuk. Kedua gejala tersebut merupakan cara tubuh untuk melawan virus. Jika segera mendapat penanganan yang tepat serta tidak ada risiko lain, maka penderita akan sembuh. Sementara jika penderita memiliki risiko lain, virus tersebut bisa membawanya pada kematian.


Cara Penularan Virus Corona


Virus Corona diketahui bisa bertahan pada permukaan selama 9 jam. Dengan kata lain, virus ini sangat mudah menempel di permukaan dan bisa hilang dalam waktu yang cukup lama. Permukaan yang terpapar virus ini akan membawa virus bagi orang yang menyentuhnya. Jika tersentuh dengan anggota badan terutama tangan, maka virus akan berpindah ke tangan dan bisa masuk lebih mudah ke dalam tubuh manusia.

Virus Corona tidak bertahan di udara. Partikelnya cukup berat sehingga ketika di udara akan lebih mudah jatuh ke tanah dan akhirnya mati. Itu artinya, virus ini bisa menular dari bersinnya atau batuknya orang yang terpapar virus ini. Sehingga disarankan untuk menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit atau menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.


Pencegahan Virus Corona


Virus Corona telah menimbulkan keprihatinan yang amat dalam. Banyak kasus kematian yang ditimbulkannya serta banyak pasien positif yang terus bertambah. Hal ini membuat langkah-langkah pencegahannya terus digalakkan. Seperti inilah cara-cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari virus berbahaya ini.

- Jaga jarak 2 meter dengan semua orang terlebih ketika di luar rumah karena penderita Covid-19 sering tak terdeteksi sejak awal.
- Hindari kerumunan atau kurangi kegiatan di luar rumah.
- Jika terpaksa keluar rumah, pakailah masker.
- Gunakan masker kain maksimal 4 jam dan segera cuci dengan air panas begitu sampai di rumah.
- Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih sering terutama setelah dari luar rumah. Lengkapi dengan menggunakan hand sanitizer secara tepat.
- Ganti pakaian dan langsung mandi ketika sampai di rumah. Mencuci dan mandi dengan air hangat lebih disarankan.
- Hindari menyentuh mulut, mata dan hidung dengan tangan kotor.
- Jaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitar.
- Jaga kondisi tubuh tetap sehat agar sistem imun tubuh tetap bagus dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.


Tindakan pada Gejala dan Pasien Positif Covid-19


Untuk orang yang baru saja datang dari wilayah terdampak, sebaiknya melakukan karantina mandiri. Caranya dengan berdiam diri di rumah selama sekurang-kurangnya 14 hari, menjaga jarak dengan anggota keluarga lain serta rutin memeriksa kondisi diri sendiri termasuk suhu tubuh, dan meneliti keadaan sendiri dengan memperhatikan gejala yang timbul.

Pada orang yang memiliki gejala Covid-19, sebaiknya segera menemui dokter untuk dilakukan serangkaian tes. Usahakan untuk mengatakan semua informasi dengan jujur agar dokter dapat mengambil tindakan yang cepat, termasuk informasi tentang daerah mana yang terakhir kali dikunjungi, berapa lama kunjungan tersebut dan dengan siapa saja sudah berinteraksi selama waktu tersebut.

Hasil tes Covid-19 umumnya tidak akan diketahui dalam waktu singkat. Sambil menunggu hasil tes tersebut, orang yang diduga terpapar virus Corona harusnya melakukan karantina mandiri di rumah dan tidak melakukan aktivitas yang melibatkan banyak orang. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada kemungkinan virus menyebar ke orang lain.

Jika hasil tes menyatakan positif Covid-19, penderita akan dirawat di rumah sakit rujukan. Dokter dan tenaga medis akan memberikan obat pereda demam dan nyeri sesuai dosis pasien. Penderita juga dianjurkan beristirahat dengan cukup dan mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Apabila pasien menunjukkan gejala yang berkurang dan kondisi yang semakin membaik, akan dilakukan tes lagi untuk memastikan apakah virus Corona masih ada. Ketika hasil tes sudah menyatakan negatif, maka pasien tersebut dikatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah dengan beberapa aturan yang masih harus dijalankan.


Itulah beberapa hal yang perlu diketahui dengan Covid-19. Informasi di atas bisa menjadi acuan untuk terus menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari virus tersebut. Selain itu, lakukan berbagai upaya yang disarankan agar rantai penyebaran virus ini segera terputus dan seluruh dunia akan kembali bebas dari Covid-19.

Salam,