27 Oct 2020

Sabar, Beginilah Cara Mengelola Emosi Anak

15:05 0 Comments
cara mengelola emosi anak


Anak nangis? Anak marah-marah? Apa yang orangtua rasakan terutama ibu saat itu? Pastinya ikut emosi, bingung bahkan bisa balik marah-marah ke anak. Semua bentuk perwujudan emosi itu merupakan hal wajar dan bisa dimaklumi. Namun akan menjadi masalah jika bentuk emosi itu hadir secara berlebihan. Makin mengkhawatirkan kalau sampai terjadi berulang-ulang hingga mengganggu aktivitas. Maka dari itu, orangtua penting untuk tahu cara mengelola emosi anak.

Berbicara tentang emosi, sebenarnya bentuknya tidak hanya berupa kemarahan. Emosi juga bisa berupa sedih, takut bahkan senang pun termasuk emosi. Semua jenis emosi memerlukan pengelolaan agar tidak sampai mengganggu kestabilan psikis. Dan yang paling perlu mendapat perhatian adalah emosi yang mengarah pada hal negatif seperti sedih berlebihan hingga menangis dan kecewa hingga marah besar.

Mengenal Emosi pada Anak

Photo by Alexander Dummer from Pexels

Pengendalian emosi penting dilakukan di semua tahap usia. Orang dewasa dengan pengalaman hidup yang lebih banyak menjadi latar belakang mengapa lebih mampu mengendalikan emosi. Sementara anak masih belum punya kemampuan mengendalikan diri dengan baik. Oleh karena itu, anak sangat butuh bantuan orangtua untuk mengelola emosi di masa kecilnya. Tapi sebelum membantu anak, orangtua harus paham perkembangan emosi anak di tiap usianya.


Usia 0-1 Tahun

Pada usia bayi, anak bukan berarti tidak memiliki emosi. Meski belum bisa mengungkapkan dengan kata-kata, bayi sudah bisa menunjukkan emosi melalui tangisan. Itulah mengapa ada beberapa jenis tangisan bayi yang mendadakan kondisi berbeda. Ada tangisan karena lapar. Ada kalanya anak menangis karena tidak nyaman. Emosi bayi juga bisa terlihat dari gerakan anggota tubuhnya, seperti tangan dan kaki.


Usia 1-3 Tahun

Pada usia 1-3 tahun, perkembangan emosi anak sudah cukup dinamis namun belum stabil. Trantrum masih menjadi kebiasaan anak di usia tersebut karena mereka masih memiliki kemampuan terbatas untuk menyampaikan emosi. Emosi yang diperlihatkan juga semakin beragam karena mereka sudah mulai berinteraksi dengan orang dan lingkungan sekitar. Meskipun mereka masih akan tetap lebih banyak menggunakan tangisan.


Usia 3-4 Tahun

Semakin bertambah usia, anak akan semakin mampu menonjolkan emosi. Pada usia 3-4 tahun, anak bahkan sudah bisa mengenali emosi yang dirasakannya sebab mereka sudah mampu menyebutkan nama emosi tersebut. Misalnya ketika takut, maka anak akan mengungkapkan. Ketika di usia ini, anak sebenarnya sudah mulai bisa mengendalikan emosi. Hanya saja sisi egoisnya kadang masih lebih besar sehingga emosinya masih tetap tidak terkendali.


Usia 4-5 Tahun

Mendekati masa akhir usia balita, anak sudah mampu menenangkan temannya yang sedih atau marah. Tapi bukan berarti mereka bisa berhasil saat mengendalikan emosinya sendiri. Justru di usia tersebut, ego anak sedang tinggi-tingginya. Anak sering merasa selalu benar dan merasa harus selalu diterima. Saat kondisi perasaannya sedang kurang baik, anak akan melampiaskan emosi dengan cara yang spontan.

Cara Mengelola Emosi Anak

Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Tidak salah apabila orangtua berharap anaknya selalu menunjukkan emosi yang menyenangkan, bukan yang mudah marah atau menangis. Tapi keinginan tersebut tentu sulit terwujud mengingat anak adalah makhluk yang punya beragam emosi. Tentu sudah menjadi kodrat mereka untuk selalu menunjukkan beragam emosi itu berdasarkan kondisi yang terjadi pada dirinya. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk menjadi pengendali serta pengarah emosi agar tidak menghasilkan hal-hal negatif.


Kenali Penyebab Emosi

Melakukan cara mengelola emosi akan berhasil apabila orangtua terlebih dahulu tahu penyebabnya. Apa yang menyebabkan anak mengeluarkan emosi tertentu juga bisa berasal dari beragam faktor. Salah satunya adalah pengaruh usia dan perkembangan otak. Pada usia dini, otak anak belum cukup mampu menghasilkan respon yang sepatutnya dalam waktu singkat. Sehingga yang secara cepat terjadi adalah respon seperti menangis atau berteriak. Orangtua harus menyadari faktor ini sebelum melabeli anak dengan sebutan 'nakal'.

Faktor kedua yang bisa jadi penyebab emosi adalah perkembangan motorik, sensorik dan kognitif. Kemampuan yang semakin berkembang membuat anak tertarik untuk mencoba banyak hal baru. Sifat egosentrisnya melatarbelakangi keinginan anak untuk melakukan banyak hal sendiri. Mereka juga sering melihat segala sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal tersebut seringkali menghasilkan sifat keras kepala anak yang bertentangan dengan orangtua.

Saat sudah memahami faktor penyebab emosi pada anak, orangtua akan lebih mampu untuk mengendalikannya. Sebagai contoh, ketika anak menangis karena mainan yang telah disusunnya runtuh, maka orangtua bisa memahami bahwa itu diakibatkan oleh ketidakmampuannya menerima kondisi. Kemudian orangtua dapat mengatasinya dengan cara yang lebih tepat, misalnya dengan memberitahu anak bahwa ia harus perlu berhati-hati agar mainannya tidak runtuh.


Mengalihkan Emosi

Jika anak belum mampu berkomunikasi, maka orangtua bisa meredakan emosi anak dengan mengalihkannya ke hal lain. Cara ini memang sudah menjadi hal umum di kalangan orangtua. Contoh sederhananya, bayi yang menangis bisa ditenangkan dengan melihat langit atau benda-benda yang menarik. Cara ini juga sering berhasil untuk membuat perhatian anak teralihkan hingga bisa melupakan penyebab utama emosinya.


Ajarkan Anak Mengungkapkan Emosi

Saat anak sudah mulai menguasai banyak kosakata dan mampu diajak berkomunikasi, orangtua perlu mengajarkan anak bagaimana seharusnya mengungkapkan emosi. Orangtua bisa memperkenalkan nama-nama emosi beserta contohnya, seperti marah ketika mainannya direbut, sedih ketika kehilangan sesuatu atau takut ketika berada di sekitar orang-orang asing.

Anak yang sudah mengerti emosi akan lebih mudah diajari cara mengungkapkannya. Orangtua dapat memberitahu bagaimana cara mengatur napas ketika marah, misalnya. Anak juga bisa diajari bagaimana mengungkapkan emosi dengan kata. Contohnya, mengatakan "aku takut" atau "aku sedih". Cara ini memang tidak akan berguna pada anak yang belum mampu memahami komunikasi.


Berikan Waktu dan Batasan pada Anak

Saat anak menunjukkan emosi tertentu, orangtua akan secara refleks ingin meredakannya. Apalagi jika emosi itu berupa kemarahan, orangtua pasti kelimpungan dan menginginkan kemarahan anak segera surut. Justru anak seharusnya diberi waktu untuk mengekspresikan emosinya itu. Hanya saja memang waktunya tidak boleh terlalu lama. Dengan membiarkan anak menunjukkan emosinya, maka itu tidak akan membuat emosi itu terpendam yang akhirnya di kemudian hari bisa meledak lebih parah.

Orangtua juga perlu memberi batasan pada anak ketika meluapkan emosi. Bagaimanapun anak belum mampu mengelola pengendalian dirinya. Batasan dari orangtua perlu diberikan ketika anak sudah mulai berlebihan, misalnya menangis sambil bergulung-gulung di lantai. Orangtua juga perlu mengingatkan ketika emosi yang keluar mulai mengganggu aktivitas anak.


Tunjukkan Empati dengan Mengobrol

Cara mengelola emosi anak yang berikut ini juga belum bisa diterapkan pada anak yang belum mampu berkomunikasi. Orangtua tidak sebaiknya turut menunjukkan emosi yang sama pada anak, misalnya ikut marah saat anak marah. Pasalnya emosi yang sama tidak akan bisa menghasilkan penyelesaian. Bahkan ketika anak sedih, orangtua juga seharusnya tidak ikut sedih.

Empati pada emosi anak bukan berarti orangtua menunjukkan emosi yang serupa. Empati bisa ditunjukkan dengan berbicara dari hati ke hati. Berbicara bisa dilakukan setelah orangtua memberi waktu pada anak untuk melampiaskan emosi. Pastikan berbicara pada anak ketika kondisinya sudah mulai tenang agar hasilnya lebih efektif.


Bersikaplah Tegas tapi Bukan Keras

Meskipun orangtua dianjurkan untuk mengajak anak berbicara dari hati ke hati, bukan berarti orangtua sedang mengikuti kemauan anak. Orangtua tetap harus tegas untuk mengatasi emosi anak. Bersikap tegas tidak harus dengan marah-marah apalagi berkata kasar. Sikap tegas cukup ditunjukkan dengan kalimat yang bersifat persuasif. Hal itu dilakukan agar anak tahu apa risikonya jika membiarkan emosi itu berlanjut.

Sikap tegas juga tidak seharusnya ditunjukkan dengan berbuat kekerasan. Untuk apapun alasannya, kekerasan pada fisik bukan jawaban untuk mengatasi emosi anak. Bahkan emosi anak bisa semakin lepas kendali jika ia mendapatkan kekerasan. Hal yang lebih menakutkan lagi apabila kekerasan membekas di otak anak dan ia akan menirunya di masa depan.


Berikan Contoh yang Baik

Menginginkan anak bersikap baik dan mampu mengendalikan emosi tentu tidak akan terwujud jika orangtua sendiri justru mudah melampiaskan emosi. Karena anak merupakan peniru ulung, maka orangtua sudah semestinya memberikan teladan yang baik. Sebisa mungkin, orangtua harus menyembunyikan emosi yang negatif dari anak. Usahakan tidak berada di dekat anak ketika marah besar hingga meledak-ledak.

Termasuk ketika menanggapi kemarahan anak, orangtua yang bisa bersikap tenang akan lebih efektif dalam menanamkan teladan pada anak. Anak akan melihat bagaimana orangtuanya bersikap saat marah, maka ia juga akan meniru yang demikian saat marah. Memberi teladan secara tidak langsung menjadi cara mengelola emosi anak yang paling efektif.


Mengetahui cara mengelola emosi anak merupakan ilmu wajib yang harus dikuasai orangtua. Bahkan ayah yang kebanyakan tidak terlalu sering bersama anak pun tetap harus menguasai ilmu ini. Karena keberhasilan mengelola emosi anak tidak akan bermanfaat saat ia masih kecil. Karakter baik anak akan terbentuk dari cara mengelola emosi yang benar hingga manfaatnya bisa dirasakan sampai ia dewasa.

Salam,


12 Oct 2020

Hobi Bersepeda Saat Pandemi, Ingin Sehat atau Hanya Tren?

11:56 0 Comments

hobi bersepeda saat pandemi


Di balik semua kesulitan yang ditimbulkan penyebaran virus Corona, ada hal-hal menarik yang setidaknya bisa mengalihkan perhatian banyak orang. Salah satunya dengan munculnya kebiasaan baru yang akhirnya disebut sebagai hobi. Menghabiskan banyak waktu di rumah membuat kebanyakan orang akhirnya berpikir kreatif untuk menghilangkan kebosanan. Ada yang mulai menekuni aktivitas menanam, ada yang mulai serius merawat hewan peliharaan. Tidak sedikit juga yang akhirnya menguasai keahlian tertentu seperti memasak, menjahit, melukis, menciptakan lagu dan sejenisnya.


Waktu yang terus bergulir belum juga memperlihatkan pandemi virus Corona akan berakhir. Hingga kemudian mulai banyak orang yang berani beraktivitas di luar rumah. Namun tentu dengan segala bentuk aturan yang harus ditaati, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sisi baiknya adalah masyarakat mulai sadar akan pentingnya kesehatan. Termasuk munculnya hobi bersepeda saat pandemi, benarkah itu bentuk kesadaran terhadap kesehatan ataukah hanya akan menjadi tren sesaat? Mari kita lihat!


Jumlah Pesepeda Meningkat di Berbagai Wilayah

Photo by Daria Shevtsova from Pexels


Bersepeda sepertinya menjadi salah satu tren yang persebarannya begitu cepat dan merata. Aktivitas yang dulu sempat tergeser akibat kehadiran kendaraan bermotor itu kini semakin mudah ditemui. Tidak hanya di kota-kota besar, pesepeda juga banyak ditemukan di kota-kota kecil dan wilayah pinggiran. Bukan cuma jalan raya yang dipenuhi pesepeda, tetapi juga jalan-jalan di kawasan pedesaan juga selalu diramaikan pesepeda terutama ketika akhir pekan.


Sebuah data menunjukkan bahwa di Jakarta, jumlah pesepeda meningkat drastis hingga 10 kali lipat dibanding tahun lalu. Institute for Transportation and Developement Policy (ITDP) melaporkan ada sebanyak 235 pengguna sepeda di Jakarta pada Juni 2020. Data tersebut menjadi perbandingan angka pada Oktober 2019 lalu yang menunjukkan pesepeda sebanyak 21 saja.


Penambahan jumlah peminat terhadap hobi bersepeda juga berdasarkan survei online yang diadakan KlikDokter pada 18 Juli lalu. Sebanyak 59 orang atau 89% dari keseluruhan 66 partisipan mengaku sudah melakukan hobi bersepeda sejak sebelum datangnya pandemi virus Corona. Sedangkan sisanya yaitu 11% atau 11 orang mengaku mulai bersepeda semenjak pandemi.


Dari survei di atas juga terlihat bahwa tren bersepeda dimulai sejak adanya pelonggaran di berbagai wilayah atau yang disebut dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pada masa tersebut, semua aktivitas sudah kembali normal namun masih banyak orang yang khawatir akan penularan Corona. Terutama pada penggunaan transportasi umum yang sangat rentan menjadi tempat penularan virus. Akhirnya banyak orang harus memutar otak dan menemuka cara transportasi yang lebih aman. Bersepeda adalah pilihannya.


Mengapa Memilih Bersepeda?


Sebenarnya ada banyak inspirasi hobi baru selama masa pandemi. Misalnya berkreasi dengan resep hingga muncul menu baru. Ide ini sudah pernah juga mengisi waktu masyarakat di masa awal pandemi dengan hadirnya minuman fenomenal yang diberi nama Dalgona Coffee. Tapi popularitas kopi Dalgona tidak bertahan lama. Buktinya minuman tersebut tidak lagi banyak diperbincangkan.


Bersepeda pun sebenarnya bukan aktivitas yang baru dikenal. Sepeda sudah dikenal sebagai alat transportasi tradisional. Kendaraan tersebut sudah dipakai sejak zaman penjajahan. Mulai dari hanya golongan pejabat saja yang dapat menggunakan, hingga sekarang semua kalangan mampu memiliki sepeda. Lantas kenapa bersepeda kembali mendapatkan respon yang begitu ramai dan diiringi dengan peningkatan peminat?


Sepeda diketahui sebagai kendaraan yang ramah lingkungan. Hal ini disadari sebagai salah satu menjaga keseimbangan alam dengan tidak menimbulkan polusi yang lebih banyak. Maka wajar jika kemudian banyak orang memilih menggunakan sepeda. Karena mereka tahu bahwa sepeda tidak akan merusak lingkungan atau bisa dikatakan mendukung gaya hidup green living seperti yang sudah banyak digalakkan di berbagai negara seperti Jepang salah satunya.


Selain itu, sepeda mengharuskan penggunanya untuk melakukan gerak fisik lebih banyak. Berbeda dengan penggunaan kendaraan bermotor yang tidak perlu dikayuh. Sementara kaki harus terus bergerak untuk membuat sepeda melaju. Hal ini dipercaya bagus untuk kesehatan tubuh. Bersepeda juga termasuk salah satu olahraga termudah dan sangat menyenangkan.


Penjualan Sepeda Meningkat karena Tren

Photo by Philipp M from Pexels


Meningkatnya minat masyarakat terhadap hobi bersepeda saat pandemi membawa angin segar bagi para penjual sepeda. Setelah sekian lama mereka harus bersaing dengan tingginya minat terhadap kendaraan bermotor, akhirnya masa pandemi ini membawa mereka pada keberuntungan. Tidak dapat dipungkiri lagi, permintaan akan sepeda terus melonjak. Hal inipun juga tidak dapat mencegah tingginya harga sepeda.


Poin ini sebetulnya juga masih merupakan jawaban pada sub bab sebelumnya, mengapa memilih bersepeda? Di antara para penggemar sepeda itu juga mengaku menyukai sepeda-sepeda masa kini yang tentu jauh lebih canggih dan modern, dengan harga yang tentu tidak lagi murah. Bisa dipastikan bahwa tren bersepeda ini akan mengiringi munculnya tren model sepeda kekinian.


Sepeda bukan lagi kendaraan yang harganya jauh dibawa motor. Bahkan harga sepeda kini sudah bisa disetarakan dengan harga motor baru atau bahkan melebihinya. Untuk merk tertentu, sepeda kekinian itu bisa dihargai sangat tinggi hingga puluhan juta rupiah. Hal inipun sepertinya tidak menjadi keberatan bagi sebagian orang yang terbukt rela membeli sepeda mahal demi memuaskan hobinya.


Omzet penjual sepeda dipastikan meningkat tajam. Penjualan pun tidak hanya secara langsung tapi juga sudah masuk ke ranah online. Dari yang awalnya minat terhadap sepeda sangat rendah, kini ratusan unit sepeda bisa terjual setiap bulannya. Tidak hanya berlaku untuk sepeda baru, sepeda bekas alias second juga tetap diburu.


Tren Sesaat ataukah Akan Bertahan?

Photo by Daniel Frank from Pexels


Tak dipungkiri bahwa masa pandemi ini menghasilkan banyak penggemar pesepeda baru. Mereka dengan terang mengaku baru menenkuni aktivitas itu sejak pandemi. Inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan apakah bersepeda akan menjadi tren sesaat ataukah akan bertahan hingga waktu yang lama seperti orang-orang yang menggunakan motor?


Sebagian pesepeda baru akhirnya menyadari bahwa aktivitas tersebut bisa mendatangkan banyak manfaat. Mereka lah yang kemudian masih terus melakukan kegiatan ini di waktu yang konsisten. Mereka umumnya juga paham bahwa bersepeda termasuk olahraga yang perlu diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat serta menjalankan kebiasaan sehat lainnya.


Di sisi lain, tidak sedikit orang yang akhirnya harus mau disebut 'latah'. Mereka juga termasuk pesepeda baru. Bahkan mereka juga ikut membeli sepeda kekinian dengan harga mahal. Mereka juga yang meramaikan jalanan setiap akhir pekan. Mereka yang juga kemudian membentuk komunitas atas hobi baru tersebut.


Pesepeda yang hanya ikut-ikutan biasanya akan terlihat menurun semangatnya ketika tren bersepeda tidak lagi se-booming sebelumnya. Apa yang mereka cari hanya eksistensi, berfoto dengan sepeda baru yang keren, memakai baju selayaknya atlet bersepeda lalu mengunggahnya di media sosial. Namun setelah beberapa saat, minatnya berkurang dan bahkan bisa hilang sama sekali.



Melihat dari fakta-fakta di atas, hobi bersepeda saat pandemi bisa dikatakan sebagai tren sesaat. Terutama bagi mereka yang tidak memahami betul manfaat di balik aktivitas itu. Terbukti sudah sekarang jalanan di akhir pekan tidak lagi dipenuhi pesepeda. Sementara bersepeda juga bisa menjadi gaya hidup apabila orang yang menjalankannya menyadari ada keuntungan dari segi kesehatan yang akan didapatkannya. Mereka juga biasanya termasuk orang yang rutin bersepeda sebagai pengisi waktu libur dan pelepas penat, bukan yang bersepeda namun justru mengalami kelelahan yang berlebihan.


Salam,



13 Sep 2020

Ide Usaha Cemilan Kekinian yang Tak Butuh Modal Besar

07:42 0 Comments

Photo by Elly Fairytale from Pexels

 

Di tengah pemasukan yang cukup seret imbas dari pandemi virus Corona, maka banyak orang yang harus memutar otak untuk bisa mendapatkan sumber pemasukan tambahan. Mulai dengan bekerja secara freelance sampai dengan mencoba menggeluti bisnis sampingan. Berbisnis ini agaknya bisa jadi salah satu cara bagi Anda untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Hanya saja mungkin kendalanya jika ingin berbisnis harus punya modal yang cukup.

 

Tidak perlu khawatir karena Anda bisa mencoba bisnis cemilan kekinian yang agaknya juga tak butuh modal besar, berikut ini yang bisa digeluti, yaitu:

 

  1. Banana nugget, popularitas dari makanan yang satu ini memang cukup tinggi beberapa waktu belakangan, sajian dari bahan dasar pisang yang ditambah dengan bahan-bahan lain seperti mentega Wisman dibalut beraneka macam topping ini memang sangat menggugah selera. Sehingga banyak yang menyukainya, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.
  2. Makaroni pedas, cemilan pedas masih begitu diminati sampai saat ini, termasuk juga makaroni yang memang dapat dihadirkan dalam berbagai macam varian rasa ini. Anda bisa menjualnya dalam berbagai pilihan level yang disesuaikan dengan selera konsumen Anda.
  3. Rujak cireng, makanan khas Indonesia ini sekarang dikemas dalam inovasi baru yang lebih kekinian, yaitu rujak cireng dengan bumbu pedas manisnya. Bisa dijual dalam bentuk frozen food sehingga nantinya konsumen tinggal menggorengnya saja.
  4. Kebab goreng, varian yang satu ini nyatanya juga tak kalah populer dibandingkan dengan kebab-kebab pada umumnya. Dengan ukuran yang lebih kecil, namun tetap beragam isian nikmat yang ada di bagian dalamnya.
  5. Pizza goreng, cemilan ini juga dapat di pilih sebagai ide usaha di rumah dengan prospek yang sangat menggiurkan. Dengan harga yang jauh lebih murah dari pizza pada umumnya tak heran ia memiliki peminat yang cukup banyak.

 

Guna membuat cemilan-cemilan di atas maka Anda juga membutuhkan merk mentega yang berkualitas, agar bisa mendapatkan rasa terbaik. Untuk itu maka bisa membelinya secara mudah lewat TokoWahab.


Salam,



30 Aug 2020

Adopsi Hutan, Melestarikan Hutan Bukan Lagi Wacana tapi Langkah Nyata

12:33 1 Comments
Adopsi Hutan
Foto dari Pixabay


Adopsi? Kalau mendengat kata itu, saya teringat pada sebuah tindakan yang mengambil seorang anak dari keluarga lain untuk dijadikan anggota keluarga sendiri. Adopsi anak biasanya akan melalui proses hukum karena itu harus legal. Tidak hanya anak, adopsi juga bisa dilakukan pada hewan. Nah kalau ini, tidak perlu proses hukum karena siapa saja bisa memiliki hewan untuk dijadikan peliharaan. Asal hewan itu termasuk hewan peliharaan umum dan bukan hewan yang dilindungi.


Ternyata adopsi tidak hanya dilakukan pada anak manusia atau hewan peliharaan seperti yang selama ini banyak orang lakukan. Adopsi juga bisa dilakukan pada hutan. Yups, istilahnya dikenal dengan sebutan adopsi hutan. Lalu apa maksudnya? Apa iya hutan bisa dimiliki untuk dipelihara? Yuk, simak penjelasannya secara lebih rinci.


Apa itu Adopsi Hutan?

Makna dari Adopsi Hutan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan aksi adopsi anak manusia maupun hewan peliharaan. Intinya adalah menjaga dan merawat. Tapi tentu berbeda jika yang diadopsi adalah hutan. Hutan jelas tidak bisa dirawat dengan dibawa pulang ke rumah seperti jika mengadopsi anak manusia atau hewan peliharaan. Jadi adopsi hutan diartikan sebagai usaha, kerjasama atau gotong royong menjaga hutan dan semua yang masih ada di dalamnya, mulai dari pohon tegaknya, flora dan fauna eksotisnya sampai keanekaragaman hayatinya.


Bagaimana Caranya Adopsi Hutan?

Selama ini orang mengenal cara menjaga dan melestarikan hutan dengan cara tidak melakukan penebangan illegal atau juga dengan kembali menanam pohon. Cara tersebut sepertinya hanya sekadar pengetahuan umum di kalangan masyarakat. Nyatanya tidak ada langkah jelas untuk mewujudkannya. Justru yang ada malah usaha untuk merusak hutan yang sampai sekarang kita bisa rasakan dampaknya, seperti terjadinya bencana alam hingga kasus kebakaran hutan yang sangat merugikan.


Berbeda dengan cara lama yang sepertinya sebatas pengetahuan, adopsi hutan mengajak semua orang untuk langsung terlibat dalam menjaga hutan. Tidak ada batasan bagi yang ingin terlibat. Pun tidak hanya kelompok atau petugas tertentu yang bisa melakukan penjagaan hutan. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk turut menjaga hutam melalui program adopsi hutan ini.


Adopsi hutan bisa dilakukan dengan cara donasi melalui kanal kitabisa.com. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang kehutanan. Donasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan patroli rutin di hutan guna memeriksa keanekaragaman hayati di dalamnya dan upaya penjagaannya. Jadi dengan ikut berdonasi, kita semua bisa mengadopsi hutan alias turut menjaga hutan dari rumah saja.


Mengapa Adopsi Hutan Penting?

Semua orang pasti setuju bahwa keberadaan hutan itu sangat penting bagi kehidupan seluruh manusia di bumi. Sayangnya, kesadaran itu tidak diikuti dengan langkah nyata untuk menjaga hutan. Alasannya bisa jadi karena tidak merasakan langsung efek dari kerusakan hutan. Atau mungkin juga merasa bahwa bumi ini masih baik-baik saja, padahal ada bahaya mengancam planet ini seiring dengan semakin menyempitnya hutan di bumi.


Melalui program adopsi hutan, seluruh masyarakat diharapkan kembali sadar akan pentingnya hutan. Cara ini sekaligus ingin memberi pengetahuan pada masyarakat bahwa menjaga hutan di era modern ini bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Hanya dengan berdonasi, kita sudah bisa menjaga pohon di hutan dan keanekaragaman hayati lainnya demi kelangsungan hidup yang lebih baik di bumi ini. Dengan ikut adopsi hutan, maka kita juga akan turut menjaga manfaat hutan berikut ini:


1. Manfaat Klimatologis

Salah satu manfaat terpenting hutan adalah mengatur kestabilan iklim di bumi. Sebagai dampak dari rusaknya hutan, sekarang masyarakat dunia sudah mulai merasakan perubahan iklim yang ekstrem, tidak pasti dan bencana alam yang terjadi lebih sering. Selain itu, hutan juga disebut paru-paru dunia. Tumbuhan di hutan akan menghasilkan oksigen yang menjadi kebutuhan penting manusia. Sementara gas karbondioksida yang dibuang manusia melalui pernapasan akan terserap oleh tumbuhan yang ada di hutan.


2. Manfaat Ekologis
Akar pohon-pohon besar yang ada di hutan berfungsi untuk membantu penyerapan air dengan lebih baik ke dalam lapisan tanah. Akar pohon juga bekerja dengan mencegah pengikisan tanah atau erosi yang secara bersamaan juga bisa menahan laju air. Sehingga bencana banjir bisa dihindari berkah pohon-pohon di hutan. Tidak hanya akar, dedaunan dari pohon di hutan yang gugur ke tanah bisa membusuk dan terurai menjadi humus. Kemudian humus akan berguna untuk menyuburkan tanah.

3. Manfaat Hidrolis
Untuk manfaat hidrolis, hutan berguna dalam menyimpan cadangan air yang nantinya bermanfaat ketika musim kemarau. Persediaan air yang cukup juga akan berguna bagi petani untuk melangsungkan penanaman padi sebagai salah satu sumber pangan. Fungsi hutan yang semakin rusak mulai dirasakan dengan terganggunya sistem pertanian di Indonesia yang berdampak pada perekonomian petani pada khususnya dan perekonomian negara pada umumnya.

4. Manfaat Ekonomi
Tumbuhan dari hutan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian sebuah negara. Seperti Indonesia misalnya, yang memanfaatkan kayu dari hutan sebagai konsumsi nasional dan komoditi ekspor. Kayu sebagai komoditi ekspor merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Tidak hanya kayu, hasil hutan Indonesia lainnya juga menjadi sumber devisa besar bagi negara seperti rempah-rempah dan madu. Namun semua pemanfaatan untuk ekonomi tersebut harusnya diimbangi dengan usaha untuk tetap melestarikan hutan.


Apa yang Kita Peroleh dari Adopsi Hutan?

Bukan materi yang menjadi tujuan keikutsertaan kita dalam program adopsi hutan. Jika ditanya apa yang bisa kita dapatkan dari program tersebut, maka jelas manfaatnya jauh lebih besar dari hanya sekadar materi. Sebab apa yang dihasilkan dari adopsi hutan akan dirasakan dampak baiknya secara luas, dalam jangka waktu yang sangat panjang hingga menyangkut keselamatan makhluk hidup bumi.

Kita akan melihat keanekaragaman hayati hutan terus terjaga dengan adanya program adopsi hutan ini. Disebut keanekaragaman hayati, tentu bukan hanya pohon-pohon di hutan saja. Berbagai jenis tumbuhan lain hingga lumut, semua binatang yang hidup di dalam hutan, beserta tanah, air dan iklim merupakan bagian dari keanekaragaman hayati hutan yang akan tetap lestari jika kita selalu menjaganya. Keseimbangan ekosistem itu juga nantinya akan berdampak pada kehidupan manusia meskipun yang tinggal jauh dari hutan.

Adopsi hutan akan memungkinkan kita tetap bisa melihat keindahan hutan sampai bertahun-tahun berikutnya. Anak cucu kita akan melihat bahwa negara yang mereka tempati begitu kaya dan indah. Keindahan hutan di masing-masing wilayah yang memiliki ciri khas tersendiri juga akan menjadi harta tak terhingga bagi negara ini. Lebih lanjut, hutan yang tetap terjaga akan berperan dalam membentuk keberagaman adat dan budaya.


Kapan Bisa Mulai Adopsi Hutan?

Adopsi Hutan
Foto dari harihutan.id


Adopsi hutan merupakan program yang digalakkan dalam rangka peringatan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus lalu. Peringatan pertama itu digagas oleh Hutan Itu Indonesia. Tanggal 7 Agustus dipilih sebagai momen refleksi bangsa Indonesia saat tepat setahun lalu Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2019 diberlakukan secara permanen. Instruksi tersebut mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.

Andre Christian, Ketua Hutan Itu Indonesia menambahkan bahwa pemilihan tanggal tersebut bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia yang mana bangsa ini sedang dalam semangat nasionalisme yang tinggi. Peringatan Hari Hutan Indonesia akan menambah hari penting di bulan Agustus ini dan melengkapi hari penting lainnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti Hari Nasional Menanam Pohon, Hari Cinta Puspa dan Satwa serta Hari Rimbawan.

Dengan adanya peringatan Hari Hutan Indonesia, setidaknya ada satu hari dalam setahun di mana masyarakat Indonesia merayakan keindahan hutan, kekayaannya, juga kemegahannya. Tentu dengan suka cita yang berguna bagi hutan, salah satunya dengan adopsi hutan. Perayaan ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas manfaat hutan yang selama ini telah dinikmati, hingga membuat hidup manusia menjadi harmoni dengan alam.

Perayaan Hari Hutan Indonesia yang pertama ini mengangkat tema "Hutan Kita Juara". Tema tersebut dimaksudkan bahwa Indonesia memang bangsa juara karena hutannya yang sangat luas dan menduduki peringkat ke-3 di dunia. Maka prestasi juara itu harus tetap dipertahankan dengan melakukan aksi nyata melindungi hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Bersama dengan perayaan Hari Hutan Indonesia, adopsi hutan bisa dimulai sesegera mungkin agar semakin cepat hutan terlindungi untuk manfaat besar yang akan kita rasakan. Meskipun perayaan Hari Hutan Indonesia hanya sehari dalam setahun, diharapkan semangat menjaga hutan akan terus terjaga di keseharian masyarakat Indonesia.


Selain Adopsi Hutan, Apa Lagi yang Bisa Kita Lakukan Bersama?

Adopsi hutan dan memperingati Hari Hutan Indonesia hanya sebagian cara nyata untuk menjaga hutan kita. Cara mudah melestarikan hutan dengan cara berdonasi dan perayaan itu tentu bukan satu-satunya yang bisa kita lakukan. Masih ada empat cara lain yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk memberi dampak besar pada hutan di negara ini.

1. Kampanye Jaga Hutan
Banyak cara untuk bisa menyebarluaskan kampanye jaga hutan. Kita bisa jadi sukarelawan, menyebarkan petisi, mendonasikan uang, serta mendukung organisasi yang mendukung perlindungan hutan. Cara mudah ini tentu tidak akan sulit dilakukan generasi milenial dengan memanfaatkan berbagai media sosial.

2. Mengonsumsi Hasil Hutan Non-Kayu
Bersama Hutan Itu Indonesia, masyarakat diajak untuk bijak dalam menggunakan hasil hutan non-kayu sebagai sumber penghasilan. Kita juga dituntut untuk meningkatkan perekenomian dengan membeli hasil hutan non-kayu yang diambil dengan cara baik. Dengan begitu, maka kita sedang bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia.

3. Berkunjung ke Hutan
Jalan-jalan ke hutan? Terdengar sangat menyenangkan, bukan? Berkunjung ke hutan bukan sekadar mengisi waktu liburan tapi juga bisa sebagai ajang mengenal alam dengan lebih baik. Berkunjung ke hutan akan membuat kita menikmati keindahan hutan, menghirup udara segar dan bersihnya, sampai bertemu masyarakat sekitar hutan yang hidup harmonis dengan alam.

4. Bercerita dengan Karya
Hutan tidak hanya bisa dinikmati kemudian selesai begitu saja. Keindahan dan nilai dari hutan seharusnya bisa ditangkap untuk disampaikan kembali dalam karya yang membanggakan. Dengan cara ini, cerita dari hutan bisa semakin meluas dan didengar banyak orang. Harapannya, cinta terhadap hutan bisa dirasakan semua orang sampai akhirnya mereka sadar dan turut berkontribusi dalam langkah penting menjaga dan melestasikan hutan. Seperti inilah bentuk cinta kepada hutan yang diisi dengan banyak penampilan istimewa pada perayaan Hari Hutan Indonesia 7 Agustus lalu:



Kini, menjaga dan melestarikan hutan bukan lagi sekadar wacana atau pengetahuan belaka. Siapapun bisa ikut serta dalam menjaga hutan dengan cara mudah, salah satunya adopsi hutan. Hari Hutan Indonesia juga telah ditetapkan sebagai momen untuk fokus pada terjaganya hutan bersama seluruh keanekaragaman yang ada di dalamnya, serta sebagai bentuk syukur atas hutan melimpah yang membuat negara ini kaya raya.

Salam,


7 Aug 2020

Pekan ASI Sedunia 2020: Memaknai Pemberian ASI secara Lebih Luas

12:38 0 Comments

 

pekan asi sedunia
Photo by NIKOLAY OSMACHKO from Pexels

Pekan ASI Sedunia diperingati mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus. Setiap tahunnya Pekan ASI selalu hadir dengan tema yang berbeda. Setelah pada tahun lalu, Pekan ASI mengusung tema peran ayah, maka tahun ini tema lingkungan hidup dijadikan fokus utama. Secara resmi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet untuk Pekan ASI Sedunia 2020.


Setiap tema yang ditetapkan selalu membawa pesan. Begitu juga dengan tema pada Pekan ASI tahun ini. Isu lingkungan hidup memang tengah menjadi sorotan utama pada masa ini. Terlebih saat ini seluruh dunia sedang menghadapi penyebaran virus Corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi. Tema tahun ini juga sekaligus membuktikan bahwa pemberian ASI juga bisa berdampak bagi lingkungan secara khusus, dan untuk seluruh dunia secara umum.


Mengenal Sejarah Pekan ASI Sedunia

Melalui Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week, UNICEF dan WHO mengupayakan kesadaran seluruh masyarakat dunia akan pentingnya pemberian ASI untuk bayi pada usia yang tepat. Peringatan ini mulai diresmikan sejak tahun 1992. Alasan untuk pentingnya pemberian ASI tentu fokus untuk masalah kesehatan dan perkembangan bayi. Namun peringatan ini ternyata juga bisa berdampak lebih besar, seperti yang dijelaskan dalam tema Pekan ASI Sedunia pada tahun ini.


Makna Tema Pekan ASI Sedunia 2020

Tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet yang ditetapkan pada tahun ini bukan tanpa alasan. WHO ingin memberikan pesan lebih luas terhadap masyarakat dunia melalui peringatan Pekan ASI Sedunia kali ini. Pemberian ASI diharapkan bisa membawa efek positif bagi kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Lingkungan hidup yang semakin hari semakin bermasalah akibat ulah manusia diharapkan bisa kembali membaik dengan salah satunya upaya pemberian ASI.


Pesan dari WHO melalui tema Pekan ASI Sedunia tahun ini juga berhubungan dengan wabah virus Corona yang tengah melanda seluruh dunia. Dengan adanya wabah virus ini, seharunya semua masyarakat dunia kembali sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena manusia hidup di alam, maka sudah seharusnya ikut menjaga kelestarian tempat tinggal tersebut. Dengan kesadaran penuh dalam menjaga lingkungan melalui pemberian ASI, diharapkan planet yang ditempati menjadi planet yang lebih sehat hingga seluruh penghuninya juga turut sehat.


Manfaat Pemberian ASI

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya. Anak yang merupakan titipan Tuhan menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi orangtua. Ada banyak hal yang harus dimaksimalkan ketika seseorang sudah berstatus sebagai orangtua. Salah satunya dengan memberikan asupan makanan terbaik bagi sang anak. Bagi anak, sumber makanan terbaik saat baru lahir hingga usia 6 bulan tentu adalah ASI. Sayangnya, tidak semua ibu beruntung bisa memberikan ASI kepada sang buah hati.


Sementara bagi ibu yang beruntung bisa memberikan ASI pada anak, hal tersebut sangat patut disyukuri. ASI yang terbentuk alami dalam tubuh ibu dan keluar sebagai sumber makanan bayi memiliki manfaat yang begitu banyak. Bisa dipastikan tidak ada satupun merk susu pengganti yang lebih bagus dari ASI. Itu berarti bahwa ASI menjadi pilihan pertama bagi bayi. Inilah manfaat pemberian ASI.


1. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Jika bercita-cita memiliki anak yang sehat dan tidak mudah sakit, maka usahakan memberinya ASI eksklusif. Anggapan ini bukan mitos, melainkan fakta yang terbukti kebenarannya. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang akan membentuk sistem kekebalan pada tubuh bayi dan berfungsi untuk melawan bakteri dan virus. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif akan lebih mudah terhindar dari diare, alergi, asma, infeksi telinga dan saluran pernapasan, konstipasi hingga meningitis. Bayi juga tidak mudah mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.


2. Mendukung Kecerdasan Anak

ASI adalah salah satu bibit terbaik untuk membentuk anak dengan IQ tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Tentu saja kecerdasan anak tidak akan maksimal hanya dengan memberikan ASI. Orangtua harus bisa memberikan rangsangan yang tepat untuk perkembangan otak anak sesuai usianya. Dengan memberikan ASI dan pelengkap lainnya, anak akan tumbuh dengan otak yang cerdas.


3. Menjaga Berat Badan Ideal Anak

Banyak orang menganggap bahwa anak gemuk adalah anak yang sehat. Namun sebenarnya sehat atau tidaknya anak tercermin dari berat badan yang ideal sesuai umurnya. Jadi tidak selamanya badan gemuk itu selalu sehat. Anak-anak harus memiliki berat badan yang cukup agar bisa tumbuh dengan optimal. ASI merupakan sumber makanan yang mampu menjaga berat badan ideal anak. Meskipun anak yang diberikan ASI tidak akan menjadi sangat gemuk, tapi bisa dipastikan anak tersebut sehat jasmaninya dan bisa berkembang dengan baik.


4. Memperkuat Hubungan Ibu dan Anak

Pemberian ASI ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan anak. Memberikan ASI juga merupakan salah satu upaya membangun kedekatan dengan anak. Ikatan yang terjalin antara ibu dan anak yang disusui akan lebih kuat. Sentuhan demi sentuhan yang terjadi selama proses menyusui mampu membangung interaksi antara ibu dan anak. Keduanya akan menjadi sepasang orangtua dan anak yang nantinya bisa dengan mudah saling mengerti.


5. Membawa Manfaat Banyak bagi Ibu

Manfaat ASI bagi anak sudah tidak perlu diragukan lagi. Ternyata tidak berhenti sampai di situ, ASI juga bisa membawa dampak positif bagi sang ibu. Memberikan ASI secara eksklusif dipercaya bisa menjadi alat kontrasepsi alami yang tentu aman dan tanpa efek samping. Ibu yang menyusui juga akan lebih terjaga berat badannya karena aktivitas menyusui bisa membakar kalori. Meskipun belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, namun sudah banyak ibu yang mengalaminya.


6. Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Manfaat yang satu ini sesuai dengan apa yang sedang digalakkan pada Pekan ASI Sedunia 2020. Memberikan ASI kepada bayi diharapkan bisa mengurangi pemberian makanan kemasan yang mungkin bisa mencemari lingkungan. Karena memang ASI tidak membutuhkan persiapan apapun untuk penyajiannya, jadi pemberian ASI dipastikan tidak akan menghasilkan sampah. Menurut WHO, pemberian ASI bisa menyelamatkan 820.000 di seluruh dunia. WHO juga menekankan kepada setiap negara untuk memberikan fokus terhadap anjuran pemberian ASI dengan memberikan dukungan fasilitas yang memadai.


Mitos Seputar ASI

Manfaat ASI yang sangat bagus telah disepakati semua orang. Namun masih saja ada mitos yang beredar dan sering menimbulkan kebingungan terutama bagi ibu baru. Umumnya mitos itu berhubungan dengan anggapan yang sudah dipercaya sejak lama. Sayang sekali apabila mitos tersebut masih dipercaya hingga kini dan menjadi penghalang manfaat ASI bagi anak maupun ibu. Seperti inilah mitos-mitos seputar ASI yang seharusnya tidak diikuti.


1. Ibu Kesulitan Menghasilkan ASI yang Cukup

Banyak ibu berhenti memberi ASI atau memutuskan untuk menambah susu formula karena merasa tidak bisa memproduksi jumlah yang cukup bagi baginya. Faktanya, ASI yang dihasilkan sudah pasti sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika memang bayi masih menunjukkan ekspresi kurang minum, itu bisa disebabkan banyak faktor, seperti posisi menyusui yang tidak tepat. Ibu perlu memaksimalkan produksi ASI dengan makan yang cukup dan berolahraga.


2. Menyusui Dapat Mengubah Bentuk Payudara

Bentuk payudara yang berubah menjadi lebih kendur sering menjadi ketakutan utama para ibu. Hal inilah yang kadang membuat ibu enggan menyusui anaknya. Padahal yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Perubahan bentuk payudara lebih disebabkan gravitasi dan pertambahan usia. Bentuk payudara bisa kembali seperti sebelum hamil jika ibu melakukan berbagai perawatan.


3. Menyusui Bisa Membuat Puting Sakit

Puting sakit bahkan lecet dianggap hal wajar ketika menyusui terutama ketika baru saja melahirkan. Cara menyusui yang benar bisa menghindarkan sang ibu dari puting sakit atau lecet. Jadi pastikan memberikan ASI dengan posisi yang benar. Puting yang sudah terlanjur lecet juga bisa dengan mudah disembuhkan tanpa obat apapun.


4. Makanan Ibu Berpengaruh terhadap Produksi ASI

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa ibu menyusui perlu menghindari makanan atau minuman tertentu yang ditakutkan akan mempengaruhi kualitas ASI. Misalnya saja, ibu menyusui dilarang makan makanan pedas agar air susu tidak membuat bayi sakit perut. Satu lagi, ibu menyusui dilarang minum es agar bayi tidak pilek. Kenyataannya, apa yang dikonsumsi ibu menyusui tidak langsung berpengaruh terhadap ASI yang diterima anak. Asal apa yang dimakan tidak berlebihan, air susu akan tetap baik bagi bayi.


Dengan mengetahui sejarah Pekan ASI Sedunia, manfaat ASI dan mitos yang sering meliputinya, diharapkan semua ibu bisa semakin tahu dan paham. Pengetahuan itu juga diperlukan agar tidak ada kesalahan lagi dalam pemberian ASI sehingga manfaatnya bisa diserap maksimal. Dengan tema pada Pekan ASI Sedunia 2020 ini, semoga semakin banyak orang yang peduli akan pentingnya ASI yang ternyata bisa juga menjaga keseimbangan lingkungan.


Salam,


29 Jul 2020

5 Contoh Bisnis Rumahan yang Menguntungkan di Masa Pandemi

04:55 0 Comments
contoh bisnis rumahan yang menguntungkan
Photo by savio yu from Pexels 

Wabah virus Corona telah merubah tatanan di seluruh dunia. Perubahan itu kemudian berdampak besar pada kehidupan manusia. Sayangnya, perubahan yang terjadi lebih cenderung ke arah yang lebih merugikan. Salah satu contoh yang paling nyata adalah banyaknya orang yang harus kehilangan pekerjaan. Orang yang masih mungkin melakukan pekerjaan pun terancam mengalami penurunan pendapatan. Dalam masa sulit ini, tidak ada salahnya kita mencari tahu tentang contoh bisnis rumahan yang menguntungkan. Terutama bagi yang tinggal di Medan, situs Medan Top bisa dijadikan referensi untuk cari tahu ide usaha.

Mengapa harus bisnis? Dan mengapa juga harus jenis bisnis rumahan? Mari kita pelajari sebabnya. Dalam bisnis yang kita bangun sendiri, kita bisa mengatur segala sesuatunya dengan bebas. Kita bisa menentukan bidang bisnisnya. Kita juga bisa menentukan produk yang dijual berdasarkan peluang di pasaran. Kita bahkan bisa mengatur waktu sendiri tanpa perlu takut ancaman pemutusan hubungan kerja yang belakangan banyak terjadi. Intinya adalah, bisnis merupakan satu-satunya cara yang bisa kita ambil untuk tetap berpenghasilan di masa pandemi ini.

Saat ini kehidupan manusia tengah dibatasi. Tidak lagi seperti dulu yang bisa bebas beramai-ramai, kini perkumpulan dan kerumunan sangat dihindari. Hal ini lagi-lagi dilakukan untuk tujuan menekan penyebaran virus Corona. Mau tidak mau, semua orang harus membatasi aktivitas di luar rumah. Inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa harus mencari ide atau contoh bisnis rumahan yang menguntungkan. Maksudnya agar kita tetap bisa lebih banyak di rumah, namun penghasilan tidak terhenti.

Melihat dari alasan di atas, wajar sekali jika sekarang semakin banyak orang memulai membuka bisnis. Bahkan orang-orang yang dulunya bekerja sebagai karyawan, kini mulai menyesuaikan diri sebagai seorang pebisnis. Namun kita perlu memperhatikan dengan teliti tentang keputusan memulai bisnis. Kita tidak bisa asal memilih bisnis tertentu tanpa pertimbangan apapun. Bagaimanapun bisnis akan selalu dimulai dengan modal dan modal tidak bisa disalahgunakan di masa pandemi ini. Maka kita harus mempertimbangkan banyak hal.

Salah satu pertimbangan yang bisa kita pikirkan saat memulai bisnis yaitu tentang peluang keuntungannya. Kita memang sudah seharusnya memulai bisnis yang diperkirakan bisa mendapat respon bagus dari pasar. Dengan kata lain, produk atau jasa yang kita tawarkan seharusnya merupakan apa yang dibutuhkan oleh pasar. Inilah beberapa ide atau contoh bisnis rumahan yang menguntungkan yang bisa dicoba.

Jual Kebutuhan Sehari-hari

Barang-barang kebutuhan sehari-hari akan selalu dicari setiap waktu. Inilah alasan mendasar mengapa bisnis ini terbilang menjanjikan. Kita bisa memulainya dengan membuka sebuah kios kecil yang menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga seperti sembako dan sejenisnya. Bisnis ini bisa diawal dengan modal minim. Namun pengelolaannya harus tertata agar bisa mendatangkan untung besar dan akhirnya bisnis bisa berkembang lebih besar.

Jual Kebutuhan Komunikasi

Saat ini semua orang menggunakan ponsel. Tidak hanya untuk melakukan panggilan telepon, alat komunikasi masa kini juga berguna untuk mengakses internet. Pulsa dan paket data sudah termasuk dalam kebutuhan penting bagi hampir semua orang. Maka inilah kesempatan bagus untuk menjadikannya sebagai peluang bisnis. Jual pulsa dan paket data juga bisa dimulai dengan modal kecil. Kebutuhan ini akan selalu dicari sehingga peluang ruginya hampir tidak ada.

Jual Makanan Siap Santap

Bisnis kuliner memang bukan termasuk bidang baru. Bahkan setiap waktu, pelaku bisnis kuliner semakin bertambah. Memang makanan merupakan kebutuhan semua orang. Tak heran jika bisnis kuliner dipandang bisa mendatangkan untung besar. Makanan siap santap sebaiknya lebih dipilih daripada makanan mentah atau setengah jadi. Hal ini sesuai dengan kebutuhan manusia masa kini yang lebih suka segalanya serba praktis dan cepat.

Jual Kebutuhan Bangunan

Ketika ekonomi lesu seperti sekarang ini, memang sangat kecil kemungkinan orang melakukan pendirian bangunan. Namun tetap tidak ada salahnya bisnis ini dicoba. Untuk memperbesar peluangnya, strategi marketing secara online bisa dilakukan. Cara marketing modern ini bisa menjangkau target pasar yang lebih luas dibanding marketing dengan cara konvensional. Cukup dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial, bisnis kebutuhan bangunan secara online bisa menghasilkan untung besar.

Jual Item Fashion

Bisnis fashion juga bukan tergolong usaha jenis baru. Bisnis ini sudah sangat umum dilakukan dan bisa jadi ide yang menguntungkan di masa pandemi ini. Lingkup bisnis ini sangat luas karena produk yang bisa dijual ada banyak macam. Untuk memulai bisnis ini bahkan bisa tanpa modal dengan memanfaatkan berbagai peluang reseller. Peluang untungnya juga lumayan bisa untuk kebutuhan sehari-hari.

Lima ide di atas merupakan contoh bisnis rumahan yang menguntungkan karena tidak perlu modal besar. Banyak supplier yang menyediakan barang siap jual. Semua jenis bisnis di atas bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan internet. Di masa pandemi ini, kita memang dituntut harus kreatif agar tetap bisa bertahan hidup.

Salam,

16 Jul 2020

Tips Jaga Kewarasan ala Introvert, Biar Jauh dari Stress

20:34 0 Comments
Photo by Vlada Karpovich from Pexels

Apakah kamu merasa selalu nyaman berada di dalam rumah?
Lalu di saat yang sama kamu juga malas keluar rumah kecuali hanya untuk hal yang sangat penting?
Kemudian ketika berada di keramaian, kamu segera ingin bergegas pulang?
Kalau iya, maka kamu bisa dikategorikan dalam kepribadian introvert. Sama seperti aku yang juga sama sekali nggak ragu menyebut diri sebagai seorang introvert, karena memang semua ciri khususnya selalu aku rasakan.

Selain beberapa ciri di atas, aku juga merasakan ciri lain. Seperti, nggak nyaman ketika mendengar musik terlalu keras, nggak bisa dengan mudah berbaur dengan orang lain di suatu perkumpulan dan lebih sulit memulai pembicaraan dengan orang asing. Kalau orang lain melihatnya, mungkin aku dianggap asyik dengan duniaku sendiri.

Anggapan 'asyik dengan dunia sendiri' nggak akan aku sangkal. Aku memang lebih memilih nggak berlama-lama ketika berada di pesta. Aku akan melakukan hal secukupnya yang memang perlu dilakukan, lalu setelahnya akan beranjak dari tempat tersebut. Aku merasa nggak terlalu perlu harus mengobrol dengan banyak orang, berbasa-basi dan bahkan sampai menghabiskan waktu.

Sementara aku bisa betah seharian berada di dalam rumah dan pergi keluar hanya untuk hal yang sangat penting, seperti berbelanja. Kalau niatnya untuk bersenang-senang, aku memang bisa melakukannya di luar rumah tapi itu bukan pilihan utama. Pilihan utamaku tetap di dalam rumah dan mengerjakan apa saja yang aku senangi.

Melihat dari kecenderungan yang aku paparkan di atas, mungkin banyak yang beranggapan bahwa orang sepertiku nggak pernah ditimpa stress. Mungkin orang lain menganggap aku selalu bisa bersenang-senang karena semua syaratnya nggak sulit. Ya, orang introvert memang bisa menemukan kesenangan tanpa harus keluar rumah, pun tanpa harus bertemu dengan banyak orang. Terlihat mudah dan sederhana dibanding cara extrovert bersenang-senang yang harus begini dan begitu.

Anggapan bahwa seorang introvert lebih jarang stress memang bisa dibenarkan. Tapi hanya sekadar "jarang" itu bukan berarti nggak pernah sama sekali. Apalagi bagi seorang ibu rumah tangga sepertiku, stress sepertinya sudah menjadi satu paket dalam kesibukan sehari-hari. Tetap saja, semua orang bisa terkena stress, tak terkecuali orang dengan kepribadian introvert.

Stress bagi seorang introvert bisa ditandai dengan beberapa hal. Misalnya jadi lebih mudah marah. Bisa juga gejala stress seorang introvert terlihat dari perubahan dari tubuhnya, seperti wajah berjerawat. Ada juga efek stress yang berakibat pada kondisi tubuh yang menurun. Seorang introvert harus menyadari gejala tersebut sebelum sampai pada tahap depresi. Beberapa hal di bawah ini biasa aku lakukan ketika merasa jenuh mendekati stress dan bisa jadi rekomendasi untuk menjaga kewarasan.



Minum Kopi

Pernah nggak sih merasa pekerjaan rumah tangga nggak ada habisnya? Mulai dari terjaga hingga hampir terlelap lagi, sepertinya ada terus yang minta untuk dikerjakan. Terlebih bagi ibu rumah tangga yang juga memiliki pekerjaan sampingan, berjualan online atau freelancer misalnya. Rasanya waktu 24 jam nggak pernah cukup. Pun ketika waktu itu bisa ditambah, sepertinya juga tetap saja kurang.

Setelah semua aktivitas beruntun itu, tubuh pasti akan merasakan kelelahan. Parahnya, nggak cuma tubuh yang bisa merasakan efek dari pekerjaan rumah. Pikiran pun juga merasakan dampaknya yang disebut stress dan itu justru akibat yang bisa fatal jika dibiarkan.

Bagi seorang extrovert, bisa saja dia pergi ke kafe untuk memesan minuman atau makanan kesukaan. Namun bagi introvert, pergi ke kafe bukan satu-satunya pilihan utama. Sama-sama bisa menikmati minuman kesukaan, seorang introvert bisa membuat sendiri kopi di rumah. Itu yang selalu aku lakukan di sela kegiatan.

Aku minum kopi nggak setiap hari, tapi hanya pada waktu-waktu tertentu ketika merasa benar-benar butuh penyegaran. Dan, cara itu selalu berhasil membuatku lebih baik dan kembali bersemangat. Kalau nggak suka kopi coba saja minuman lain yang disukai. Yang terpenting, berikan hak diri sendiri untuk menikmati sesuatu yang disukai meski hanya di dalam rumah.


Baca Buku

Seorang extrovert tanpa berpikir panjang akan pergi ke suatu tempat ketika ia merasa bosan. Ia akan memanggil teman-temannya untuk berkumpul. Mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengobrol dan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Kemudian ia akan kembali ke rumah dengan perasaan yang lebih baik dan kebosanan yang sudah musnah.

Pergi ke luar jelas bukan pilihan bagi seorang introvert. Seperti aku ini misalnya, akan tetap memilih di rumah sekalipun bosan melanda. Aku memang butuh suasana baru tapi bukan dengan cara keluar rumah. Buku lah yang aku jadikan media untuk penyegaran pikiran. Dengan membaca buku, aku sedikit bisa beralih dari dunia nyata yang penuh kesibukan ke dunia lain dengan nuansa yang berbeda. Setelah membaca, aku biasanya merasa lebih tenang dan lebih siap melakukan aktivitas.



Nonton Video

Tips yang satu ini bisa dilakukan siapa saja, tidak hanya bagi seseorang introvert. Aku menaruh tips ini di bagian akhir karena ini bukan hal yang aku lakukan pertama kali jika dilanda kebosanan. Tapi tips ini bisa jadi pilihan lain ketika dua pilihan di atas sudah dilakukan dan masih saja 'kewarasan' belum kembali.

Video yang aku pilih untuk tonton pun mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Seseorang dengan kepribadian extrovert mungkin akan lebih memilih menonton film atau mendengarkan video musik. Tapi aku lebih suka menonton video dengan tema komedi atau yang berisi unsur pengetahuan. Tidak hanya dari YouTube, aku pun suka menonton video dari halaman tertentu di Facebook.


Rebahan atau Tidur

Tips terakhir ini mungkin terdengar konyol. Tapi ini sungguh aku lakukan dan selalu bisa mengembalikan kewarasan yang sempat berkurang karena berbagai keruwetan. Bagiku tidur bukan suatu hal yang mudah dilakukan jika lagi nggak ngantuk. Aku bukan tipe orang yang bisa tidur di sembarang tempat dan waktu. Namun aku cukup bisa mengandalkan tidur untuk mengembalikan energi.

Kalau nggak bisa tidur sungguhan, setidaknya aku merebahkan tubuh sejenak di tempat tidur. Cara ini membuatku rileks karena otot-otot yang tegang mulai terasa kendur. Jika waktunya memungkinkan, aku bisa tidur selama beberapa saat. Namun kalau nggak memungkinkan, aku memilih rebahan beberapa menit sebelum kembali ke aktivitas.

Dari keempat cara di atas, aku mengurutkannya berdasarkan pilihan yang bisa aku ambil lebih dulu. Minum kopi adalah pilihan yang pertama. Dan tidur adalah pilihan terakhir jika cara yang sebelumnya nggak memperlihatkan hasil. Cara tersebut juga yang menurutku paling nyaman dilakukan, mungkin karena seorang introvert nggak bisa kalau harus melakukan hal yang berhubungan dengan orang banyak.


Seorang introvert bukan berarti ia nggak bisa terkungkung dalam kejenuhan. Walaupun kesukaannya berada di dalam rumah dengan orang itu-itu saja yang ditemuinya, kadang kesibukan aktivitas membuatnya merasakan stress. Stress perlu dikenali gejalanya agar bisa didapatkan solusi untuk mengatasinya. Pasalnya stress harus segera diredakan karena akibatnya bisa sampai pada depresi yang kemudian bisa berdampak lebih luas.

Salam,