7 Aug 2020

Pekan ASI Sedunia 2020: Memaknai Pemberian ASI secara Lebih Luas

12:38 0 Comments

 

pekan asi sedunia
Photo by NIKOLAY OSMACHKO from Pexels

Pekan ASI Sedunia diperingati mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus. Setiap tahunnya Pekan ASI selalu hadir dengan tema yang berbeda. Setelah pada tahun lalu, Pekan ASI mengusung tema peran ayah, maka tahun ini tema lingkungan hidup dijadikan fokus utama. Secara resmi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet untuk Pekan ASI Sedunia 2020.


Setiap tema yang ditetapkan selalu membawa pesan. Begitu juga dengan tema pada Pekan ASI tahun ini. Isu lingkungan hidup memang tengah menjadi sorotan utama pada masa ini. Terlebih saat ini seluruh dunia sedang menghadapi penyebaran virus Corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi. Tema tahun ini juga sekaligus membuktikan bahwa pemberian ASI juga bisa berdampak bagi lingkungan secara khusus, dan untuk seluruh dunia secara umum.


Mengenal Sejarah Pekan ASI Sedunia

Melalui Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week, UNICEF dan WHO mengupayakan kesadaran seluruh masyarakat dunia akan pentingnya pemberian ASI untuk bayi pada usia yang tepat. Peringatan ini mulai diresmikan sejak tahun 1992. Alasan untuk pentingnya pemberian ASI tentu fokus untuk masalah kesehatan dan perkembangan bayi. Namun peringatan ini ternyata juga bisa berdampak lebih besar, seperti yang dijelaskan dalam tema Pekan ASI Sedunia pada tahun ini.


Makna Tema Pekan ASI Sedunia 2020

Tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet yang ditetapkan pada tahun ini bukan tanpa alasan. WHO ingin memberikan pesan lebih luas terhadap masyarakat dunia melalui peringatan Pekan ASI Sedunia kali ini. Pemberian ASI diharapkan bisa membawa efek positif bagi kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Lingkungan hidup yang semakin hari semakin bermasalah akibat ulah manusia diharapkan bisa kembali membaik dengan salah satunya upaya pemberian ASI.


Pesan dari WHO melalui tema Pekan ASI Sedunia tahun ini juga berhubungan dengan wabah virus Corona yang tengah melanda seluruh dunia. Dengan adanya wabah virus ini, seharunya semua masyarakat dunia kembali sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena manusia hidup di alam, maka sudah seharusnya ikut menjaga kelestarian tempat tinggal tersebut. Dengan kesadaran penuh dalam menjaga lingkungan melalui pemberian ASI, diharapkan planet yang ditempati menjadi planet yang lebih sehat hingga seluruh penghuninya juga turut sehat.


Manfaat Pemberian ASI

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya. Anak yang merupakan titipan Tuhan menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi orangtua. Ada banyak hal yang harus dimaksimalkan ketika seseorang sudah berstatus sebagai orangtua. Salah satunya dengan memberikan asupan makanan terbaik bagi sang anak. Bagi anak, sumber makanan terbaik saat baru lahir hingga usia 6 bulan tentu adalah ASI. Sayangnya, tidak semua ibu beruntung bisa memberikan ASI kepada sang buah hati.


Sementara bagi ibu yang beruntung bisa memberikan ASI pada anak, hal tersebut sangat patut disyukuri. ASI yang terbentuk alami dalam tubuh ibu dan keluar sebagai sumber makanan bayi memiliki manfaat yang begitu banyak. Bisa dipastikan tidak ada satupun merk susu pengganti yang lebih bagus dari ASI. Itu berarti bahwa ASI menjadi pilihan pertama bagi bayi. Inilah manfaat pemberian ASI.


1. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Jika bercita-cita memiliki anak yang sehat dan tidak mudah sakit, maka usahakan memberinya ASI eksklusif. Anggapan ini bukan mitos, melainkan fakta yang terbukti kebenarannya. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang akan membentuk sistem kekebalan pada tubuh bayi dan berfungsi untuk melawan bakteri dan virus. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif akan lebih mudah terhindar dari diare, alergi, asma, infeksi telinga dan saluran pernapasan, konstipasi hingga meningitis. Bayi juga tidak mudah mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.


2. Mendukung Kecerdasan Anak

ASI adalah salah satu bibit terbaik untuk membentuk anak dengan IQ tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Tentu saja kecerdasan anak tidak akan maksimal hanya dengan memberikan ASI. Orangtua harus bisa memberikan rangsangan yang tepat untuk perkembangan otak anak sesuai usianya. Dengan memberikan ASI dan pelengkap lainnya, anak akan tumbuh dengan otak yang cerdas.


3. Menjaga Berat Badan Ideal Anak

Banyak orang menganggap bahwa anak gemuk adalah anak yang sehat. Namun sebenarnya sehat atau tidaknya anak tercermin dari berat badan yang ideal sesuai umurnya. Jadi tidak selamanya badan gemuk itu selalu sehat. Anak-anak harus memiliki berat badan yang cukup agar bisa tumbuh dengan optimal. ASI merupakan sumber makanan yang mampu menjaga berat badan ideal anak. Meskipun anak yang diberikan ASI tidak akan menjadi sangat gemuk, tapi bisa dipastikan anak tersebut sehat jasmaninya dan bisa berkembang dengan baik.


4. Memperkuat Hubungan Ibu dan Anak

Pemberian ASI ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan anak. Memberikan ASI juga merupakan salah satu upaya membangun kedekatan dengan anak. Ikatan yang terjalin antara ibu dan anak yang disusui akan lebih kuat. Sentuhan demi sentuhan yang terjadi selama proses menyusui mampu membangung interaksi antara ibu dan anak. Keduanya akan menjadi sepasang orangtua dan anak yang nantinya bisa dengan mudah saling mengerti.


5. Membawa Manfaat Banyak bagi Ibu

Manfaat ASI bagi anak sudah tidak perlu diragukan lagi. Ternyata tidak berhenti sampai di situ, ASI juga bisa membawa dampak positif bagi sang ibu. Memberikan ASI secara eksklusif dipercaya bisa menjadi alat kontrasepsi alami yang tentu aman dan tanpa efek samping. Ibu yang menyusui juga akan lebih terjaga berat badannya karena aktivitas menyusui bisa membakar kalori. Meskipun belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, namun sudah banyak ibu yang mengalaminya.


6. Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Manfaat yang satu ini sesuai dengan apa yang sedang digalakkan pada Pekan ASI Sedunia 2020. Memberikan ASI kepada bayi diharapkan bisa mengurangi pemberian makanan kemasan yang mungkin bisa mencemari lingkungan. Karena memang ASI tidak membutuhkan persiapan apapun untuk penyajiannya, jadi pemberian ASI dipastikan tidak akan menghasilkan sampah. Menurut WHO, pemberian ASI bisa menyelamatkan 820.000 di seluruh dunia. WHO juga menekankan kepada setiap negara untuk memberikan fokus terhadap anjuran pemberian ASI dengan memberikan dukungan fasilitas yang memadai.


Mitos Seputar ASI

Manfaat ASI yang sangat bagus telah disepakati semua orang. Namun masih saja ada mitos yang beredar dan sering menimbulkan kebingungan terutama bagi ibu baru. Umumnya mitos itu berhubungan dengan anggapan yang sudah dipercaya sejak lama. Sayang sekali apabila mitos tersebut masih dipercaya hingga kini dan menjadi penghalang manfaat ASI bagi anak maupun ibu. Seperti inilah mitos-mitos seputar ASI yang seharusnya tidak diikuti.


1. Ibu Kesulitan Menghasilkan ASI yang Cukup

Banyak ibu berhenti memberi ASI atau memutuskan untuk menambah susu formula karena merasa tidak bisa memproduksi jumlah yang cukup bagi baginya. Faktanya, ASI yang dihasilkan sudah pasti sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika memang bayi masih menunjukkan ekspresi kurang minum, itu bisa disebabkan banyak faktor, seperti posisi menyusui yang tidak tepat. Ibu perlu memaksimalkan produksi ASI dengan makan yang cukup dan berolahraga.


2. Menyusui Dapat Mengubah Bentuk Payudara

Bentuk payudara yang berubah menjadi lebih kendur sering menjadi ketakutan utama para ibu. Hal inilah yang kadang membuat ibu enggan menyusui anaknya. Padahal yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Perubahan bentuk payudara lebih disebabkan gravitasi dan pertambahan usia. Bentuk payudara bisa kembali seperti sebelum hamil jika ibu melakukan berbagai perawatan.


3. Menyusui Bisa Membuat Puting Sakit

Puting sakit bahkan lecet dianggap hal wajar ketika menyusui terutama ketika baru saja melahirkan. Cara menyusui yang benar bisa menghindarkan sang ibu dari puting sakit atau lecet. Jadi pastikan memberikan ASI dengan posisi yang benar. Puting yang sudah terlanjur lecet juga bisa dengan mudah disembuhkan tanpa obat apapun.


4. Makanan Ibu Berpengaruh terhadap Produksi ASI

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa ibu menyusui perlu menghindari makanan atau minuman tertentu yang ditakutkan akan mempengaruhi kualitas ASI. Misalnya saja, ibu menyusui dilarang makan makanan pedas agar air susu tidak membuat bayi sakit perut. Satu lagi, ibu menyusui dilarang minum es agar bayi tidak pilek. Kenyataannya, apa yang dikonsumsi ibu menyusui tidak langsung berpengaruh terhadap ASI yang diterima anak. Asal apa yang dimakan tidak berlebihan, air susu akan tetap baik bagi bayi.


Dengan mengetahui sejarah Pekan ASI Sedunia, manfaat ASI dan mitos yang sering meliputinya, diharapkan semua ibu bisa semakin tahu dan paham. Pengetahuan itu juga diperlukan agar tidak ada kesalahan lagi dalam pemberian ASI sehingga manfaatnya bisa diserap maksimal. Dengan tema pada Pekan ASI Sedunia 2020 ini, semoga semakin banyak orang yang peduli akan pentingnya ASI yang ternyata bisa juga menjaga keseimbangan lingkungan.


Salam,


29 Jul 2020

5 Contoh Bisnis Rumahan yang Menguntungkan di Masa Pandemi

04:55 0 Comments
contoh bisnis rumahan yang menguntungkan
Photo by savio yu from Pexels 

Wabah virus Corona telah merubah tatanan di seluruh dunia. Perubahan itu kemudian berdampak besar pada kehidupan manusia. Sayangnya, perubahan yang terjadi lebih cenderung ke arah yang lebih merugikan. Salah satu contoh yang paling nyata adalah banyaknya orang yang harus kehilangan pekerjaan. Orang yang masih mungkin melakukan pekerjaan pun terancam mengalami penurunan pendapatan. Dalam masa sulit ini, tidak ada salahnya kita mencari tahu tentang contoh bisnis rumahan yang menguntungkan. Terutama bagi yang tinggal di Medan, situs Medan Top bisa dijadikan referensi untuk cari tahu ide usaha.

Mengapa harus bisnis? Dan mengapa juga harus jenis bisnis rumahan? Mari kita pelajari sebabnya. Dalam bisnis yang kita bangun sendiri, kita bisa mengatur segala sesuatunya dengan bebas. Kita bisa menentukan bidang bisnisnya. Kita juga bisa menentukan produk yang dijual berdasarkan peluang di pasaran. Kita bahkan bisa mengatur waktu sendiri tanpa perlu takut ancaman pemutusan hubungan kerja yang belakangan banyak terjadi. Intinya adalah, bisnis merupakan satu-satunya cara yang bisa kita ambil untuk tetap berpenghasilan di masa pandemi ini.

Saat ini kehidupan manusia tengah dibatasi. Tidak lagi seperti dulu yang bisa bebas beramai-ramai, kini perkumpulan dan kerumunan sangat dihindari. Hal ini lagi-lagi dilakukan untuk tujuan menekan penyebaran virus Corona. Mau tidak mau, semua orang harus membatasi aktivitas di luar rumah. Inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa harus mencari ide atau contoh bisnis rumahan yang menguntungkan. Maksudnya agar kita tetap bisa lebih banyak di rumah, namun penghasilan tidak terhenti.

Melihat dari alasan di atas, wajar sekali jika sekarang semakin banyak orang memulai membuka bisnis. Bahkan orang-orang yang dulunya bekerja sebagai karyawan, kini mulai menyesuaikan diri sebagai seorang pebisnis. Namun kita perlu memperhatikan dengan teliti tentang keputusan memulai bisnis. Kita tidak bisa asal memilih bisnis tertentu tanpa pertimbangan apapun. Bagaimanapun bisnis akan selalu dimulai dengan modal dan modal tidak bisa disalahgunakan di masa pandemi ini. Maka kita harus mempertimbangkan banyak hal.

Salah satu pertimbangan yang bisa kita pikirkan saat memulai bisnis yaitu tentang peluang keuntungannya. Kita memang sudah seharusnya memulai bisnis yang diperkirakan bisa mendapat respon bagus dari pasar. Dengan kata lain, produk atau jasa yang kita tawarkan seharusnya merupakan apa yang dibutuhkan oleh pasar. Inilah beberapa ide atau contoh bisnis rumahan yang menguntungkan yang bisa dicoba.

Jual Kebutuhan Sehari-hari

Barang-barang kebutuhan sehari-hari akan selalu dicari setiap waktu. Inilah alasan mendasar mengapa bisnis ini terbilang menjanjikan. Kita bisa memulainya dengan membuka sebuah kios kecil yang menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga seperti sembako dan sejenisnya. Bisnis ini bisa diawal dengan modal minim. Namun pengelolaannya harus tertata agar bisa mendatangkan untung besar dan akhirnya bisnis bisa berkembang lebih besar.

Jual Kebutuhan Komunikasi

Saat ini semua orang menggunakan ponsel. Tidak hanya untuk melakukan panggilan telepon, alat komunikasi masa kini juga berguna untuk mengakses internet. Pulsa dan paket data sudah termasuk dalam kebutuhan penting bagi hampir semua orang. Maka inilah kesempatan bagus untuk menjadikannya sebagai peluang bisnis. Jual pulsa dan paket data juga bisa dimulai dengan modal kecil. Kebutuhan ini akan selalu dicari sehingga peluang ruginya hampir tidak ada.

Jual Makanan Siap Santap

Bisnis kuliner memang bukan termasuk bidang baru. Bahkan setiap waktu, pelaku bisnis kuliner semakin bertambah. Memang makanan merupakan kebutuhan semua orang. Tak heran jika bisnis kuliner dipandang bisa mendatangkan untung besar. Makanan siap santap sebaiknya lebih dipilih daripada makanan mentah atau setengah jadi. Hal ini sesuai dengan kebutuhan manusia masa kini yang lebih suka segalanya serba praktis dan cepat.

Jual Kebutuhan Bangunan

Ketika ekonomi lesu seperti sekarang ini, memang sangat kecil kemungkinan orang melakukan pendirian bangunan. Namun tetap tidak ada salahnya bisnis ini dicoba. Untuk memperbesar peluangnya, strategi marketing secara online bisa dilakukan. Cara marketing modern ini bisa menjangkau target pasar yang lebih luas dibanding marketing dengan cara konvensional. Cukup dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial, bisnis kebutuhan bangunan secara online bisa menghasilkan untung besar.

Jual Item Fashion

Bisnis fashion juga bukan tergolong usaha jenis baru. Bisnis ini sudah sangat umum dilakukan dan bisa jadi ide yang menguntungkan di masa pandemi ini. Lingkup bisnis ini sangat luas karena produk yang bisa dijual ada banyak macam. Untuk memulai bisnis ini bahkan bisa tanpa modal dengan memanfaatkan berbagai peluang reseller. Peluang untungnya juga lumayan bisa untuk kebutuhan sehari-hari.

Lima ide di atas merupakan contoh bisnis rumahan yang menguntungkan karena tidak perlu modal besar. Banyak supplier yang menyediakan barang siap jual. Semua jenis bisnis di atas bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan internet. Di masa pandemi ini, kita memang dituntut harus kreatif agar tetap bisa bertahan hidup.

Salam,

16 Jul 2020

Tips Jaga Kewarasan ala Introvert, Biar Jauh dari Stress

20:34 0 Comments
Photo by Vlada Karpovich from Pexels

Apakah kamu merasa selalu nyaman berada di dalam rumah?
Lalu di saat yang sama kamu juga malas keluar rumah kecuali hanya untuk hal yang sangat penting?
Kemudian ketika berada di keramaian, kamu segera ingin bergegas pulang?
Kalau iya, maka kamu bisa dikategorikan dalam kepribadian introvert. Sama seperti aku yang juga sama sekali nggak ragu menyebut diri sebagai seorang introvert, karena memang semua ciri khususnya selalu aku rasakan.

Selain beberapa ciri di atas, aku juga merasakan ciri lain. Seperti, nggak nyaman ketika mendengar musik terlalu keras, nggak bisa dengan mudah berbaur dengan orang lain di suatu perkumpulan dan lebih sulit memulai pembicaraan dengan orang asing. Kalau orang lain melihatnya, mungkin aku dianggap asyik dengan duniaku sendiri.

Anggapan 'asyik dengan dunia sendiri' nggak akan aku sangkal. Aku memang lebih memilih nggak berlama-lama ketika berada di pesta. Aku akan melakukan hal secukupnya yang memang perlu dilakukan, lalu setelahnya akan beranjak dari tempat tersebut. Aku merasa nggak terlalu perlu harus mengobrol dengan banyak orang, berbasa-basi dan bahkan sampai menghabiskan waktu.

Sementara aku bisa betah seharian berada di dalam rumah dan pergi keluar hanya untuk hal yang sangat penting, seperti berbelanja. Kalau niatnya untuk bersenang-senang, aku memang bisa melakukannya di luar rumah tapi itu bukan pilihan utama. Pilihan utamaku tetap di dalam rumah dan mengerjakan apa saja yang aku senangi.

Melihat dari kecenderungan yang aku paparkan di atas, mungkin banyak yang beranggapan bahwa orang sepertiku nggak pernah ditimpa stress. Mungkin orang lain menganggap aku selalu bisa bersenang-senang karena semua syaratnya nggak sulit. Ya, orang introvert memang bisa menemukan kesenangan tanpa harus keluar rumah, pun tanpa harus bertemu dengan banyak orang. Terlihat mudah dan sederhana dibanding cara extrovert bersenang-senang yang harus begini dan begitu.

Anggapan bahwa seorang introvert lebih jarang stress memang bisa dibenarkan. Tapi hanya sekadar "jarang" itu bukan berarti nggak pernah sama sekali. Apalagi bagi seorang ibu rumah tangga sepertiku, stress sepertinya sudah menjadi satu paket dalam kesibukan sehari-hari. Tetap saja, semua orang bisa terkena stress, tak terkecuali orang dengan kepribadian introvert.

Stress bagi seorang introvert bisa ditandai dengan beberapa hal. Misalnya jadi lebih mudah marah. Bisa juga gejala stress seorang introvert terlihat dari perubahan dari tubuhnya, seperti wajah berjerawat. Ada juga efek stress yang berakibat pada kondisi tubuh yang menurun. Seorang introvert harus menyadari gejala tersebut sebelum sampai pada tahap depresi. Beberapa hal di bawah ini biasa aku lakukan ketika merasa jenuh mendekati stress dan bisa jadi rekomendasi untuk menjaga kewarasan.



Minum Kopi

Pernah nggak sih merasa pekerjaan rumah tangga nggak ada habisnya? Mulai dari terjaga hingga hampir terlelap lagi, sepertinya ada terus yang minta untuk dikerjakan. Terlebih bagi ibu rumah tangga yang juga memiliki pekerjaan sampingan, berjualan online atau freelancer misalnya. Rasanya waktu 24 jam nggak pernah cukup. Pun ketika waktu itu bisa ditambah, sepertinya juga tetap saja kurang.

Setelah semua aktivitas beruntun itu, tubuh pasti akan merasakan kelelahan. Parahnya, nggak cuma tubuh yang bisa merasakan efek dari pekerjaan rumah. Pikiran pun juga merasakan dampaknya yang disebut stress dan itu justru akibat yang bisa fatal jika dibiarkan.

Bagi seorang extrovert, bisa saja dia pergi ke kafe untuk memesan minuman atau makanan kesukaan. Namun bagi introvert, pergi ke kafe bukan satu-satunya pilihan utama. Sama-sama bisa menikmati minuman kesukaan, seorang introvert bisa membuat sendiri kopi di rumah. Itu yang selalu aku lakukan di sela kegiatan.

Aku minum kopi nggak setiap hari, tapi hanya pada waktu-waktu tertentu ketika merasa benar-benar butuh penyegaran. Dan, cara itu selalu berhasil membuatku lebih baik dan kembali bersemangat. Kalau nggak suka kopi coba saja minuman lain yang disukai. Yang terpenting, berikan hak diri sendiri untuk menikmati sesuatu yang disukai meski hanya di dalam rumah.


Baca Buku

Seorang extrovert tanpa berpikir panjang akan pergi ke suatu tempat ketika ia merasa bosan. Ia akan memanggil teman-temannya untuk berkumpul. Mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengobrol dan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Kemudian ia akan kembali ke rumah dengan perasaan yang lebih baik dan kebosanan yang sudah musnah.

Pergi ke luar jelas bukan pilihan bagi seorang introvert. Seperti aku ini misalnya, akan tetap memilih di rumah sekalipun bosan melanda. Aku memang butuh suasana baru tapi bukan dengan cara keluar rumah. Buku lah yang aku jadikan media untuk penyegaran pikiran. Dengan membaca buku, aku sedikit bisa beralih dari dunia nyata yang penuh kesibukan ke dunia lain dengan nuansa yang berbeda. Setelah membaca, aku biasanya merasa lebih tenang dan lebih siap melakukan aktivitas.



Nonton Video

Tips yang satu ini bisa dilakukan siapa saja, tidak hanya bagi seseorang introvert. Aku menaruh tips ini di bagian akhir karena ini bukan hal yang aku lakukan pertama kali jika dilanda kebosanan. Tapi tips ini bisa jadi pilihan lain ketika dua pilihan di atas sudah dilakukan dan masih saja 'kewarasan' belum kembali.

Video yang aku pilih untuk tonton pun mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Seseorang dengan kepribadian extrovert mungkin akan lebih memilih menonton film atau mendengarkan video musik. Tapi aku lebih suka menonton video dengan tema komedi atau yang berisi unsur pengetahuan. Tidak hanya dari YouTube, aku pun suka menonton video dari halaman tertentu di Facebook.


Rebahan atau Tidur

Tips terakhir ini mungkin terdengar konyol. Tapi ini sungguh aku lakukan dan selalu bisa mengembalikan kewarasan yang sempat berkurang karena berbagai keruwetan. Bagiku tidur bukan suatu hal yang mudah dilakukan jika lagi nggak ngantuk. Aku bukan tipe orang yang bisa tidur di sembarang tempat dan waktu. Namun aku cukup bisa mengandalkan tidur untuk mengembalikan energi.

Kalau nggak bisa tidur sungguhan, setidaknya aku merebahkan tubuh sejenak di tempat tidur. Cara ini membuatku rileks karena otot-otot yang tegang mulai terasa kendur. Jika waktunya memungkinkan, aku bisa tidur selama beberapa saat. Namun kalau nggak memungkinkan, aku memilih rebahan beberapa menit sebelum kembali ke aktivitas.

Dari keempat cara di atas, aku mengurutkannya berdasarkan pilihan yang bisa aku ambil lebih dulu. Minum kopi adalah pilihan yang pertama. Dan tidur adalah pilihan terakhir jika cara yang sebelumnya nggak memperlihatkan hasil. Cara tersebut juga yang menurutku paling nyaman dilakukan, mungkin karena seorang introvert nggak bisa kalau harus melakukan hal yang berhubungan dengan orang banyak.


Seorang introvert bukan berarti ia nggak bisa terkungkung dalam kejenuhan. Walaupun kesukaannya berada di dalam rumah dengan orang itu-itu saja yang ditemuinya, kadang kesibukan aktivitas membuatnya merasakan stress. Stress perlu dikenali gejalanya agar bisa didapatkan solusi untuk mengatasinya. Pasalnya stress harus segera diredakan karena akibatnya bisa sampai pada depresi yang kemudian bisa berdampak lebih luas.

Salam,

15 Jul 2020

Media Sosial untuk Anak, Seberapa Penting dan Kapan Bisa Mulai Dikenalkan?

17:15 0 Comments
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Saat ini kita tengah hidup di era digital. Jalinan pertemanan tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga bisa terjalin di dunia maya. Untuk itulah kemudian muncul istilah media sosial, yang merupakan platform pertemanan tanpa batasan waktu dan wilayah. Banyak sekali platform media sosial yang sekarang dikenal dan masing-masing memiliki kelebihan masing-masing. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram hingga platform lain untuk berbagi video.

Ketika kita sebagai orangtua bisa menikmati semua kemudahan yang ditawarkan media sosial, jangan sampai lupa bahwa anak-anak juga termasuk dalam era ini. Tentu jauh berbeda dengan zaman kita saat masih kecil, anak-anak zaman sekarang tidak bisa lepas begitu saja dari pengaruh teknologi. Meskipun bukan untuk tujuan bersenang-senang, anak-anak akan tetap membutuhkan teknologi dan gadget untuk hal lain. Sebut saja keperluan sekolah yang sekarang lebih banyak mengandalkan teknologi.

Maka mau tidak mau, kita orangtua juga harus tetap memperkenalkan mereka dengan teknologi. Ternyata tidak hanya cukup sampai di situ, anak-anak bisa saja tahu tentang tren media sosial. Bisa juga mereka melihat teman-temannya sudah memiliki akun media sosial, kemudian anak ingin juga memilikinya. Sebagai orangtua, tugas kita adalah memberi pengarahan dengan cara yang benar. Mengenal media sosial bukan sesuatu yang salah bagi anak. Namun segala sesuatunya harus tepat dan cukup agar tidak ada efek negatifnya.


Seberapa Penting Media Sosial bagi Anak?

Di kalangan selebritis, anak-anak yang memiliki akun media sosial pribadi sudah bukan suatu hal yang baru. Mereka bahkan sengaja membuat akun media sosial untuk anak-anak mereka sejak di dalam kandungan. Kedua orangtua yang berprofesi sebagai selebritis tentu memiliki kesempatan besar untuk mengenalkan akun media sosial sang anak pada public. Lalu dalam waktu cepat, akun media sosial anak langsung banjir pengikut.

Gambaran di atas seolah memberikan petunjuk bahwa tidak masalah jika anak memiliki akun media sosial pribadi. Kemudian para artis itu juga sering menyebutkan bahwa akun media sosial anak sepenuhnya di bawah aturan sang orangtua. Dengan kata lain, meski akun media sosial sudah diatasnamakan kepada anak, tapi seluruh aktivitas akun tersebut dikendalikan oleh orangtua. Sementara bagi kita yang tidak berprofesi sebagai public figure, haruskah mengikuti jejak mereka?

Jawabannya ada dalam prinsip kita. Jika kita termasuk penganut prinsip larangan bermain media sosial bagi anak, sah-sah saja jika kita tidak mengenalkan media sosial sama sekali kepada anak. Akan tetapi kita tetap harus memiliki aturan tentang kapan anak kita bisa mulai mengenal media sosial. Kita sebagai orangtua bisa berdiskusi untuk menentukan pada usia berapa anak-anak nantinya bisa bersosialisasi dengan media sosial. Karena akan sulit jika menghindarkan media sosial dari anak mengingat mereka akan hidup di masa depan ketika segalanya sudah jauh lebih canggih.

Baca juga: Cara Bijak Mendampingi Anak Bermedia Sosial

Ketika kita sudah menentukan kapan anak bisa mulai mengenal media sosial, kita pun sebagai orangtua juga sudah harus memahami kebutuhan mereka. Jangan sampai mengizinkan anak memakai media sosial tanpa tujuan yang penting. Misalnya hanya karena menuruti tren teman sebaya yang sudah punya media sosial. Kita harus mengenali tujuan inti dari memiliki media sosial, seperti halnya ketika anak-anak membuthkan media sosialnya untuk kepentingan pendidikan.

Contoh lain pun banyak ditemui pada anak-anak yang bukan berasal dari keluarga selebritis. Mereka umumnya memiliki akun media sosial dengan nama sendiri dan memiliki banyak pengikut. Mereka biasanya adalah anak-anak yang memiliki kemampuan khusus hingga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan sebagai penerima endorse. Juga tidak ada yang salah dengan anak yang demikian. Lagi-lagi orangtua masih harus tetap memegang peranan utama dalam menjalankan akun tersebut.

Jika memang tidak ada kepentingan apapun yang bersifat penting, pun juga tidak ada akibat buruk apapun jika anak tidak punya akun media sosial, sebaiknya memang tidak terburu-buru dalam mengenalkannya kepada anak. Karena kalaupun dikenalkan lebih dulu, anak tidak akan langsung mengerti apa kegunaannya. Justru anak bisa menggunakan media sosial secara mandiri tanpa campur tangan orangtua dan itu bisa membahayakan.


Kapan Anak Bisa Dikenalkan pada Media Sosial?

Dalam kondisi yang terjadi di kalangan artis, sebenernya tidak ada aturan khusus tentang kapan seharusnya anak mengenal media sosial. Karena meskipun anak-anak para selebritis itu sudah sangat terkenal melalui akun media sosialnya, sang anak sendiri pasti belum memahami betul tentang apa itu media sosial dan kegunaannya. Jadi selama anak masih belum cukup mampu untuk mengerti, sebaiknya memang media sosial atas nama anak tetap diatur oleh orangtua sendiri, bukan admin, bukan orang lain.

Ketika anak sudah mulai mengenal gadget, sebenarnya sudah sangat mungkin bagi anak untuk mengenal media sosial. Karena platform media sosial selalu tersedia di gadget dengan sambungan internet, jadi pasti tidak sulit bagi anak untuk mengaksesnya. Namun jika anak-anak masih dalam usia terlalu dini, mengenalkan media sosial bukan suatu hal yang harus dilakukan meski sebenarnya mereka sudah menggunakan gadget.
Saat anak sudah beranjak dewasa, baru orangtua bisa memberi keleluasaan bagi anak untuk bermedia sosial. Usia yang dirasa sudah tepat mengenal media sosial adalah usia di atas 12 tahun. Pada usia itu, anak-anak sudah mengenal lingkungan pertemanan yang lebih luas. Mereka juga mulai memiliki banyak teman dari berbagai kalangan dan mungkin dari tempat tinggal yang berbeda. Lagi pula, pada usia itu anak-anak mulai bisa berpikir logis tentang apa yang dilakukannya.


Bagaimana Sikap Orangtua dalam Mendampingi Anak Bermedia Sosial?

Orangtua tetap menjadi pemegang peranan utama dalam setiap fase kehidupan anak. Tak terkecuali ketika anak sudah mulai mengenal dunia maya sebagai tempat berteman. Orangtua harus bisa menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas apa yang anaknya lakukan di media sosial. Untuk itu, beberapa hal ini perlu diperhatikan orangtua dalam bersikap dengan bijak terhadap anaknya yang sudah mulai mengenal media sosial.

  • Menjadi Tempat Curhat Paling Nyaman
Tugas orangtua yang terpenting adalah menjadikan dirinya sebagai tempat curahan hati paling nyaman bagi anaknya. Hal ini dimaksudkan agar sang anak bisa menggunakan media sosial untuk hal-hal yang benar. Jika orangtua menjadi tempat curhat paling asyik, maka anak tidak akan mengutarakan perasaannya pada media sosial yang mungkin bisa berakibat buruk. Menjadi pendengar merupakan cara memberi perhatian paling bagus agar anak tidak mencari perhatian kepada orang lain termasuk di media sosial.

  • Memantau Media Sosial Anak
Usia remaja memang menjadi usia yang sangat rentan bagi anak terkena pengaruh buruk. Pengaruh buruk itu bisa didapatkan salah satunya dari media sosial. Untuk itu, orangtua sebaiknya tetap memantau akun media sosial anak secara berkala. Jika perlu, orangtua tahu kata kunci media sosial milik anak supaya bisa memeriksanya setiap saat. Hal ini bukan sebuah bentuk ikut campur orangtua dalam urusan anak, melainkan menghindarkan anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Menciptakan Pertemanan di Dunia Nyata
Meskipun anak sudah mengenal media sosial sebagai tempat pertemanan dunia maya, orangtua masih harus tetap menyediakan kesempatan berteman di dunia nyata. Orangtua masih harus memantau dengan siapa saja anak berteman di lingkungan sekitar atau dengan siapa sang anak sering pergi bermain. Pertemanan dunia nyata akan memberikan pengalaman lain yang tidak didapatkannya dari dunia maya. Selain itu, pertemanan dunia nyata akan menyeimbangkan kebutuhan anak akan sosok teman yang real dan bukan hanya berinteraksi secara virtual.


Semoga tulisan di atas bisa memberikan gambaran kepada orangtua tentang bagaimana harus menyikapi penggunaan media sosial untuk anak. Menjadi orangtua bijak memang tidak bisa terwujud secara instan. Oleh karena itu, kedua orangtua harus selalu berdiskusi dan bekerja sama dengan anggota keluarga lain demi mewujudkan kedisiplinan bagi anak.

Salam,

22 Jun 2020

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Aturan New Normal

19:23 15 Comments
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Berbulan-bulan orang di seluruh dunia hidup dalam banyak keterbatasan karena pandemi Corona. Banyak pembatasan bahkan larangan yang membuat semua orang berada dalam kesulitan. Banyak negara yang menerapkan lockdown. Indonesia sendiri menerapkan aturan pembatasan atau yang disebut PSBB di sebagian besar wilayahnya. Semua orang harus melakukan isolasi di rumah. Hingga akhirnya, pemerintah mengeluarkan imbauan untuk menerapkan new normal. Bisa dikatakan bahwa masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus Corona.

Hidup berdampingan dengan virus Corona tidak berarti harus mengabaikannya. Tidak berarti juga masyarakat menganggap keadaan sudah benar-benar normal seperti dulu hingga bebas melakukan semua aktivitas. Dalam aturan new normal, ada beberapa aturan tentang cara hidup dan masyarakat diminta untuk konsisten melakukannya. Inilah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam aturan new normal.

Baca juga: Tips Mengatur Waktu agar Produktif dan Efektif selama di Rumah Aja


Aturan Saat di Luar Rumah

Sebelumnya, begitu ketat aturan yang melarang orang untuk keluar rumah. Semua orang dianjurkan berdiam di rumah demi bisa mencegah penularan virus Corona. Namun pada aturan new normal, larangan itu kembali dilonggarkan. Orang-orang kembali mendapat kesempatan untuk bebas keluar rumah dan beraktivitas. Syarat utamanya, mereka yang keluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan dan tidak boleh melanggar.

Saat keluar rumah, memakai masker kini sudah menjadi kewajiban. Menggunakan hand sanitizer dan tetap sering mencuci tangan juga harus dilakukan selama berada di luar rumah. Selain itu, keharusan keluar rumah harus didasari alasan yang sangat kuat. Untuk urusan yang tidak mendesak dan tidak terlalu penting atau masih bisa ditunda, sebaiknya mengurungkan niat untuk keluar rumah. Ditambah, keluar rumah tidak dianjurkan bagi orang yang sedang tidak sehat.

Tidak hanya ketika berada di luar, aturan new normal juga berlaku saat kembali ke rumah. Alas kaki harus dilepas sebelum masuk ke rumah. Akan lebih baik jika alas kaki yang baru dipakai disemprot dengan disinfektan. Jangan lupa cuci kaki dan tangan setelah itu dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Lepas semua pakaian dan sebaiknya langsung dicuci. Bersihkan badan dengan mandi. Akan lebih baik memakai air hangat. Pakai pakaian bersih sebelum berkumpul dengan keluarga.


Aturan Menggunakan Transportasi Umum

Setelah sebelumnya banyak transportasi umum yang berhenti beroperasi, aturan new normal membuat sarana tersebut kembali bisa digunakan. Transportasi umum menjadi salah satu jalur penularan virus Corona yang paling rentan sehingga dalam penggunaannya harus mematuhi aturan. Pemakaian masker dan membawa hand sanitizer masih menjadi kewajiban.

Transportasi umum yang biasanya dipenuhi penumpang kini mengharuskan semua orang menjaga jarak. Itu berarti bahwa tidak akan ada alat transportasi yang penuh sesak. Tempat duduk di dalamnya sudah diatur dengan jarak aman. Meski begitu, tetap hindari bersentuhan dengan orang lain sebisa mungkin. Patuhi aturan mengantre dengan tertib. Satu hal yang tidak kalah penting, bawa air minum dengan botol sendiri agar terhindar dari dehidrasi.

Aturan new normal juga harus diterapkan ketika menggunakan jasa ojek. Kini penumpang ojek tidak lagi bisa menggunakan helm yang disediakan. Penumpang harus membawa helm sendiri. Aturan inipun direspon oleh penyedia layanan ojek online dengan melengkapi setiap motor dengan pembatas kaca. Pembatas ini diharapkan bisa menghindarkan penumpang ojek maupun pengendara dari paparan virus.


Aturan dalam Tempat Kerja

Protokol new normal juga penting diberlakukan di area kerja mengingat tempat tersebut sudah pasti menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Tempat kerja termasuk area yang sulit dihindari karena orang yang berada di sana memiliki tujuan yang penting dan bersifat mendesak. Aturan new normal di tempat kerja dimulai dengan pembatasan jam kerja meski tidak semua memberlakukannya. Banyak perusahaan yang juga memberikan aturan pemberian izin bagi pekerjanya yang sakit.

Dalam aktivitas pekerjaan, meja kerja harus diberi jarak lebih jauh satu sama lain. Kalau memungkinkan, bawa bekal makan siang dari rumah. Jika tidak mungkin, bawa saja alat makan sendiri untuk makan di kantin kantor atau tempat makan lainnya. Pilih tempat makan dengan ventilasi udara yang bagus. Jangan ragu untuk saling menegur jika ada rekan yang tidak taat protokol kesehatan.

Baca juga: Life Must Go On! Melanjutkan Kebiasaan Baik dan Beradaptasi dengan New Normal


Aturan Ketika Berbelanja

Berbelanja termasuk aktivitas penting jika itu menyangkut kebutuhan pokok. Karena itulah aktivitas berbelanja masih diperbolehkan bahkan sebelum aturan new normal. Namun aktivitas ini bisa menjadi awal mula penularan virus mengingat tempat belaja merupakan area umum yang pasti dipenuhi banyak orang. Maka dari itu, jangan lupa gunakan masker setiap kali berbelanja. Gunakan fasilitas cuci tangan yang sekarang pasti tersedia di tempat perbelanjaan. Lengkapi dengan penggunaan hand sanitizer.

Gunakan waktu berbelanja dengan bijak. Jangan habiskan waktu di dalam swalayan, supermarket atau sejenisnya. Bawa catatan berisi daftar barang belanjaan agar bisa langsung membeli apa yang dibutuhkan. Tertiblah dalam antrean ketika di depan kasir. Apabila memungkinkan, pakailah cara bayar non tunai agar lebih aman. Kalau terpaksa harus memakai uang, segera cuci tangan setelah membayar sebelu menyentuh benda lain atau bahkan menyentuh muka.

Aturan patuh protokol kesehatan juga perlu dilakukan ketika melakukan belanja online. Meski belanja online dinilai lebih aman karena tanpa harus berkerumun dan bertemu banyak orang, tapi itu juga bisa menjadi sarana penyebaran virus jika tidak waspada. Baik membeli makanan, minuman maupun barang lain, hindari kontak langsung dengan kurir. Beritahu kurir untuk meletakkan paket di luar rumah. Karena itu, gunakan sistem pembayaran non tunai atau gunakan bungkus uang jika tidak bisa menggunakan cara itu. Semprot paket dengan disinfektan. Langsung cuci tangan setelah membukanya.


Aturan Menggunakan Layanan Kesehatan

Kesehatan menjadi fokus paling vital selama masa pandemi Corona ini. Tempat layanan kesehatan menjadi tempat yang paling tinggi risiko penularan virus Corona karena menjadi tempat perawatan pasien positif Covid-19. Meskipun selalu ada ruang khusus untuk pasien tersebut, namun tempat layanan kesehatan tidak benar-benar aman dari virus.

Menanggapi fakta tersebut, semua rumah sakit memberlakukan aturan wajib rapid test untuk semua pasien yang masuk. Walaupun tidak ada gejala yang mengarah ke infeksi virus Corona, tapi hal itu penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Pasalnya telah banyak orang yang memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan enggan untuk jujur tentang riwayatnya. Hingga orang-orang tersebut dinyatakan benar-benar terinfeksi virus Corona dan tenaga medis yang menanganinya sudah pasti terkena dampaknya.

Bukan hanya tenaga medis, semua fasilitas di layanan kesehatan juga rentan menjadi media bersarangnya virus Corona. Sebab itulah, banyak fasilitas kesehatan yang terpaksa tutup terutama tempat praktik dokter yang tidak lagi menerima kunjungan pasien. Padahal seringkali, penyakit tidak bisa diajak kompromi dan perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Dari semua kondisi sulit itu, berkunjung ke dokter menjadi pilihan yang tidak bisa dilakukan dengan segera. Perlu banyak pertimbangan sampai akhirnya harus pergi ke layanan kesehatan. Sebaiknya manfaatkan teknologi dengan melakukan konsultasi secara online dengan tenaga medis. Gunakan juga layanan pesan antar untuk obat-obatan yang diperlukan. Jika harus menemui dokter, terapkan protokol kesehatan sesuai anjuran.


New normal atau tatanan normal baru tidak berarti orang bisa beraktivitas layaknya sebelum adanya pandemi Corona. Aturan baru ini benar-benar mengharuskan kita semua untuk menerapkan cara hidup baru yang meliputi kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Semua aturan yang telah dijelaskan di atas diharapkan bisa diterapkan dengan konsisten agar tidak semakin banyak orang yang terinfeksi virus Corona.

Jangan merasa aman dan kebal dari virus hingga merasa tidak perlu tertib aturan. Jangan pula beranggapan keadaan telah kembali seperti sedia kala sampai enggan untuk menjaga kebersihan. Usaha kecil dan sederhana saja bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Namun jangan juga terlalu panik dan takut hingga bisa stres karena itu juga akan berakibat buruk pada kesehatan dan daya tahan tubuh.

Salam,

4 Jun 2020

Penting! Inilah Tips Memilih Kost Jakarta Selatan Terbaik dan Nyaman

20:20 2 Comments


Ketika muncul keinginan atau keharusan untuk hidup mandiri, sebenarnya tidak harus dengan memiliki rumah terlebih dahulu. Bagaimanapun, memiliki rumah tidak bisa serta merta terwujud. Harus ada proses panjang terutama bagi yang belum memiliki dana yang cukup. Maka dari itu, tinggal di kost menjadi pilihan yang bisa diambil. Masalahnya, menemukan kost yang cocok di hati sering kali tidak mudah. Terlebih di kota-kota besar, perlu sekali menerapkan beberapa tips memilih kost Jakarta Selatan.

Banyak kost terserdia di kawasan Jakarta Selatan. Sebagai kawasan yang ramai dan menjadi pusat kegiatan masyarakat, tujuan memilih kost di daerah tersebut termasuk kost Setiabudi bisa beragam. Mungkin ada yang butuh kost untuk tempat tinggal selama kuliah. Ada juga yang barangkali harus tinggal di kost karena berstatus sebagai pekerja yang datang dari luar daerah. Beberapa juga butuh kost untuk tinggal sendiri, sementara yang lain butuh kost untuk tinggal bersama orang lain, semisal pasangan. Apapun tujuannya, beberapa tips di bawah ini akan sangat membantu terutama bagi yang baru pertama kali mencari kost.


Sesuaikan dengan Anggaran

Ketika memutuskan untuk tinggal di kost, tentu sudah tahu bahwa harus ada tarif  yang dibayar secara rutin. Karena itulah, tips memilih kost Jakarta Selatan ini menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Harga kamar kost beragam, tergantung dari ukurannya, fasilitas dan lokasinya. Kost Setiabudi yang merupakan kawasan dekat Kuningan bisa berharga lebih tinggi dibanding kost di daerah pinggiran. Kamu harus mempertimbangkan ketersediaan dana yang dimiliki.


Pertimbangkan Ukuran Kamar

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa kost bisa dipakai untuk tinggal sendirian maupun bersama orang lain. Jumlah penghuni kamar kost juga harus masuk dalam daftar pertimbangan karena itu akan mempengaruhi pilihan kamar yang didasarkan pada ukurannya. Jika untuk tinggal sendiri, sebaiknya pilih kamar kost yang tidak terlalu besar. Selain harganya yang lebih murah, kamar kost kecil lebih mudah diatur. Sedangkan bagi yang ingin tinggal bersama pasangan, pilih kamar kost yang lebih besar. Kalau harus membawa anak kecil, kamar kost yang lebih besar akan lebih baik.


Lihat Sistem Ventilasinya

Kost Setiabudi terletak di kawasan pusat bisnis yang sekelilingnya terdapat banyak gedung bertingkat. Udara di kawasan tersebut pasti lebih terasa panas. Maka dari itu, salah satu tips memilih kost Setiabudi perlu untuk memperhatikan sistem ventilasinya. Sistem ventilasi pada kamar kost sangat berpengaruh terhadap kenyamanan selama menghuninya. Sistem ventilasi yang tidak baik akan membuat kamar jadi lembab dan bisa muncul masalah serius lainnya.


Cek Ketersediaan Kamar Mandi

Kamar mandi adalah salah satu fasilitas yang pasti tersedia di kost, termasuk kost Jakarta Selatan. Namun ada kost yang memiliki kamar mandi di luar untuk dipakai bergantian dengan penghuni kost lain dan ada juga kamar kost dengan kamar mandi di dalam untuk pemakaian sendiri. Dua pilihan ini ada untung dan ruginya. Pastikan menentukan pilihan berdasarkan kenyamanan agar betah tinggal di kost.


Ketahui Fasilitas Perabot

Poin terakhir ini bisa menjadi pertimbangan yang paling diperhatikan. Beberapa kamar kost menyediakan fasilitas lengkap, sehingga penghuninya tidak perlu membawa perabot lain. Tidak jarang juga kamar kost yang menyediakan perabot sebagian, seperti tempat tidur dan lemari saja. Beberapa di antaranya hanya menyediakan kamar kost kosong yang artinya penghuni harus melengkapi kebutuhan perabotnya sendiri. Pilihlah yang paling sesuai kebutuhan.


Beberapa tips memilih kost di atas bisa menjadi pertimbangan agar tidak salah dalam menentukan. Karena kost akan ditinggali dalam waktu yang tentunya tidak singkat, maka segala sesuatunya harus dirasa nyaman. Memang, menemukan kost terbaik dan nyaman barangkali membutuhkan proses yang panjang. Tapi pertimbangan dan pemikiran yang matang akan menghasilkan keputusan yang terbaik, termasuk ketika memutuskan tinggal di kost Jakarta Selatan atau kost Setiabudi.

Salam,

29 May 2020

Sunscreen Tetap Menjadi Skincare Wajib Meski di Rumah Saja

16:12 22 Comments
pentingnya memakai sunscreen


Sinar matahari memang bisa membawa manfaat bagi kehidupan sekaligus bisa mengakibatkan hal buruk terutama bagi kulit. Sinar matahari terdiri dari radiasi ultraviolet atau UV. Ada tiga jenis UV yaitu UVA, UVB dan UVC. Perbedaan ketiganya terletak dari panjang gelombangnya. Dari ketiganya, UVA dan UVB adalah yang paling familiar. Kedua jenis sinar tersebut memiliki efek yang berbeda terhadap kulit namun masih sama-sama tergolong bahaya.

Sinar UVA adalah 95% sinar matahari yang sampai di bumi. Sinar UVA bisa menembus awan dan kaca. Efeknya pada kulit bisa menimbulkan sunburn alias kulit terbakar. Selain itu, UVA juga bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit yang ditandai munculnya kerutan dan garis halus.

Sinar UVB tergolong masih aman untuk kulit karena tidak bisa menembus lapisan epidermis. Meski begitu, paparan sinar UVB yang terlalu sering mengenai kulit akan menyebabkan iritasi pada kulit hingga memerah. Efek yang paling buruk dari sinar UVB adalah risiko kanker kulit yang sangat berbahaya.

Karena begitu bahayanya sinar matahari bagi kulit, maka perlindungan sangat dibutuhkan. Penggunaan penutup seperti baju, topi dan helm tentu tidak maksimal dan tidak merata. Karena itulah, kulit membutuhkan sunscreen. Kebutuhan sunscreen selama ini hanya dianggap penting bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan yang memang sering terkena sinar matahari langsung.

Anggapan tentang pentingnya sunscreen bagi orang yang sering beraktivitas di luar ruangan seiring dengan anggapan bahwa orang yang hanya berada di dalam rumah seharian sama sekali tidak memerlukan sunscreen. Salah satu contohnya adalah ibu rumah tangga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Padahal anggapan tersebut salah besar.

Orang yang lebih banyak di dalam rumah tetap membutuhkan sunscreen. Terlebih bagi kebanyakan orang yang beberapa belakangan ini harus tinggal di rumah karena efek pandemi Corona. Berada di dalam rumah dianggap aman untuk kulit wajah sehingga tidak perlu lagi perlindungan. Kenyataannya jelas bahwa sunscreen merupakan skincare wajib yang tidak boleh dilewatkan.


Mengapa Sunscreen Harus Tetap Dipakai selama Berada di Rumah?

Meskipun disebut beraktivitas di dalam rumah, tetap saja seseorang tidak mungkin benar-benar bisa terhindari dari cahaya matahari. Misalkan saja ketika harus menjemur baju di belakang rumah, seseorang tetap akan terpapar sinar matahari. Contoh lain, keberadaan jendela pada rumah menjadi salah satu akses masuknya sinar matahari yang bisa mengenai seseorang.

Walaupun paparan sinar matahari yang mengenai kulit dalam jumlah sedikit, efeknya tetap bisa besar apalagi jika terjadi berulang-ulang. Jadi tidak ada alasan untuk mengabaikan pemakaian sunscreen bagi yang sering di dalam rumah. Termasuk ketika sedang mematuhi anjuran pemerintah selama masa pandemi ini untuk work and stay at home, sunscreen perlu tetap masuk dalam daftar skincare harian.

Juga tidak ada alasan malas memakai sunscreen secara rutin karena tidak terlalu sering terkena sinar matahari. Memakai sunscreen tetap penting dan harus rutin karena meski di dalam rumah, kulit akan tetap terpapar risiko buruk dari sinat matahari. Dengan pemakaian rutin, maka perlindungan untuk kulit wajah juga akan maksimal.

Sesekali harus keluar rumah dan berhadapan langsung dengan sinar matahari menjadi alasan mengapa pemakaian sunscreen tidak boleh dilupakan. Terlebih jika waktu keluar rumah pada jam-jam tertentu ketika matahari sedang bersinar sangat terik, maka sunscreen harus dipakai. Tidak peduli meskipun keluar rumah hanya sebentar, efek buruk sinar matahari akan tetap mengancam.


Bagaimana Memilih Sunscreen yang Tepat?

Banyak sekali produk tabir surya alias sunscreen yang beredar di pasaran. Mulai dari sunscreen lokal hingga impor. Mulai dari yang berharga ekonomis sampai yang lumayan mahal. Masing-masing produk sunscreen juga sudah pasti memiliki penggemar setiap. Tak sedikit juga para ahli yang menyarankan produk dari brand tertentu. Tak ketinggalan pula pada pegiat di bidang kecantikan turut memberikan ulasannya tentang produk skincare terbaik.

Karena banyaknya produk yang tersedia, bisa saja muncul kebingungan ketika akan menentukan pilihan. Padahal memilih sunscreen yang tepat adalah hal wajib karena akan berkaitan dengan kesehatan kulit. Selain mengikuti anjuran para ahli dan memilih berdasarkan ulasan dari para pegit kecantikan, beberapa hal berikut ini bisa menjadi pertimbangan agar tidak salah dalam memilih sunscreen.


Perhatikan Tingkat Perlindungan

Pastikan menggunakan sunscreen yang memiliki perlindungan dari sinar UVA dan UVB sekaligus. Beberapa pilihan SPF juga tersedia di setiap produk sunscreen. SPF 15 berarti menyaring sekitar 93% sinar matahari, SPF 30 menyaring sekitar 97% sinar matahari sementara SPF 50 menyaring sekitar 98% sinar matahari. Dari semua ukuran yang ada, sunscreen yang baik harus dengan minimal SPF 30.

Pahami Komposisinya

Sunscreen merupakan tabir surya kimia yang tentu juga dibuat dari bahan-bahan kimia. Bahan kimia sebagai kompisis sunscreen secara umum meliputii Sulisobenzone, Octinoxate, Octylcrylene, Octisalate, Homosalate, Oxybenzone, Helioplex, Mexoryl SX dan XL, Uvinul T 150, Uvinul A Plus, Tinosorb S dan M.

Sesuaikan dengan Jenis Kulit

Sunscreen yang berbahan seperti di atas adalah produk yang aman dan dianjurkan untuk semua jenis kulit. Sementara untuk jenis kulit sensitif ada pengecualian karena memang jenis kulit tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda. Hindari sunscreen berbahan dioxybenzone, oxybenzone, sulisbenzone dan para-aminobenzonic (PABA) serta yang mengandung alkohol tinggi, pewangi dan pengawet yang berlebihan.

Untuk tipe kulit yang gampang berminyak, sebaiknya pilih sunscreen yang berbahan dasar air. Sunscreen berbahan dasar air biasanya mudah meresap dan tidak menutup pori. Sementara sunscreen berbahan dasar minyak akan membuat kulit semakin bermintak sehingga lebih mudah berjerawat. Sunscreen yang cocok untuk jenis kulit berminyak dan mudah berjerawat biasanya berbentuk gel dan bukan krim.


Seperti Apa Cara Pakai Sunscreen yang Benar?

Cara memakai sunscreen sebenarnya bukan hal yang sulit. Siapa saja bisa mengaplikasikannya karena hanya perlu dioles pada kulit wajah. Namun beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemakaian agar kandungan dalam sunscreen bisa memberikan manfaat yang maksimal pada wajah.

Dalam pemakaiannya, sunscreen bisa dipakai sebelum mengaplikasikan riasan. Tetapi jika perlu memakai skincare lain seperti krim siang atau serum, sunscreen dipakai paling terakhir. Apabila perlu memakai bedak baik itu bedak tabur atau bedak padat, sunscreen harus dipakai sebelumnya.

Pemakaian sunscreen juga perlu diulangi dalam jangka beberapa jam. Hal ini dikarenakan daya lindung sunscreen terutama yang memiliki SPF 15 masih sangat kecil. Karena itu, sebaiknya sunscreen kembali diaplikasikan setiap 1-2 jam sekali. Hal ini perlu diperhatikan bagi yang beraktivitas di bawah sinar matahari langsung.

Seperti itulah pembahasan lengkap mengenai sunscreen. Mulai sekarang, jangan lagi beranggapan sunscreen bukan hal penting dengan alasan hanya berada di dalam rumah seharian. Sunscreen akan menjaga kesehatan kulit wajah dari bahaya sinar matahari yang bisa merusaknya dan membuatnya mengalami banyak masalah.

Salam,

26 May 2020

Mengenal Software Payroll dan Software Akuntasi, Cara Canggih Melakukan Penghitungan

09:47 0 Comments
Foto: Pexels.com

Zaman yang semakin modern membuat cara hidup manusia semakin canggih. Sekarang ini, segala sesuatu bisa mengandalkan teknologi. Hal tersebut membuat semua keperluan jadi bisa dilakukan dengan lebih praktis, lebih cepat dan bisa menghemat waktu serta tenaga. Bahkan jumlah biaya yang bisa ditekan juga lumayan banyak. Dengan adanya teknologi, tidak ada hal yang sulit dilakukan di masa sekarang ini sekalipun kemampuan manusia ada batasnya.

Salah satu kebutuhan manusia yang bisa dilakukan dengan lebih mudah dengan teknologi adalah penghitungan anggaran untuk berbagai keperluan. Menghitung anggaran baik itu untuk pribadi maupun urusan pekerjaan seringkali memusingkan. Apalagi kalau ada banyak pencatatan tentu harus bisa disesuaikan dengan anggaran yang tersisa atau tersedia. Penghitungan yang rumit tidak jarang menghasilkan kebingungan. Jika sudah begitu, maka kesalahan akan sangat mudah terjadi yang akhirnya bisa berdampak buruk pada urusan lain.

Melakukan penghitungan sudah bukan lagi zamannya menggunakan cara manual, dengan catatan manual dan alat hitung sederhana. Sekarang sudah zamannya penghitungan menggunakan teknologi komputer yang disebut dengan software atau perangkat lunak. Untuk kebutuhan penghitungan yang kaitannya dengan pembayaran di bidang bisnis, inilah software yang biasa digunakan.

Software Payroll


Dalam sebuah usaha, bagian penggajian karyawan bisa jadi merupakan bagian yang paling krusial dan perlu ketelitian tingkat tinggi. Terlebih jika sebuah bisnis tersebut sudah dalam skala besar, pasti jumlah karyawan yang berhak digaji tidaklah sedikit. Untuk itulah hadir software payroll yang akan memudahkan proses tersebut. Software tersebut berfungsi dengan melakukan pencatatan data karyawan secara lebih sistematis, mengenai absensi, lembur, bonus dan insentif yang nantinya digunakan sebagai acuan dalam pembayaran gaji.

Software tersebut bisa menjadi tempat untuk pencatatan dengan tingkat efektivitas yang lebih bisa diandalkan daripada harus mencatat menggunakan kertas. Tingkat keamanan juga lebih terjamin karena semua data tersimpan secara otomatis. Tidak seperti data yang tertuang dalam media tulis yang rentan hilang atau rusak.

Software payroll umumnya terdiri dari beberapa fitur canggih seperti:


  • berbasis Windows sehingga mudah dan sederhana dalam penggunaannya
  • fitur multi-user
  • penghitungan pajak sesuai peraturan yang ebrlaku
  • fitur pembagian gaji berdasarkan level akses
  • pengelompokan data karyawan, daftar keluarga, masa training dan masa kontrak kerja
  • fitur copy data bulan lain
  • formulir pajak
  • pilihan bahasa pengoperasian



Inilah laporan yang bisa dihasilkan software payroll:

  • slip gaji
  • daftar penghasilan bulanan dan tahunan
  • daftar transfer bank yang mendukung hampir semua rekening bank besar di Indonesia
  • laporan jurnal gaji, rincian lembur pegawai, saldo pinjaman pegawai, laporan BPJS dan laporan penghitungan pajak serta laporan lain untuk keperluan internal

Software Akuntansi


Seperti namanya, software akuntasi ini berguna untuk membantu pencatatan keuangan secara lebih sistematis. Data yang bisa terekam dalam software ini cukup detail dan terperinci tanpa membuat penggunanya kerepotan seperti saat melakukannya secara manual. Laporan keuangan yang dihasilkan bisa lebih akurat dan lengkap tanpa perlu khawatir terjadi kesalahan besar. Software ini sangat cocok digunakan dalam dunia usaha, yang bisa menekan biaya operasional dan memudahkan pekerja dalam menyelesaikan tugasnya.

Inilah fitur-fitur canggih yang ada di software akuntansi:


  • berbasis Windows sehingga mudah dan sederhana dalam penggunannya
  • sistem keamanan user login yang bisa diakses masing-masing user
  • fitur ekspor atau impor data
  • fitur posting dan unposting
  • dapat mengedit transaksi jurnal tahun sebelumnya
  • fitur pindah saldo
  • format tampilan laporan keuangan

Beberapa laporan yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

  • bukti jurnal
  • jurnal per cost center, per tanggal atau per bukti
  • buku harian kas
  • buku besar
  • neraca saldo, neraca scontro dan neraca staffel
  • laporan laba da rugi
  • penghitungan pajak
  • arus kas
  • rekap saldo
  • laporan lain untuk keperluan internal perusahaan

Keduanya, software payroll dan software akuntansi merupakan dua perangkat lunak yang akan sangat berguna untuk keperluan usaha. Keduanya bisa menghasilkan laporan lengkap untuk berbagai kebutuhan perusahaan. Fitur yang tersedia cukup lengkap dan pasti sangat membantu. Pastikan mendapatkan kedua software itu di jasa penyedia yang terpercaya dan berpengalaman.

Salam,

21 May 2020

Agar Tak Rugi, Ketahui Tips Jual Rumah di Jakarta melalui Situs Properti

14:50 0 Comments
Photo by David McBee from Pexels

Semua orang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal. Karena itulah, rumah menjadi salah satu jenis properti yang paling tinggi permintaannya. Tak heran jika begitu banyak orang tergiur untuk menjalankan bisnis di bidang ini. Peluang keuntungannya sangat besar serta potensi lakunya cukup menjanjikan. Tidak ada waktu terbaik untuk bisa melakukan penjualan rumah karena bisa dilakukan kapan saja. Terlebih sekarang sudah banyak situs properti yang menjadi tempat jual rumah secara lebih praktis.

Menjual sebuah rumah atau properti lain sudah bukan hal yang sulit untuk dilakukan di era modern ini. Dengan dukungan teknologi, jual rumah masa kini bisa dimulai tanpa harus memiliki modal besar atau pengalaman yang cukup banyak. Penjualan rumah bisa dilakukan secara online. Tanpa harus bertemu langsung dengan para calon peminat, penjual bisa menawarkan properti dengan lebih leluasa. Penjualan juga bisa dilakukan sepanjang waktu tanpa terikat jam operasional.

Begitu mudahnya menjual properti menjadikan bisnis ini mulai banyak dilirik kaum muda. Memang, inilah bisnis yang sangat cocok bagi generasi milenial untuk mendapatkan untung menjanjikan tanpa proses yang terlalu rumit. Namun meskipun terdengar mudah, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjual rumah atau properti lain. Apalagi jika rumah berlokasi di kota besar, seperti jual rumah di Jakarta. Penting sekali untuk menemukan situs properti yang terpercaya dan menerapkan beberapa tips berikut ini.

Berikan Harga yang Realistis

Memulai bisnis jual rumah tidak selalu bisa dimulai ketika properti sudah siap. Penjual harus mempertimbangkan harga yang sesuai dengan kondisi rumah dan sesuai harga pasar di daerah tersebut. Seperti ketika jual rumah di Jakarta, maka harganya tidak akan sama dengan rumah yang berada di kota lain apalagi kota yang lebih kecil. Sebenarnya tidak sulit untuk menentukan harga jual rumah. Penjual bisa melakukan riset dari berbagai sumber. Selalu pastikan bahwa harga yang ditentukan telah melalui pertimbangan yang matang dan harga tersebut harus realistis.

Berikan Penawaran yang Jelas

Setelah menentukan harga jual rumah yang realistis, segera tentukan jenis penawaran yang akan diberikan kepada calon pembeli. Untuk menentukan penawaran yang sesuai, cobalah memosisikan diri sebagai pembeli. Pasti akan muncul banyak pertanyaan dari pembeli dan itu bisa menjadi acuan untuk menentukan penawaran. Lengkapi penawaran rumah dengan beberapa informasi pendukung, seperti gambar, spesifikasi, lokasi dan kelebihan rumah di kawasan tersebut. Informasi yang jelas akan memperbesar peluang terjualnya rumah tersebut.

Pahami Konsekuensinya

Tidak ada pekerjaan atau bisnis yang benar-benar bisa bertahan dengan keuntungan besar. Termasuk jual rumah di Jakarta melalui situs properti yang bisa saja harganya anjlok. Harga anjlok bisa dipengaruhi oleh banyak hal, seperti krisis ekonomi atau inflasi. Apapun kondisi yang menyertai, penjual rumah atau properti lain harus paham betul konsekuensi ini. Tujuannya apa? Pertama, agar tidak mudah stress. Kedua, agar bisa mengatur kembali strategi demi tetap mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan rumah.

Selalu Kembangkan Keahlian

Bisnis jual rumah di situs properti memang bisa dilakukan oleh pemula yang minim pengalaman. Namun bukan berarti penjual properti pemula bisa diandalkan untuk meraup untung banyak. Penjual tetap harus selalu mengembangkan keahliannya dalam menganalisa harga pasar, membuat penawaran dan menghadapi calon pembeli. Semua itu bisa dipelajari bersama bertambahnya pengalaman atau belajar kepada penjual yang sudah lebih dulu menekuni bisnis tersebut. Semakin pintar seorang penjual dalam mempromosikan properti dan menegosiasi calon pembeli, peluang untungnya semakin tinggi.

Menjadi penjual rumah bisa dikatakan mudah di masa sekarang ini sejak tersedianya situs properti. Namun bisa juga dikatakan sulit apabila tidak mau memperkaya pengalaman. Terlebih lagi jika jual rumah di Jakarta yang merupakan ibu kota dan kota megapolitan, pasti semakin banyak hal yang perlu diperhatikan.

Salam,

4 May 2020

Sulit Diungkapkan, Inilah Suka Duka Puasa di Masa Pandemi Covid-19

19:52 0 Comments
Photo by Abdullah Ghatasheh from Pexels

Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki ibadah puasa Ramadan hari ke-11. Itu artinya kita sudah melewati sepertiga dari bulan suci ini. Nyatanya kita bisa melewati sekian hari dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti meski bulan Ramadan ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, kita semua di dunia ini tengah menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO.

Pada akhir 2019 lalu, Cina dihebohkan dengan ditemukannya virus baru yang disebut dengan nama Corona. Tidak ada yang menyangkan jika virus itu bisa menyebar dengan sangat cepat. Hingga akhirnya ribuan orang di Cina terinfeksi. Juga dalam waktu singkat, virus itu menjalar ke berbagai negara lain, tak terkecuali Indonesia. Sampai hari ini, Indonesia telah mencatat jumlah pasien terinfeksi virus Corona sebanyak 11.578 orang.

Ramadan kali ini benar-benar menjadi ujian besar bagi semua orang, termasuk masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Virus Corona yang mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret lalu diharapkan bisa lenyap sebelum bulan Ramadan tiba. Kenyataannya, virus tersebut semakin menimbulkan keresahan dengan terus bertambahnya pasien positif setiap harinya. Kini, hampir semua kota di Indonesia memiliki pasien positif Covid-19.

Tak ada yang sebelumnya mengharapkan menjalani Ramadan tahun ini di tengah keprihatinan. Kita semua, terpaksa harus merasakan Ramadan yang lebih kelam dibanding biasanya. Semua itu karena saat ini kita semua tengah dibatasi dalam beraktivitas. Tidak boleh keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak, tidak boleh berkerumun dan bergerombol, tidak boleh mendatangi fasilitas umum sampai tidak boleh berdekatan dengan orang satu sama lain.

Sungguh, Ramadan ini tidak pernah diharapkan sebelumnya. Ramadan yang selalu identik dengan berbagai aktivitas dan kebersamaan, kini harus diurungkan. Tidak ada lagi acara buka bersama yang bisa menjadi momen reuni. Tidak ada lagi pasar dadakan yang menjajakan takjil dan hidangan berbuka. Berbagai pusat perbelanjaan sepi bahkan tutup. Dan yang paling menyedihkan adalah larangan mudik atau pulang kampung bagi para perantau baik yang masih di dalam Indonesia maupun di luar negeri.

Covid-19 juga membawa dampak pada aktivitas ibadah selama bulan Ramadan tahun ini. Dulu, Ramadan selalu diramaikan oleh ibadah salat tarawih di masjid. Namun sekarang, banyak daerah yang memberlakukan aturan salat tarawih di rumah saja. Dulunya, Ramadan selalu menjadi waktu untuk merencanakan Idul Fitri penuh kebahagiaan, namun sekarang bayangan itu harus terpaksa dipendam. Sudah ada imbauan untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri seperti biasa. Bukankah sangat menyedihkan?

Baca juga:
Memprihatinkan, Pengaruh Pandemi Corona Berdampak pada Semua Aspek Kehidupan

Dari semua hal menyedihkan yang harus dialami oleh semua Muslim di bulan Ramadan ini, bukan berarti semuanya harus disesali. Ternyata masih banyak alasan mengapa kita sepatutnya masih bersyukur di tengah kondisi sulit ini. Beberapa hal boleh mengalami keterpurukan di masa pandemi ini, namun beberapa hal yang lain justru menjadi berkah tersendiri di bulan Ramadan ini.

Semakin Dekat dengan Keluarga

Sudah menjadi tradisi bahwa acara buka bersama selalu menjadi agenda rutin di setiap bulan Ramadan. Satu orang saja bisa memiliki agenda buka puasa bersama selama beberapa kali selama bulan ini. Hingga buka bersama dengan keluarga sering ditinggalkan. Namun sekarang, pandemi Corona telah membuat banyak orang lebih dekat dengan keluarganya. Keadaan sedikit memaksa orang-orang untuk terus berada di rumah dan tidak lagi memikirkan acara buka bersama di luar rumah.

Hal ini juga berlaku bagi orang-orang yang setiap Ramadan selalu disibukkan dengan pekerjaan hingga seluruh waktunya habis di tempat kerja. Seringkali orang yang demikian harus melewatkan waktu berbuka dan sahur bersama keluarga demi bisa menyelesaikan pekerjaan. Tapi kini, tidak ada lagi alasan seseorang harus menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja. Semua orang saat ini justru harus WFH alias work from home atau bekerja dari rumah demi menghindari penularan virus Corona.


Semakin Fokus Ibadah

Bulan Ramadan memang menjadi waktu terbaik untuk beribadah. Di bulan ini, pahala semua jenis ibadah dilipatgandakan, salat, sedekah, puasa, membaca Al-Qur'an bahkan sekadar berdiam di dalam masjid. Sayangnya, tidak semua orang bisa memanfaatkan bulan Ramadan dengan baik. Masih banyak orang yang selama Ramadan justru sibuk bekerja hingga sibuk mempersiapkan Idul Fitri sampai tidak fokus untuk menikmati ibadah di bulan penuh berkah ini.

Pandemi Corona rasanya ingin memberikan kesempatan bagi kebanyakan orang agar bisa lebih fokus dalam beribadah. Larangan beraktivitas di luar rumah harusnya bisa membuat seseorang bisa semakin rajib beribadah. Idul Fitri yang tidak lagi semarak nantinya seharusnya membuat banyak orang sadar bahwa Ramadan adalah waktu paling bagus untuk meningkatkan pahala, dan bukan malah sibuk mempersiapkan kemewahan untuk Idul Fitri.


Semakin Sederhana dalam Banyak Hal

Munculnya virus Corona di tengah kenikmatan bulan Ramadan ini mungkin akan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih sederhana. Banyak orang merasakan penurunan penghasilan akibat banyak pembatasan selama masa pandemi ini. Karena itulah, kita sudah sepatutnya prihatin dan lebih bisa hidup dengan sederhana. Kalaupun kita masih mampu hidup mewah, tidak ada salahnya kita peduli lebih banyak kepada mereka yang berada di kesulitan paling menyedihkan.

Kita tengah dipaksa untuk menjadi sederhana. Karena saat Idul Fitri nanti sepertinya tidak akan berguna baju sebagus dan semahal apapun. Berbagai kue khas lebaran dengan variasi jenisnya juga seolah tidak akan ada artinya. Idul Fitri nanti kita tetap dianjurkan di dalam rumah yang artinya kita harus membatasi diri dari bertemu dengan banyak orang. Bersilaturahmi memang penting, namun menjaga diri dan keluarga juga tak kalah penting.


Bicara soal suka dan duka puasa selama pandemi Corona, memang sepertinya lebih banyak dukanya. Namun jika kita bisa melihat dari sisi lain, ada begitu banyak hal yang menjadikan puasa di masa sekarang ini pantas kita syukuri. Intinya adalah, tidak ada hal buruk yang datang sendirian. Ia pasti datang bersama kebaikan. Tidak ada Ramadan yang benar-benar menyedihkan, Ramadan selalu datang bersama kebahagiaan. Tinggal kita bisa memaknainya atau tidak. Sambil kita berdoa semoga pandemi Corona ini segera berakhir karena tentu kita tidak ingin melihat lebih banyak korban berjatuhan.

Salam,