30 Aug 2020

Adopsi Hutan, Melestarikan Hutan Bukan Lagi Wacana tapi Langkah Nyata

12:33 1 Comments
Adopsi Hutan
Foto dari Pixabay


Adopsi? Kalau mendengat kata itu, saya teringat pada sebuah tindakan yang mengambil seorang anak dari keluarga lain untuk dijadikan anggota keluarga sendiri. Adopsi anak biasanya akan melalui proses hukum karena itu harus legal. Tidak hanya anak, adopsi juga bisa dilakukan pada hewan. Nah kalau ini, tidak perlu proses hukum karena siapa saja bisa memiliki hewan untuk dijadikan peliharaan. Asal hewan itu termasuk hewan peliharaan umum dan bukan hewan yang dilindungi.


Ternyata adopsi tidak hanya dilakukan pada anak manusia atau hewan peliharaan seperti yang selama ini banyak orang lakukan. Adopsi juga bisa dilakukan pada hutan. Yups, istilahnya dikenal dengan sebutan adopsi hutan. Lalu apa maksudnya? Apa iya hutan bisa dimiliki untuk dipelihara? Yuk, simak penjelasannya secara lebih rinci.


Apa itu Adopsi Hutan?

Makna dari Adopsi Hutan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan aksi adopsi anak manusia maupun hewan peliharaan. Intinya adalah menjaga dan merawat. Tapi tentu berbeda jika yang diadopsi adalah hutan. Hutan jelas tidak bisa dirawat dengan dibawa pulang ke rumah seperti jika mengadopsi anak manusia atau hewan peliharaan. Jadi adopsi hutan diartikan sebagai usaha, kerjasama atau gotong royong menjaga hutan dan semua yang masih ada di dalamnya, mulai dari pohon tegaknya, flora dan fauna eksotisnya sampai keanekaragaman hayatinya.


Bagaimana Caranya Adopsi Hutan?

Selama ini orang mengenal cara menjaga dan melestarikan hutan dengan cara tidak melakukan penebangan illegal atau juga dengan kembali menanam pohon. Cara tersebut sepertinya hanya sekadar pengetahuan umum di kalangan masyarakat. Nyatanya tidak ada langkah jelas untuk mewujudkannya. Justru yang ada malah usaha untuk merusak hutan yang sampai sekarang kita bisa rasakan dampaknya, seperti terjadinya bencana alam hingga kasus kebakaran hutan yang sangat merugikan.


Berbeda dengan cara lama yang sepertinya sebatas pengetahuan, adopsi hutan mengajak semua orang untuk langsung terlibat dalam menjaga hutan. Tidak ada batasan bagi yang ingin terlibat. Pun tidak hanya kelompok atau petugas tertentu yang bisa melakukan penjagaan hutan. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk turut menjaga hutam melalui program adopsi hutan ini.


Adopsi hutan bisa dilakukan dengan cara donasi melalui kanal kitabisa.com. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang kehutanan. Donasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan patroli rutin di hutan guna memeriksa keanekaragaman hayati di dalamnya dan upaya penjagaannya. Jadi dengan ikut berdonasi, kita semua bisa mengadopsi hutan alias turut menjaga hutan dari rumah saja.


Mengapa Adopsi Hutan Penting?

Semua orang pasti setuju bahwa keberadaan hutan itu sangat penting bagi kehidupan seluruh manusia di bumi. Sayangnya, kesadaran itu tidak diikuti dengan langkah nyata untuk menjaga hutan. Alasannya bisa jadi karena tidak merasakan langsung efek dari kerusakan hutan. Atau mungkin juga merasa bahwa bumi ini masih baik-baik saja, padahal ada bahaya mengancam planet ini seiring dengan semakin menyempitnya hutan di bumi.


Melalui program adopsi hutan, seluruh masyarakat diharapkan kembali sadar akan pentingnya hutan. Cara ini sekaligus ingin memberi pengetahuan pada masyarakat bahwa menjaga hutan di era modern ini bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Hanya dengan berdonasi, kita sudah bisa menjaga pohon di hutan dan keanekaragaman hayati lainnya demi kelangsungan hidup yang lebih baik di bumi ini. Dengan ikut adopsi hutan, maka kita juga akan turut menjaga manfaat hutan berikut ini:


1. Manfaat Klimatologis

Salah satu manfaat terpenting hutan adalah mengatur kestabilan iklim di bumi. Sebagai dampak dari rusaknya hutan, sekarang masyarakat dunia sudah mulai merasakan perubahan iklim yang ekstrem, tidak pasti dan bencana alam yang terjadi lebih sering. Selain itu, hutan juga disebut paru-paru dunia. Tumbuhan di hutan akan menghasilkan oksigen yang menjadi kebutuhan penting manusia. Sementara gas karbondioksida yang dibuang manusia melalui pernapasan akan terserap oleh tumbuhan yang ada di hutan.


2. Manfaat Ekologis
Akar pohon-pohon besar yang ada di hutan berfungsi untuk membantu penyerapan air dengan lebih baik ke dalam lapisan tanah. Akar pohon juga bekerja dengan mencegah pengikisan tanah atau erosi yang secara bersamaan juga bisa menahan laju air. Sehingga bencana banjir bisa dihindari berkah pohon-pohon di hutan. Tidak hanya akar, dedaunan dari pohon di hutan yang gugur ke tanah bisa membusuk dan terurai menjadi humus. Kemudian humus akan berguna untuk menyuburkan tanah.

3. Manfaat Hidrolis
Untuk manfaat hidrolis, hutan berguna dalam menyimpan cadangan air yang nantinya bermanfaat ketika musim kemarau. Persediaan air yang cukup juga akan berguna bagi petani untuk melangsungkan penanaman padi sebagai salah satu sumber pangan. Fungsi hutan yang semakin rusak mulai dirasakan dengan terganggunya sistem pertanian di Indonesia yang berdampak pada perekonomian petani pada khususnya dan perekonomian negara pada umumnya.

4. Manfaat Ekonomi
Tumbuhan dari hutan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian sebuah negara. Seperti Indonesia misalnya, yang memanfaatkan kayu dari hutan sebagai konsumsi nasional dan komoditi ekspor. Kayu sebagai komoditi ekspor merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Tidak hanya kayu, hasil hutan Indonesia lainnya juga menjadi sumber devisa besar bagi negara seperti rempah-rempah dan madu. Namun semua pemanfaatan untuk ekonomi tersebut harusnya diimbangi dengan usaha untuk tetap melestarikan hutan.


Apa yang Kita Peroleh dari Adopsi Hutan?

Bukan materi yang menjadi tujuan keikutsertaan kita dalam program adopsi hutan. Jika ditanya apa yang bisa kita dapatkan dari program tersebut, maka jelas manfaatnya jauh lebih besar dari hanya sekadar materi. Sebab apa yang dihasilkan dari adopsi hutan akan dirasakan dampak baiknya secara luas, dalam jangka waktu yang sangat panjang hingga menyangkut keselamatan makhluk hidup bumi.

Kita akan melihat keanekaragaman hayati hutan terus terjaga dengan adanya program adopsi hutan ini. Disebut keanekaragaman hayati, tentu bukan hanya pohon-pohon di hutan saja. Berbagai jenis tumbuhan lain hingga lumut, semua binatang yang hidup di dalam hutan, beserta tanah, air dan iklim merupakan bagian dari keanekaragaman hayati hutan yang akan tetap lestari jika kita selalu menjaganya. Keseimbangan ekosistem itu juga nantinya akan berdampak pada kehidupan manusia meskipun yang tinggal jauh dari hutan.

Adopsi hutan akan memungkinkan kita tetap bisa melihat keindahan hutan sampai bertahun-tahun berikutnya. Anak cucu kita akan melihat bahwa negara yang mereka tempati begitu kaya dan indah. Keindahan hutan di masing-masing wilayah yang memiliki ciri khas tersendiri juga akan menjadi harta tak terhingga bagi negara ini. Lebih lanjut, hutan yang tetap terjaga akan berperan dalam membentuk keberagaman adat dan budaya.


Kapan Bisa Mulai Adopsi Hutan?

Adopsi Hutan
Foto dari harihutan.id


Adopsi hutan merupakan program yang digalakkan dalam rangka peringatan Hari Hutan Indonesia pada 7 Agustus lalu. Peringatan pertama itu digagas oleh Hutan Itu Indonesia. Tanggal 7 Agustus dipilih sebagai momen refleksi bangsa Indonesia saat tepat setahun lalu Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2019 diberlakukan secara permanen. Instruksi tersebut mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.

Andre Christian, Ketua Hutan Itu Indonesia menambahkan bahwa pemilihan tanggal tersebut bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia yang mana bangsa ini sedang dalam semangat nasionalisme yang tinggi. Peringatan Hari Hutan Indonesia akan menambah hari penting di bulan Agustus ini dan melengkapi hari penting lainnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti Hari Nasional Menanam Pohon, Hari Cinta Puspa dan Satwa serta Hari Rimbawan.

Dengan adanya peringatan Hari Hutan Indonesia, setidaknya ada satu hari dalam setahun di mana masyarakat Indonesia merayakan keindahan hutan, kekayaannya, juga kemegahannya. Tentu dengan suka cita yang berguna bagi hutan, salah satunya dengan adopsi hutan. Perayaan ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas manfaat hutan yang selama ini telah dinikmati, hingga membuat hidup manusia menjadi harmoni dengan alam.

Perayaan Hari Hutan Indonesia yang pertama ini mengangkat tema "Hutan Kita Juara". Tema tersebut dimaksudkan bahwa Indonesia memang bangsa juara karena hutannya yang sangat luas dan menduduki peringkat ke-3 di dunia. Maka prestasi juara itu harus tetap dipertahankan dengan melakukan aksi nyata melindungi hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Bersama dengan perayaan Hari Hutan Indonesia, adopsi hutan bisa dimulai sesegera mungkin agar semakin cepat hutan terlindungi untuk manfaat besar yang akan kita rasakan. Meskipun perayaan Hari Hutan Indonesia hanya sehari dalam setahun, diharapkan semangat menjaga hutan akan terus terjaga di keseharian masyarakat Indonesia.


Selain Adopsi Hutan, Apa Lagi yang Bisa Kita Lakukan Bersama?

Adopsi hutan dan memperingati Hari Hutan Indonesia hanya sebagian cara nyata untuk menjaga hutan kita. Cara mudah melestarikan hutan dengan cara berdonasi dan perayaan itu tentu bukan satu-satunya yang bisa kita lakukan. Masih ada empat cara lain yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda untuk memberi dampak besar pada hutan di negara ini.

1. Kampanye Jaga Hutan
Banyak cara untuk bisa menyebarluaskan kampanye jaga hutan. Kita bisa jadi sukarelawan, menyebarkan petisi, mendonasikan uang, serta mendukung organisasi yang mendukung perlindungan hutan. Cara mudah ini tentu tidak akan sulit dilakukan generasi milenial dengan memanfaatkan berbagai media sosial.

2. Mengonsumsi Hasil Hutan Non-Kayu
Bersama Hutan Itu Indonesia, masyarakat diajak untuk bijak dalam menggunakan hasil hutan non-kayu sebagai sumber penghasilan. Kita juga dituntut untuk meningkatkan perekenomian dengan membeli hasil hutan non-kayu yang diambil dengan cara baik. Dengan begitu, maka kita sedang bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia.

3. Berkunjung ke Hutan
Jalan-jalan ke hutan? Terdengar sangat menyenangkan, bukan? Berkunjung ke hutan bukan sekadar mengisi waktu liburan tapi juga bisa sebagai ajang mengenal alam dengan lebih baik. Berkunjung ke hutan akan membuat kita menikmati keindahan hutan, menghirup udara segar dan bersihnya, sampai bertemu masyarakat sekitar hutan yang hidup harmonis dengan alam.

4. Bercerita dengan Karya
Hutan tidak hanya bisa dinikmati kemudian selesai begitu saja. Keindahan dan nilai dari hutan seharusnya bisa ditangkap untuk disampaikan kembali dalam karya yang membanggakan. Dengan cara ini, cerita dari hutan bisa semakin meluas dan didengar banyak orang. Harapannya, cinta terhadap hutan bisa dirasakan semua orang sampai akhirnya mereka sadar dan turut berkontribusi dalam langkah penting menjaga dan melestasikan hutan. Seperti inilah bentuk cinta kepada hutan yang diisi dengan banyak penampilan istimewa pada perayaan Hari Hutan Indonesia 7 Agustus lalu:



Kini, menjaga dan melestarikan hutan bukan lagi sekadar wacana atau pengetahuan belaka. Siapapun bisa ikut serta dalam menjaga hutan dengan cara mudah, salah satunya adopsi hutan. Hari Hutan Indonesia juga telah ditetapkan sebagai momen untuk fokus pada terjaganya hutan bersama seluruh keanekaragaman yang ada di dalamnya, serta sebagai bentuk syukur atas hutan melimpah yang membuat negara ini kaya raya.

Salam,


7 Aug 2020

Pekan ASI Sedunia 2020: Memaknai Pemberian ASI secara Lebih Luas

12:38 0 Comments

 

pekan asi sedunia
Photo by NIKOLAY OSMACHKO from Pexels

Pekan ASI Sedunia diperingati mulai tanggal 1 hingga 7 Agustus. Setiap tahunnya Pekan ASI selalu hadir dengan tema yang berbeda. Setelah pada tahun lalu, Pekan ASI mengusung tema peran ayah, maka tahun ini tema lingkungan hidup dijadikan fokus utama. Secara resmi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet untuk Pekan ASI Sedunia 2020.


Setiap tema yang ditetapkan selalu membawa pesan. Begitu juga dengan tema pada Pekan ASI tahun ini. Isu lingkungan hidup memang tengah menjadi sorotan utama pada masa ini. Terlebih saat ini seluruh dunia sedang menghadapi penyebaran virus Corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi. Tema tahun ini juga sekaligus membuktikan bahwa pemberian ASI juga bisa berdampak bagi lingkungan secara khusus, dan untuk seluruh dunia secara umum.


Mengenal Sejarah Pekan ASI Sedunia

Melalui Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week, UNICEF dan WHO mengupayakan kesadaran seluruh masyarakat dunia akan pentingnya pemberian ASI untuk bayi pada usia yang tepat. Peringatan ini mulai diresmikan sejak tahun 1992. Alasan untuk pentingnya pemberian ASI tentu fokus untuk masalah kesehatan dan perkembangan bayi. Namun peringatan ini ternyata juga bisa berdampak lebih besar, seperti yang dijelaskan dalam tema Pekan ASI Sedunia pada tahun ini.


Makna Tema Pekan ASI Sedunia 2020

Tema Support Breastfeeding for A Healthier Planet yang ditetapkan pada tahun ini bukan tanpa alasan. WHO ingin memberikan pesan lebih luas terhadap masyarakat dunia melalui peringatan Pekan ASI Sedunia kali ini. Pemberian ASI diharapkan bisa membawa efek positif bagi kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Lingkungan hidup yang semakin hari semakin bermasalah akibat ulah manusia diharapkan bisa kembali membaik dengan salah satunya upaya pemberian ASI.


Pesan dari WHO melalui tema Pekan ASI Sedunia tahun ini juga berhubungan dengan wabah virus Corona yang tengah melanda seluruh dunia. Dengan adanya wabah virus ini, seharunya semua masyarakat dunia kembali sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena manusia hidup di alam, maka sudah seharusnya ikut menjaga kelestarian tempat tinggal tersebut. Dengan kesadaran penuh dalam menjaga lingkungan melalui pemberian ASI, diharapkan planet yang ditempati menjadi planet yang lebih sehat hingga seluruh penghuninya juga turut sehat.


Manfaat Pemberian ASI

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya. Anak yang merupakan titipan Tuhan menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi orangtua. Ada banyak hal yang harus dimaksimalkan ketika seseorang sudah berstatus sebagai orangtua. Salah satunya dengan memberikan asupan makanan terbaik bagi sang anak. Bagi anak, sumber makanan terbaik saat baru lahir hingga usia 6 bulan tentu adalah ASI. Sayangnya, tidak semua ibu beruntung bisa memberikan ASI kepada sang buah hati.


Sementara bagi ibu yang beruntung bisa memberikan ASI pada anak, hal tersebut sangat patut disyukuri. ASI yang terbentuk alami dalam tubuh ibu dan keluar sebagai sumber makanan bayi memiliki manfaat yang begitu banyak. Bisa dipastikan tidak ada satupun merk susu pengganti yang lebih bagus dari ASI. Itu berarti bahwa ASI menjadi pilihan pertama bagi bayi. Inilah manfaat pemberian ASI.


1. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Jika bercita-cita memiliki anak yang sehat dan tidak mudah sakit, maka usahakan memberinya ASI eksklusif. Anggapan ini bukan mitos, melainkan fakta yang terbukti kebenarannya. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang akan membentuk sistem kekebalan pada tubuh bayi dan berfungsi untuk melawan bakteri dan virus. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif akan lebih mudah terhindar dari diare, alergi, asma, infeksi telinga dan saluran pernapasan, konstipasi hingga meningitis. Bayi juga tidak mudah mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.


2. Mendukung Kecerdasan Anak

ASI adalah salah satu bibit terbaik untuk membentuk anak dengan IQ tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Tentu saja kecerdasan anak tidak akan maksimal hanya dengan memberikan ASI. Orangtua harus bisa memberikan rangsangan yang tepat untuk perkembangan otak anak sesuai usianya. Dengan memberikan ASI dan pelengkap lainnya, anak akan tumbuh dengan otak yang cerdas.


3. Menjaga Berat Badan Ideal Anak

Banyak orang menganggap bahwa anak gemuk adalah anak yang sehat. Namun sebenarnya sehat atau tidaknya anak tercermin dari berat badan yang ideal sesuai umurnya. Jadi tidak selamanya badan gemuk itu selalu sehat. Anak-anak harus memiliki berat badan yang cukup agar bisa tumbuh dengan optimal. ASI merupakan sumber makanan yang mampu menjaga berat badan ideal anak. Meskipun anak yang diberikan ASI tidak akan menjadi sangat gemuk, tapi bisa dipastikan anak tersebut sehat jasmaninya dan bisa berkembang dengan baik.


4. Memperkuat Hubungan Ibu dan Anak

Pemberian ASI ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan anak. Memberikan ASI juga merupakan salah satu upaya membangun kedekatan dengan anak. Ikatan yang terjalin antara ibu dan anak yang disusui akan lebih kuat. Sentuhan demi sentuhan yang terjadi selama proses menyusui mampu membangung interaksi antara ibu dan anak. Keduanya akan menjadi sepasang orangtua dan anak yang nantinya bisa dengan mudah saling mengerti.


5. Membawa Manfaat Banyak bagi Ibu

Manfaat ASI bagi anak sudah tidak perlu diragukan lagi. Ternyata tidak berhenti sampai di situ, ASI juga bisa membawa dampak positif bagi sang ibu. Memberikan ASI secara eksklusif dipercaya bisa menjadi alat kontrasepsi alami yang tentu aman dan tanpa efek samping. Ibu yang menyusui juga akan lebih terjaga berat badannya karena aktivitas menyusui bisa membakar kalori. Meskipun belum ada penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, namun sudah banyak ibu yang mengalaminya.


6. Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Manfaat yang satu ini sesuai dengan apa yang sedang digalakkan pada Pekan ASI Sedunia 2020. Memberikan ASI kepada bayi diharapkan bisa mengurangi pemberian makanan kemasan yang mungkin bisa mencemari lingkungan. Karena memang ASI tidak membutuhkan persiapan apapun untuk penyajiannya, jadi pemberian ASI dipastikan tidak akan menghasilkan sampah. Menurut WHO, pemberian ASI bisa menyelamatkan 820.000 di seluruh dunia. WHO juga menekankan kepada setiap negara untuk memberikan fokus terhadap anjuran pemberian ASI dengan memberikan dukungan fasilitas yang memadai.


Mitos Seputar ASI

Manfaat ASI yang sangat bagus telah disepakati semua orang. Namun masih saja ada mitos yang beredar dan sering menimbulkan kebingungan terutama bagi ibu baru. Umumnya mitos itu berhubungan dengan anggapan yang sudah dipercaya sejak lama. Sayang sekali apabila mitos tersebut masih dipercaya hingga kini dan menjadi penghalang manfaat ASI bagi anak maupun ibu. Seperti inilah mitos-mitos seputar ASI yang seharusnya tidak diikuti.


1. Ibu Kesulitan Menghasilkan ASI yang Cukup

Banyak ibu berhenti memberi ASI atau memutuskan untuk menambah susu formula karena merasa tidak bisa memproduksi jumlah yang cukup bagi baginya. Faktanya, ASI yang dihasilkan sudah pasti sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika memang bayi masih menunjukkan ekspresi kurang minum, itu bisa disebabkan banyak faktor, seperti posisi menyusui yang tidak tepat. Ibu perlu memaksimalkan produksi ASI dengan makan yang cukup dan berolahraga.


2. Menyusui Dapat Mengubah Bentuk Payudara

Bentuk payudara yang berubah menjadi lebih kendur sering menjadi ketakutan utama para ibu. Hal inilah yang kadang membuat ibu enggan menyusui anaknya. Padahal yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Perubahan bentuk payudara lebih disebabkan gravitasi dan pertambahan usia. Bentuk payudara bisa kembali seperti sebelum hamil jika ibu melakukan berbagai perawatan.


3. Menyusui Bisa Membuat Puting Sakit

Puting sakit bahkan lecet dianggap hal wajar ketika menyusui terutama ketika baru saja melahirkan. Cara menyusui yang benar bisa menghindarkan sang ibu dari puting sakit atau lecet. Jadi pastikan memberikan ASI dengan posisi yang benar. Puting yang sudah terlanjur lecet juga bisa dengan mudah disembuhkan tanpa obat apapun.


4. Makanan Ibu Berpengaruh terhadap Produksi ASI

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa ibu menyusui perlu menghindari makanan atau minuman tertentu yang ditakutkan akan mempengaruhi kualitas ASI. Misalnya saja, ibu menyusui dilarang makan makanan pedas agar air susu tidak membuat bayi sakit perut. Satu lagi, ibu menyusui dilarang minum es agar bayi tidak pilek. Kenyataannya, apa yang dikonsumsi ibu menyusui tidak langsung berpengaruh terhadap ASI yang diterima anak. Asal apa yang dimakan tidak berlebihan, air susu akan tetap baik bagi bayi.


Dengan mengetahui sejarah Pekan ASI Sedunia, manfaat ASI dan mitos yang sering meliputinya, diharapkan semua ibu bisa semakin tahu dan paham. Pengetahuan itu juga diperlukan agar tidak ada kesalahan lagi dalam pemberian ASI sehingga manfaatnya bisa diserap maksimal. Dengan tema pada Pekan ASI Sedunia 2020 ini, semoga semakin banyak orang yang peduli akan pentingnya ASI yang ternyata bisa juga menjaga keseimbangan lingkungan.


Salam,