4 May 2020

Sulit Diungkapkan, Inilah Suka Duka Puasa di Masa Pandemi Covid-19

Photo by Abdullah Ghatasheh from Pexels

Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki ibadah puasa Ramadan hari ke-11. Itu artinya kita sudah melewati sepertiga dari bulan suci ini. Nyatanya kita bisa melewati sekian hari dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti meski bulan Ramadan ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya, kita semua di dunia ini tengah menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO.

Pada akhir 2019 lalu, Cina dihebohkan dengan ditemukannya virus baru yang disebut dengan nama Corona. Tidak ada yang menyangkan jika virus itu bisa menyebar dengan sangat cepat. Hingga akhirnya ribuan orang di Cina terinfeksi. Juga dalam waktu singkat, virus itu menjalar ke berbagai negara lain, tak terkecuali Indonesia. Sampai hari ini, Indonesia telah mencatat jumlah pasien terinfeksi virus Corona sebanyak 11.578 orang.

Ramadan kali ini benar-benar menjadi ujian besar bagi semua orang, termasuk masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Virus Corona yang mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret lalu diharapkan bisa lenyap sebelum bulan Ramadan tiba. Kenyataannya, virus tersebut semakin menimbulkan keresahan dengan terus bertambahnya pasien positif setiap harinya. Kini, hampir semua kota di Indonesia memiliki pasien positif Covid-19.

Tak ada yang sebelumnya mengharapkan menjalani Ramadan tahun ini di tengah keprihatinan. Kita semua, terpaksa harus merasakan Ramadan yang lebih kelam dibanding biasanya. Semua itu karena saat ini kita semua tengah dibatasi dalam beraktivitas. Tidak boleh keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak, tidak boleh berkerumun dan bergerombol, tidak boleh mendatangi fasilitas umum sampai tidak boleh berdekatan dengan orang satu sama lain.

Sungguh, Ramadan ini tidak pernah diharapkan sebelumnya. Ramadan yang selalu identik dengan berbagai aktivitas dan kebersamaan, kini harus diurungkan. Tidak ada lagi acara buka bersama yang bisa menjadi momen reuni. Tidak ada lagi pasar dadakan yang menjajakan takjil dan hidangan berbuka. Berbagai pusat perbelanjaan sepi bahkan tutup. Dan yang paling menyedihkan adalah larangan mudik atau pulang kampung bagi para perantau baik yang masih di dalam Indonesia maupun di luar negeri.

Covid-19 juga membawa dampak pada aktivitas ibadah selama bulan Ramadan tahun ini. Dulu, Ramadan selalu diramaikan oleh ibadah salat tarawih di masjid. Namun sekarang, banyak daerah yang memberlakukan aturan salat tarawih di rumah saja. Dulunya, Ramadan selalu menjadi waktu untuk merencanakan Idul Fitri penuh kebahagiaan, namun sekarang bayangan itu harus terpaksa dipendam. Sudah ada imbauan untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri seperti biasa. Bukankah sangat menyedihkan?

Baca juga:
Memprihatinkan, Pengaruh Pandemi Corona Berdampak pada Semua Aspek Kehidupan

Dari semua hal menyedihkan yang harus dialami oleh semua Muslim di bulan Ramadan ini, bukan berarti semuanya harus disesali. Ternyata masih banyak alasan mengapa kita sepatutnya masih bersyukur di tengah kondisi sulit ini. Beberapa hal boleh mengalami keterpurukan di masa pandemi ini, namun beberapa hal yang lain justru menjadi berkah tersendiri di bulan Ramadan ini.

Semakin Dekat dengan Keluarga

Sudah menjadi tradisi bahwa acara buka bersama selalu menjadi agenda rutin di setiap bulan Ramadan. Satu orang saja bisa memiliki agenda buka puasa bersama selama beberapa kali selama bulan ini. Hingga buka bersama dengan keluarga sering ditinggalkan. Namun sekarang, pandemi Corona telah membuat banyak orang lebih dekat dengan keluarganya. Keadaan sedikit memaksa orang-orang untuk terus berada di rumah dan tidak lagi memikirkan acara buka bersama di luar rumah.

Hal ini juga berlaku bagi orang-orang yang setiap Ramadan selalu disibukkan dengan pekerjaan hingga seluruh waktunya habis di tempat kerja. Seringkali orang yang demikian harus melewatkan waktu berbuka dan sahur bersama keluarga demi bisa menyelesaikan pekerjaan. Tapi kini, tidak ada lagi alasan seseorang harus menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja. Semua orang saat ini justru harus WFH alias work from home atau bekerja dari rumah demi menghindari penularan virus Corona.


Semakin Fokus Ibadah

Bulan Ramadan memang menjadi waktu terbaik untuk beribadah. Di bulan ini, pahala semua jenis ibadah dilipatgandakan, salat, sedekah, puasa, membaca Al-Qur'an bahkan sekadar berdiam di dalam masjid. Sayangnya, tidak semua orang bisa memanfaatkan bulan Ramadan dengan baik. Masih banyak orang yang selama Ramadan justru sibuk bekerja hingga sibuk mempersiapkan Idul Fitri sampai tidak fokus untuk menikmati ibadah di bulan penuh berkah ini.

Pandemi Corona rasanya ingin memberikan kesempatan bagi kebanyakan orang agar bisa lebih fokus dalam beribadah. Larangan beraktivitas di luar rumah harusnya bisa membuat seseorang bisa semakin rajib beribadah. Idul Fitri yang tidak lagi semarak nantinya seharusnya membuat banyak orang sadar bahwa Ramadan adalah waktu paling bagus untuk meningkatkan pahala, dan bukan malah sibuk mempersiapkan kemewahan untuk Idul Fitri.


Semakin Sederhana dalam Banyak Hal

Munculnya virus Corona di tengah kenikmatan bulan Ramadan ini mungkin akan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih sederhana. Banyak orang merasakan penurunan penghasilan akibat banyak pembatasan selama masa pandemi ini. Karena itulah, kita sudah sepatutnya prihatin dan lebih bisa hidup dengan sederhana. Kalaupun kita masih mampu hidup mewah, tidak ada salahnya kita peduli lebih banyak kepada mereka yang berada di kesulitan paling menyedihkan.

Kita tengah dipaksa untuk menjadi sederhana. Karena saat Idul Fitri nanti sepertinya tidak akan berguna baju sebagus dan semahal apapun. Berbagai kue khas lebaran dengan variasi jenisnya juga seolah tidak akan ada artinya. Idul Fitri nanti kita tetap dianjurkan di dalam rumah yang artinya kita harus membatasi diri dari bertemu dengan banyak orang. Bersilaturahmi memang penting, namun menjaga diri dan keluarga juga tak kalah penting.


Bicara soal suka dan duka puasa selama pandemi Corona, memang sepertinya lebih banyak dukanya. Namun jika kita bisa melihat dari sisi lain, ada begitu banyak hal yang menjadikan puasa di masa sekarang ini pantas kita syukuri. Intinya adalah, tidak ada hal buruk yang datang sendirian. Ia pasti datang bersama kebaikan. Tidak ada Ramadan yang benar-benar menyedihkan, Ramadan selalu datang bersama kebahagiaan. Tinggal kita bisa memaknainya atau tidak. Sambil kita berdoa semoga pandemi Corona ini segera berakhir karena tentu kita tidak ingin melihat lebih banyak korban berjatuhan.

Salam,

No comments:

Post a comment