4 Feb 2019

Memaksakan Diri untuk Rajin dengan Mengikuti Event SETIP "Seminggu Tiga Postingan" bersama Estrilook Community



Awal mula aku membuat blog ini niatnya adalah agar ada wadah untuk menulis. Karena menulis di diary seperti dulu saat masih sekolah, rasanya sudah tidak mungkin dilakukan sekarang dengan status sebagai ibu. Apalagi dengan menulis di blog, ada kemungkinan bisa dibaca oleh banyak orang. Sehingga jika apa yang kita tulis bermanfaat bagi siapapun yang membaca, maka sebagai penulis kita juga akan mendapat manfaatnya.

Selain itu, dengan menjadi blogger, kita tidak akan sendirian. Ada banyak komunitas blogger yang di dalamnya kita bisa mendapat banyak manfaat, banyak relasi dan peluang. Belum lagi jika blog yang kita buat ternyata bisa mendapatkan penghasilan dari iklan yang terpasang. Serius, tidak ada yang merugikan dari menjadi seorang blogger.

Memang semudah dan se-menyenangkan itu menjadi seorang blogger. Namun jangan dikira, tidak pernah ada masalah yang terjadi. Dan masalah terbesar adalah saat datang rasa malas. Terlebih jika sudah berstatus seorang ibu. Semua kesibukan rumah rasanya bisa saja menjadi alasan untuk malas menulis karena sudah terlalu letih. Alhasil, blog yang dibuat hanya akan dipenuhi sarang laba-laba alias kosong tidak ada isinya (baca: postingan).

Lalu bagaimana caranya agar rajin menulis, terutama mengisi blog?

Inilah jawabannya. Estrilook telah menyediakan wadah bagi para blogger agar bisa rajin dan konsisten menghasilkan konten untuk blognya setiap harinya. Diberi nama SETIP, singkatan dari Seminggu Tiga Postingan, siapapun yang ikut event ini diharapkan mampu menulis dengan konsisten hanya tiga postingan saja dalam satu minggu. Iya, hanya tiga postingan dalam waktu tujuh hari tentu saja bukanlah hal yang berat.

Motivasiku mengikuti event ini adalah dalam rangka memaksakan diri untuk menjadi rajin. Jika dulu waktu masih sekolah, ada guru yang siap mengevaluasi kerja kita, siap mendampingi, dan siap memberi tugas untuk dikerjakan, yang secara langsung memaksa kita untuk menjadi siswa yang rajin.

Sekarang sudah bukan menjadi siswa lagi. Sehingga tidak akan ada yang memaksa untuk menjadi rajin. Maka inilah caraku memaksa diriku sendiri. Karena kegemaranku menulis ini bukan permintaan orang lain, melainkan kesadaranku sendiri. Makanya tidak akan ada yang menghukum jika aku malas menulis. Pun tidak ada yang dirugikan jika hal itu terjadi.

Namun aku sadar, waktuku terus berjalan. Sayang kalau umur semakin bertambah tapi tidak ada sesuatu yang dihasilkan. Sayang jika selama hidup tidak ada jejak kebaikan yang bisa ditinggalkan. Jika bukan jejak besar yang mampu mengubah dunia, minimal ada tulisan yang bisa bermanfaat bagi siapapun yang mampir ke blog ini dan membacanya.

Karenanya, mumpung usia belum terlalu tua, mata belum terlalu samar untuk menatap layar komputer, pun jari masih sangat lincah bergerak di atas keyboard, tidak ada salahnya memaksakan diri untuk rajin dan produktif. Karena dengan mengikuti event ini, kita akan terus diingatkan untuk menghasilkan tulisan dengan cara menyetor link pada grup Facebook Estrilook Community setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at.

Rasa malas memang manusiawi. Siapapun dan apapun pekerjannya pasti pernah berada dalam rasa malas.  Namun yang menjadi berbeda adalah, seberapa lama kita mau bertahan dalam kemalasan. Ada yang begitu menikmatinya. Ada yang dengan segera bangkit untuk bergerak. Buat kamu, aku dan siapapun yang tidak ingin diperbudak rasa malas yang lebih lama dan semakin parah, yuk segera bangkit, berdiri, bergerak, dan memulai.

Salam,

2 comments:

  1. Masih ingat dulu saking hobby menulis, saya punya buku diary macam-macam, buku catatan khusus cerpen saya. Sayangnya, buku-bukuku sering dipinjam kawan, digilir, dan malah hilang. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak aku juga dulu punya beberapa buku isi cerpen. tapi hilang juga hihi

      Delete