23 Jan 2019

Tentang Sebuah Pertanyaan "Trenggalek itu Mana?"


Beberapa waktu yang lalu, sempat ramai sebuah pertanyaan "Trenggalek itu mana?"

Itu merupakan sebuah pertanyaan. Namun kemudian berkembang menjadi sebuah jargon, jargon-nya wong Nggalek. Dan kemudian berkembang lagi menjadi tulisan yang banyak tertera di mana-mana, termasuk di kaos. Ya, dari sebuah pertanyaan itu muncullah sebuah kreativitas berupa produk pakaian dengan tulisan khas "Trenggalek Itu Mana?"

Lalu kenapa sampai ada pertanyaan seperti itu?

Ternyata, karena begitu banyaknya cerita dari orang-orang Trenggalek yang pergi ke banyak tempat. Bertemu dengan orang di suatu tempat umum, ngobrol-ngobrol, wajar dong kemudian ada pertanyaan, "Asli mana Mbak?", atau "Orang mana Mas?".

Dan saat dijawab, "Saya dari Trenggalek", you know how is the response?

Mereka mengernyitkan dahi tanda pertanyaan baru muncul, "Trenggalek itu mana ya?" atau "Trenggalek itu daerah mana sih? Kalimantan? Sulawesi?". Duh, begitu terpencilnya kah kota tempat tinggalku hingga banyak yang nggak tahu?

Yang lebih parah nih kalau ada yang merespon begini, "Oh ada ya Trenggalek tuh? Aku tahunya Tulungagung sama Ponorogo aja". Jadi kepengen garuk-garuk tembok nggak sih denger yang begitu?

Okelah, lupakan bagaimana respon mereka. Mungkin memang mereka pikniknya belum jauh dan belum sampai Trenggalek, makanya nggak tahu hihihi. Berarti tugas kita yang harus mengenalkan Trenggalek. Kita? Orang-orang Trenggalek saja maksudku hehe

Kemudian Trenggalek mulai dikenal dari beberapa tujuan wisatanya yang justru terkenal terlebih dahulu dari pada nama kotanya. Huhuhu, sedih sih, tapi di sisi lain itu juga membanggakan. Misalnya saja Pantai Prigi. Wisatawan dari luar kota lebih mengenal nama pantai itu daripada tahu bahwa pantai itu merupakan bagian dari wilayah Trenggalek.

Karena Trenggalek berada di bagian selatan Pulau Jawa, tentu saja Trenggalek punya banyak pantai. Soal keindahannya, jangan ditanya, sudah pasti bikin kamu betah menikmati pemandangannya. Nggak cuma satu, ada banyak pantai yang bisa kamu kunjungi semuanya. Dan semuanya, menawarkan keindahan masing-masing.

Pantai Pasir Putih Karanggongso Trenggalek
Nama Trenggalek juga semakin dikenal saat kota yang sebagian wilayahnya merupakan pegunungan ini dipimpin oleh sepasang Bupati dan Wakil Bupati muda. Beliau adalah Bapak Emil Dardak dan Bapak Muhammad Nur Arifin.


Kalau memperhatikan foto di atas, kamu pasti mengenali satu sosok. Ya, sosok Arumi Bachsin, seorang artis kini menjadi istri Bupati Trenggalek. Makin terkenal Trenggalek punya ibu Bupati seorang artis hehe

Trenggalek makin dikenal, tapi yang mem-bully tetap ada. Bukan, bukan bully-an yang terkesan negatif, tapi lebih ke candaan saja. Misalnya nih, Trenggalek nggak punya rel kereta, nggak punya stasiun, jadi nggak bisa ke Trenggalek naik kereta. Iya, itu betul kok hehe

Satu lagi, Trenggalek nggak ada mall, nggak kayak kota-kota lainnya. Memang itu juga betul. Ya, seperti itulah. Meskipun nama Trenggalek sudah banyak dikenal, namun tetap ada satu dua hal dari Trenggalek yang tertinggal dari kota lain di sekitarnya.

Meskipun mendengar nama Trenggalek pasti terbayang daerah pegunungan, terpencil dan ndeso, tapi Trenggalek punya beragam kebudayaan yang patut dibanggakan.

Larung Sembonyo
Salah satunya ini nih, yang mengundang banyak pengunjung setiap tahunnya. Labuh laut atau larung Sembonyo di Pantai Prigi. Tradisi ini dilakukan sebagai usaha untuk menjaga keseimbangan dengan alam. Tradisi ini diadakan setahun sekali setiap bulan Selo (salah satu bulan dalam hitungan Jawa) pada hari Senin Kliwon.

Satu lagi, tradisi khas Trenggalek yang setiap tahun selalu digelar. Yaitu, hari raya Kupatan yang diadakan pada hari kedelapan bulan Syawal. Inilah yang menjadi daya tarik. Jika biasanya orang-orang bisa menyantap menu khas lebaran yaitu ketupat pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, maka di Trenggalek harus menunggu hari kedelapan untuk menikmati ketupat. Momen ini juga menjadi momen spesial karena sudah pasti sangat ramai. Keluarga dari luar Trenggalek akan datang pada hari ini.

Selain dua tradisi di atas, ada satu lagi tradisi khas Trenggalek. Yaitu, bersih desa Dam Bagong yang diselenggarakan pada hari Jumat Kliwon. Cerita tentang awal mula ritual bersih dam inipun masuk dalam cerita wayang klasik. Tradisi ini dilakukan dengan penyembelihan kerbau sebagai pengorbanan.

Ada tradisi khas Trenggalek, ada pula seni kebudayaan yang dimiliki Trenggalek. Sebut saja, tari Turonggo Yakso sebagai seni jaranan asli Trenggalek yang ini menceritakan kemenangan warga desa dalam mengusir marabahaya atau keangkaramurkaan yang menyerang desanya. Tarian ini selalu dibawakan setiap bulan Suro.

Ada juga seni tari Tiban yang lebih mirip dengan adu ilmu bela diri dan kesaktian. Menyaksikan pertunjukan ini, kamu akan melihat para penari saling mencambuk lawannya. Memang mengerikan, tapi ini dulunya dilakukan untuk meminta turunnya hujan.

Di sebagian wilayah Trenggalek, juga masih eksis seni tari Tayub. Tari yang diiringi gamelan lengkap ini sekarang hanya bisa ditemui di acara hajatan saja seperti pernikahan atau khitanan.

Inilah Trenggalek-ku. Mungkin belum banyak yang tahu, tapi Trenggalek memiliki banyak pesona yang bisa membuatmu jatuh cinta.

Trenggalek itu mana? Trenggalek-ku selalu di hati kemanapun aku pergi

Salam,

4 comments: