19 Apr 2021

Pentingnya Memastikan Tubuh Sehat Bebas Cacingan Sebelum Puasa Ramadan

15:24 20 Comments


Ramadan akan datang dalam hitungan hari. Sudah persiapan apa saja nih, Bunda?


Ramadan menjadi bulan yang paling istimewa bagi umat Islam. Pada bulan tersebut, banyak keutamaan yang bisa didapatkan. Terutama dalam hal beribadah, umat Islam akan diganjar pahala yang berlipat ganda dibanding pahala di bulan lain. Selain itu, bulan Ramadan juga menjadi momen terbaik untuk memohon ampunan.


Bukan bulan yang biasa, semua umat Islam selalu melakukan persiapan dalam menyambut Ramadan. Terutama persiapan untuk melakukan ibadah lebih banyak agar semakin besar pahala yang didapat. Selain persiapan dalam hal spiritual, bulan Ramadan juga harus disambut dengan fisik yang sehat dan kuat. Pasalnya pada bulan tersebut, kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.


Ibadah puasa mengharuskan kita menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Karena itulah, fisik kita harus siap dan kuat agar ibadah puasa tidak terkendala. Jadi di bulan Ramadan, tak kalah penting juga memastikan tubuh sehat terutama memastikan tubuh kita dan anggota keluarga lainnya bebas cacingan.


Mengapa Harus Bebas Cacingan?


Cacingan bukan penyakit yang baru dikenal. Penyakit ini dulu sering dianggap hanya rawan menyerang anak-anak, namun nyatanya cacingan juga bisa mengenai orang dewasa. Bahkan anggapan penyakit cacingan hanya 'penyakit kampungan', ternyata juga bisa menyerang masyarakat kalangan atas. Maka dari itu, penyakit ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak dan kelompok masyarakat tanpa terkecuali.


Penyakit cacingan disebabkan adanya aktivitas cacing sebagai makhluk mikro di dalam tubuh manusia. Jenis cacing yang menjadi penyebab gangguan kesehatan ini antara lain cacing pita, cacing kremi dan cacing tambang. Cacing-cacing tersebut dapat semakin berkembang biak dalam tubuh manusia. Efek dari perkembangbiakan makhluk mikro tersebut menjadikan terhambatnya proses penyerapan nutrisi. Cacing-cacing tersebut menyerap darah dari dinding usus dan menyerap sari makanan yang seharusnya menjadi sumber gizi bagi manusia.


Akibat fatal dari cacing yang mengambil alih nutrisi itu akan membuat tubuh lemah sebab kekurangan energi. Tubuh juga menjadi lesu dan kurang bertenaga. Lebih parahnya, berat badan bisa berkurang drastis meski sudah mengonsumsi makanan yang cukup. Tentu saja masalah ini menjadi gangguan besar di masa pertumbuhan anak di mana seharusnya anak berkembang dengan optimal. Gangguan ini juga bisa menimbulkan masalah pada orang dewasa yang bisa mengurangi produktivitas. Inilah pentingnya memastikan seluruh keluarga bebas cacingan, terutama menjelang puasa Ramadan.


Apa Bahaya Cacingan?


Masuknya cacing pada tubuh manusia seringkali tidak disadari. Efeknya akan sangat terasa dan terlihat jelas. Selain penurunan berat badan disertai rasa lemah dan lesu, seseorang yang mengalami cacingan juga akan kehilangan nafsu makan dan terlihat pucat. Lebih parah lagi, orang yang cacingan bisa mengalami batuk terus menerus, mual, muntah hingga nyeri pada perut. Untuk tahap yang lebih kritis, penderita cacingan akan mengalami gatal di sekitar anus dan mengeluarkan feses yang mengandung darah dan cacing.


Daripada mengalami gejala penyakit cacingan seperti di atas, lebih baik segera melakukan langkah pencegahan sejak dini. Selain itu, upaya pengobatan cacingan akan lebih sulit dan membutuhkan usaha ekstra dibanding pencegahannya. Nasihat lama "lebih baik mencegah daripada mengobati" sangat cocok dengan kondisi penyakit cacingan ini. Momen menjelang Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan langkah pencegahan.


Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Cacingan?


Sebenarnya langkah pencegahan penyakit cacingan bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Sayangnya, masih banyak orang yang sadar akan bahaya penyakit ini hingga merasa tidak penting untuk segera melakukan langkah pencegahan. Padalah upaya mencegah cacingan bisa menjadi kebiasaan baik sehari-hari jika dilakukan dengan konsisten. Seperti inilah usaha yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit cacingan pada keluarga.


Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan


Faktor utama penyebab cacingan adalah tidak memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Salah satu jenis cacing penyebab cacingan yaitu cacing kremi sangat mudah ditemukan di tanah. Jika anak-anak bermain di tanah, maka besar kemungkinan telur cacing tersebut menempel di sela-sela tangan, kuku atau bagian tubuh lainnya. Kemudian telur cacing bisa masuk ke tubuh bersama makanan dan dikonsumsi hingga akhirnya berkembang biak.


Melihat dari kemungkinan masuknya cacing dalam tubuh, maka penting untuk selalu mengingatkan anak agar rajin mencuci tangan terlebih setelah bermain di luar rumah. Air dan sabun untuk cuci tangan akan meluruhkan kotoran beserta telur cacing yang mungkin menempel. Kebiasaan ini juga harus diperhatikan oleh orang dewasa yang juga sangat mungkin terkena cacingan.


Mengolah Makanan Sendiri


Jika cacing kremi sering ditemukan di tanah, maka berbeda lagi dengan cacing gelang yang juga sama-sama jadi penyebab cacingan. Cacing gelang sering ditemukan pada bahan makanan mentah. Apabila bahan makanan tidak bersih sebelum diolah, maka sudah pasti cacing tersebut akan ikut termakan dan berkembangbiak dalam saluran pencernaan.


Banyak orang mengalami perubahan cara makan saat bulan Ramadan. Kebanyakan lebih suka mengonsumsi makanan yang dijajakan para penjual. Selain alasan kepraktisan, makanan dari pedagang dipilih karena banyak pilihan. Namun tidak banyak orang menyadari bahwa makanan dari pedagang belum tentu terjamin kebersihannya dan itu juga bisa menjadi sarana penularan penyakit cacingan.


Maka untuk menghindari makanan yang tidak higienis, lebih baik mengolah makanan sendiri di rumah. Tidak hanya terjamin kebersihannya, memasak makanan sendiri di rumah juga bisa mengajarkan pada anak pentingnya makan makanan sehat dan higienis. Referensi menu sehat untuk buka puasa di bawah ini bisa Bunda coba.



Salah satu sajian sehat yang aku rekomendasikan untuk menu buka puasa bersama keluarga adalah Red Hot Chicken Pepper. Di dalamnya terdapat beberapa bahan makanan sehat dengan nutrisi lengkap, mulai dari jenis sayuran dan protein hewani. Berikut adalah resep dan cara membuatnya.


Bahan:

100 gram beras putih

50 gram paprika merah

50 gram paprika hijau

50 gram jamur tiram

100 gram daging ayam tanpa tulang

1 sdm saus tiram

1 sdm saus tomat

1 sdm bubuk lada hitam

3 siung bawang putih

Garam secukupnya


Cara Membuat:

1. Cuci beras putih di bawah air mengalir lalu olah hingga menjadi nasi.

2. Cuci semua bahan yang lain sampai bersih lalu tiriskan.

3. Tumis bawang putih sampai harum lalu masukkan lada hitam bubuk, saus tiram dan saus tomat. Tambahkan garam sesuai selera dan koreksi rasanya.

4. Potong daging ayam dan jamur tiram lalu goreng dengan adonan tepung.

5. Campurkan daging dan jamur yang telah digoreng pada saus lalu tambahkan potongan paprika.

6. Setelah matang, angkat lalu sajikan bersama nasi putih.


Mengonsumsi Obat Cacing

Upaya mencegah cacingan dari luar juga harus disertai dengan usaha dari dalam. Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menyiapkan makanan sendiri, meminum obat cacing juga sangat disarankan. Jangan bingung memilih obat cacing apa yang bagus dan aman! Konvermex adalah solusinya.


Sebagai obat cacing keluarga, Konvermex tidak hanya perlu dikonsumsi oleh anak-anak. Orang dewasa yang juga sangat mungkin terkena penyakit cacingan juga perlu melakukan langkah pencegahan dengan mengonsumsi Konvermex. Obat cacing andalan keluarga ini dianjurkan untuk diminum setiap 6 bulan sekali. Jika dalam 6 bulan terakhir, keluarga Bunda sama sekali belum mengonsumsi obat cacing, maka menjelang puasa Ramadan ini merupakan waktu yang tepat untuk minum Konvermex.


Konvermex hadir dalam beberapa pilihan kemasan yang memudahkan dalam mengonsumsi. Obat cacing yang diproduksi oleh Konimex ini hadir dalam tablet dan kaplet untuk dewasa. Ada juga kemasan botol dalam blister yang cocok untuk anak-anak. Adapun aturan pakai dosis sekali minum Konvermex sebagai berikut (petunjuk bisa juga dibaca pada kemasan):


  • Suspensi 125 mg untuk dosis anak-anak di bawah 12 tahun
  • Suspensi 250 mg untuk dosis dewasa
  • Tablet 125 mg untuk dosis anak-anak
  • Tablet 250 mg untuk dosis dewasa

Semua jenis kemasan Konvermex bisa didapatkan di Kimia Farma, Century K24, Viva Apotek, maupun apotek dan toko obat terdekat di daerah Bunda. Jika Bunda ingin belanja Konvermex lebih praktis, bisa mengunjungi online store di Konimex E-store, maupun official store Konimex di Shopee dan Tokopedia.

Setelah tahu bahaya penyakit cacingan dan pentingnya mencegah penyakit tersebut sebelum bulan Ramadan, jangan ragu lagi untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Bunda dan keluarga perlu membiasakan cuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan serta mengonsumsi makanan sehat hasil olahan sendiri di rumah.

Jangan lupa untuk menyertai upaya pencegahan cacingan dengan mengonsumsi Konvermex setiap 6 bulan sekali. Ajak serta seluruh keluarga untuk mengonsumsi Konvermex dengan dosis yang tepat agar semua anggota keluarga terhindar dari cacingan.

Yuk Bunda, ikutan juga digital activity di Instagram Panduan Bunda @panduanbunda sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Dapatkan banyak informasi penting mengenai kesehatan keluarga serta jangan lupa share kreasi menu masakan sehat ala Bunda agar semakin banyak yang terinspirasi untuk hidup higienis.


#MenuSehatPanduanBunda

#KreasiMenuBukaPuasaBunda

#MakanSehatBebasCacingan

#PanduanBunda


Salam,