16 Jul 2020

Tips Jaga Kewarasan ala Introvert, Biar Jauh dari Stress

Photo by Vlada Karpovich from Pexels

Apakah kamu merasa selalu nyaman berada di dalam rumah?
Lalu di saat yang sama kamu juga malas keluar rumah kecuali hanya untuk hal yang sangat penting?
Kemudian ketika berada di keramaian, kamu segera ingin bergegas pulang?
Kalau iya, maka kamu bisa dikategorikan dalam kepribadian introvert. Sama seperti aku yang juga sama sekali nggak ragu menyebut diri sebagai seorang introvert, karena memang semua ciri khususnya selalu aku rasakan.

Selain beberapa ciri di atas, aku juga merasakan ciri lain. Seperti, nggak nyaman ketika mendengar musik terlalu keras, nggak bisa dengan mudah berbaur dengan orang lain di suatu perkumpulan dan lebih sulit memulai pembicaraan dengan orang asing. Kalau orang lain melihatnya, mungkin aku dianggap asyik dengan duniaku sendiri.

Anggapan 'asyik dengan dunia sendiri' nggak akan aku sangkal. Aku memang lebih memilih nggak berlama-lama ketika berada di pesta. Aku akan melakukan hal secukupnya yang memang perlu dilakukan, lalu setelahnya akan beranjak dari tempat tersebut. Aku merasa nggak terlalu perlu harus mengobrol dengan banyak orang, berbasa-basi dan bahkan sampai menghabiskan waktu.

Sementara aku bisa betah seharian berada di dalam rumah dan pergi keluar hanya untuk hal yang sangat penting, seperti berbelanja. Kalau niatnya untuk bersenang-senang, aku memang bisa melakukannya di luar rumah tapi itu bukan pilihan utama. Pilihan utamaku tetap di dalam rumah dan mengerjakan apa saja yang aku senangi.

Melihat dari kecenderungan yang aku paparkan di atas, mungkin banyak yang beranggapan bahwa orang sepertiku nggak pernah ditimpa stress. Mungkin orang lain menganggap aku selalu bisa bersenang-senang karena semua syaratnya nggak sulit. Ya, orang introvert memang bisa menemukan kesenangan tanpa harus keluar rumah, pun tanpa harus bertemu dengan banyak orang. Terlihat mudah dan sederhana dibanding cara extrovert bersenang-senang yang harus begini dan begitu.

Anggapan bahwa seorang introvert lebih jarang stress memang bisa dibenarkan. Tapi hanya sekadar "jarang" itu bukan berarti nggak pernah sama sekali. Apalagi bagi seorang ibu rumah tangga sepertiku, stress sepertinya sudah menjadi satu paket dalam kesibukan sehari-hari. Tetap saja, semua orang bisa terkena stress, tak terkecuali orang dengan kepribadian introvert.

Stress bagi seorang introvert bisa ditandai dengan beberapa hal. Misalnya jadi lebih mudah marah. Bisa juga gejala stress seorang introvert terlihat dari perubahan dari tubuhnya, seperti wajah berjerawat. Ada juga efek stress yang berakibat pada kondisi tubuh yang menurun. Seorang introvert harus menyadari gejala tersebut sebelum sampai pada tahap depresi. Beberapa hal di bawah ini biasa aku lakukan ketika merasa jenuh mendekati stress dan bisa jadi rekomendasi untuk menjaga kewarasan.



Minum Kopi

Pernah nggak sih merasa pekerjaan rumah tangga nggak ada habisnya? Mulai dari terjaga hingga hampir terlelap lagi, sepertinya ada terus yang minta untuk dikerjakan. Terlebih bagi ibu rumah tangga yang juga memiliki pekerjaan sampingan, berjualan online atau freelancer misalnya. Rasanya waktu 24 jam nggak pernah cukup. Pun ketika waktu itu bisa ditambah, sepertinya juga tetap saja kurang.

Setelah semua aktivitas beruntun itu, tubuh pasti akan merasakan kelelahan. Parahnya, nggak cuma tubuh yang bisa merasakan efek dari pekerjaan rumah. Pikiran pun juga merasakan dampaknya yang disebut stress dan itu justru akibat yang bisa fatal jika dibiarkan.

Bagi seorang extrovert, bisa saja dia pergi ke kafe untuk memesan minuman atau makanan kesukaan. Namun bagi introvert, pergi ke kafe bukan satu-satunya pilihan utama. Sama-sama bisa menikmati minuman kesukaan, seorang introvert bisa membuat sendiri kopi di rumah. Itu yang selalu aku lakukan di sela kegiatan.

Aku minum kopi nggak setiap hari, tapi hanya pada waktu-waktu tertentu ketika merasa benar-benar butuh penyegaran. Dan, cara itu selalu berhasil membuatku lebih baik dan kembali bersemangat. Kalau nggak suka kopi coba saja minuman lain yang disukai. Yang terpenting, berikan hak diri sendiri untuk menikmati sesuatu yang disukai meski hanya di dalam rumah.


Baca Buku

Seorang extrovert tanpa berpikir panjang akan pergi ke suatu tempat ketika ia merasa bosan. Ia akan memanggil teman-temannya untuk berkumpul. Mereka bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengobrol dan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Kemudian ia akan kembali ke rumah dengan perasaan yang lebih baik dan kebosanan yang sudah musnah.

Pergi ke luar jelas bukan pilihan bagi seorang introvert. Seperti aku ini misalnya, akan tetap memilih di rumah sekalipun bosan melanda. Aku memang butuh suasana baru tapi bukan dengan cara keluar rumah. Buku lah yang aku jadikan media untuk penyegaran pikiran. Dengan membaca buku, aku sedikit bisa beralih dari dunia nyata yang penuh kesibukan ke dunia lain dengan nuansa yang berbeda. Setelah membaca, aku biasanya merasa lebih tenang dan lebih siap melakukan aktivitas.



Nonton Video

Tips yang satu ini bisa dilakukan siapa saja, tidak hanya bagi seseorang introvert. Aku menaruh tips ini di bagian akhir karena ini bukan hal yang aku lakukan pertama kali jika dilanda kebosanan. Tapi tips ini bisa jadi pilihan lain ketika dua pilihan di atas sudah dilakukan dan masih saja 'kewarasan' belum kembali.

Video yang aku pilih untuk tonton pun mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Seseorang dengan kepribadian extrovert mungkin akan lebih memilih menonton film atau mendengarkan video musik. Tapi aku lebih suka menonton video dengan tema komedi atau yang berisi unsur pengetahuan. Tidak hanya dari YouTube, aku pun suka menonton video dari halaman tertentu di Facebook.


Rebahan atau Tidur

Tips terakhir ini mungkin terdengar konyol. Tapi ini sungguh aku lakukan dan selalu bisa mengembalikan kewarasan yang sempat berkurang karena berbagai keruwetan. Bagiku tidur bukan suatu hal yang mudah dilakukan jika lagi nggak ngantuk. Aku bukan tipe orang yang bisa tidur di sembarang tempat dan waktu. Namun aku cukup bisa mengandalkan tidur untuk mengembalikan energi.

Kalau nggak bisa tidur sungguhan, setidaknya aku merebahkan tubuh sejenak di tempat tidur. Cara ini membuatku rileks karena otot-otot yang tegang mulai terasa kendur. Jika waktunya memungkinkan, aku bisa tidur selama beberapa saat. Namun kalau nggak memungkinkan, aku memilih rebahan beberapa menit sebelum kembali ke aktivitas.

Dari keempat cara di atas, aku mengurutkannya berdasarkan pilihan yang bisa aku ambil lebih dulu. Minum kopi adalah pilihan yang pertama. Dan tidur adalah pilihan terakhir jika cara yang sebelumnya nggak memperlihatkan hasil. Cara tersebut juga yang menurutku paling nyaman dilakukan, mungkin karena seorang introvert nggak bisa kalau harus melakukan hal yang berhubungan dengan orang banyak.


Seorang introvert bukan berarti ia nggak bisa terkungkung dalam kejenuhan. Walaupun kesukaannya berada di dalam rumah dengan orang itu-itu saja yang ditemuinya, kadang kesibukan aktivitas membuatnya merasakan stress. Stress perlu dikenali gejalanya agar bisa didapatkan solusi untuk mengatasinya. Pasalnya stress harus segera diredakan karena akibatnya bisa sampai pada depresi yang kemudian bisa berdampak lebih luas.

Salam,

No comments:

Post a comment