8 Jan 2019

Sakinah Bersamamu, Bahkan Pengantin Lama pun Bisa Baper Dibuatnya


Salah satu cara me-time bagi seorang emak adalah membaca. Selain bisa mandi lebih lama tanpa gangguan gedoran pintu, makan enak sampai habis tanpa disela rengekan anak, atau juga bisa tidur siang dengan nyenyak juga merupakan cara me-time yang menyenangkan bagi emak. Sesederhana itu sebenarnya.

Tapi yang sederhana saja seringkali tak terwujud, apalagi yang lebih rumit hehehe

Kembali lagi ke soal membaca. Bagiku yang sampai saat ini belum suka nonton drakor seperti emak-emak pada umumnya, maka membaca adalah pilihan yang tepat untuk mengisi waktu. Zaman masih di SMP dulu, bacaannya komik Jepang. Kalau sekarang, masih suka sama komik tapi biar pikirannya dewasa, maka bacaannya juga novel gitu biar lebih keren hehe

Nggak lah, bukan biar kelihatan keren. Aslinya memang suka membaca kisah-kisah fiksi. Yang terfavorit, apalagi kalau bukan yang ber-genre romance. Meskipun kisah cinta emak sudah berakhir di pelaminan dan lanjut di kehidupan rumah tangga, tetep ya kisah-kisah percintaan itu masih saja bikin pipi merona.

Mungkin juga pengaruh umur, sekarang lebih milih kisah yang menceritakan kehidupan suami istri. Bukan lagi kisah cinta remaja di sekolah atau kisah pemuda pemudi menjalin kasih yang identik dengan kegalauan hihi

Ada banyak buku fiksi di rak bukuku. Tapi kali ini aku ingin memberitahu banyak hal tentang buku Sakinah Bersamamu ini.

dokumentasi pribadi
Jadi ini tuh buku fiksi. Mengisahkan kehidupan rumah tangga sepasang suami istri muda. Sosok Mas Ustadz menjadi pusat cerita dalam novel ini. Sosoknya digambarkan sebagai seorang lelaki muda, sholih, taat beragama, penyayang, lembut, dan pekerja keras. Sosok lelaki idaman banget lah hehe

Di situlah penyebab timbulnya kebaperan bagi pembaca. Karena pembaca akan disuguhkan kisah-kisah Mas Ustadz dengan segala perilaku manisnya terhadap istrinya. Pokoknya so sweet abis. Pembaca yang masih single pasti bakalan makin mupeng punya suami semacam itu hehe

Siapa bilang cuma yang single yang baper? Yang sudah menikah dan terhitung sebagai pengantin lama alias lawas pun masih kebawa perasaan baca kisah-kisah di buku ini. Bakalan makin sayang sama pasangan. Dijamin :D

So, sebenarnya Sakinah Bersamamu ini tidak hanya sekedar menceritakan kisah-kisah romantis dari sepasang suami istri. Tapi ia juga membawa pesan penting soal rumah tangga. Di mana dalam rumah tangga memang tidak akan selamanya indah dan penuh bunga. Ada kalanya ada api. Namun di situlah letak nilai pahala. Akan bernilai sebagai ganjaran jika kedua suami istri mampu meredam apapun gejolak yang muncul.

Lalu, menikah bukan soal mencari yang paling sempurna. Mencari yang paling rupawan, yang paling bagus perilakunya, yang paling tinggi pendidikannya, atau yang paling berada. Bukan itu. Karena jika mencari yang paling sempurna, maka waktu tidak akan berpihak. Karena kesempurnaan bukan milik makhluk. Menikah adalah tentang menjadi pelengkap satu sama lain.

Dalam kisah Mas Ustadz dan istrinya yang tidak disebutkan namanya, kita bisa melihat bagaimana sepasang suami istri saling melengkapi kekurangan masing-masing. Menjadi pakaian atau penutup kekurangan dari yang lainnya. Maka itulah sejatinya pernikahan.


Seperti di salah satu chapter ini. Istrinya mau marah karena tak kunjung menemukan barang yang dicari, sementara bertanya ke suaminya, tapi respon Mas Ustadz-nya rada cuek. Sebel kan sebagai cewek hehe

Tapi bukan Mas Ustadz namanya kalau nggak bisa merubah amarah istrinya menjadi senyum dan berakhir dengan manis. Uhuk.

Nah itulah, permasalahan besar dalam rumah tangga memang berawal dari yang kecil. Namun jika yang kecil bisa diredakan dengan menahan ego masing-masing, maka masalah besar tidak akan tercipta. Jadilah keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Aamiin.

Well, buat calon pengantin maupun yang calonnya masih jauh belum terlihat, boleh deh baca kisah Mas Ustadz ini. Agar ada gambaran tentang pernikahan juga sebagai panduan bagaimana harus mencari calon pasangan yang bisa membawa kebaikan dunia akhirat. Yang sudah menikah, baru saja atau bahkan sudah lama, nggak ada salahnya juga baca buku ini. Biar makin bertambah kasih sayang kepada pasangan.

Oiya, kisah ini dituliskan oleh Ni'matul Khoiriyyah. Cek akun Facebooknya untuk kenal lebih dekat dengan penulis :)

Satu lagi, dalam waktu dekat penulis juga akan mengeluarkan karya terbarunya. Denger-denger sih masih bertema percintaan. Siap-siap buat order buku terbarunya dan siap-siap buat baper lagi ya hehe

Salam,

2 comments: