12 Jan 2019

2019, Semakin Berlari Medekati Mimpiku yang Mulai Terbuka di 2018

foto: pexels.com
Awal tahun 2019 ini, usiaku telah menginjak 28 tahun.

Bukan lagi usia muda untuk terus bersenang-senang. Bahkan bisa dibilang usia yang sudah cukup telat untuk mencapai cita-cita. Iya, aku sekarang telah berada di masa depan, yang dulu sering aku sebut-sebut saat aku masih belia.

Namun ternyata, berada di masa depan belum tentu menyenangkan. Karena faktanya aku hanya sampai di masa depan, namun belum sampai di cita-cita yang dulu aku impikan. Cita-cita menjadi seorang penulis, seperti yang pernah aku sebutkan saat aku ditanya oleh guruku waktu di sekolah dasar.

Aku bisa saja berhenti dan mengubur cita-cita itu, karena ternyata perjalananku semakin jauh dari sana. Aku mengambil jurusan pendidikan saat di bangku kuliah. Tentu saja jurusan itu tidak berorientasi pada profesi penulis, tapi mengarah ke profesi pendidik. Namun jurusan pendidikan Bahasa Inggris yang aku ambil waktu itu ternyata masih memberiku kesempatan untuk menyalurkan hobi menulisku lewat tugas-tugas kuliah yang kebanyakan memang mengharuskan menulis.

Okey, abaikan tentang gelar sarjanaku yang disebut Sarjana Pendidikan namun nyatanya aku tidak menjadi pendidik. Namun, di sisi lain ternyata aku masih diberi kesempatan untuk menemukan sebuah kesempatan. Kesempatan untuk kembali menulis dan kesempatan untuk kembali berani merajut mimpiku. Baiklah, aku teruskan kembali cita-citaku masa kecil untuk menjadi seorang penulis.

Di bulan-bulan akhir di tahun 2018, aku mulai menulis lagi. Bukan lagi menulis cerita-cerita fiksi ala anak muda yang dulu memenuhi buku catatanku. Kali ini aku menulis artikel untuk aku kirimkan ke media online. Atas izin Allah, artikelku berkali-kali dimuat dan aku mendapat bayaran untuk itu. Belum banyak, namun cukup membuatku terus bersemangat untuk tetap menulis.

Ternyata, kesempatan lain terbuka dari kesempatan yang pertama. Aku mulai mendapat pekerjaan lain, masih pekerjaan menulis. Dan semakin banyak artikel yang aku hasilkan, uang yang masuk ke rekeningku, dan makin memperlancar kemampuan menulisku. Meski aku sadar, aku belum sehebat penulis senior lain yang sudah melahirkan banyak karya luar biasa.

Resolusi 2019-ku

Aku memutuskan untuk membuat blog ini. Dengan bantuan dan semangat dari teman blogger dan penulis lainnya, aku mulai mengisi blog ini dengan ide-ideku. Harapanku untuk tahun ini, aku ingin semakin banyak memberi manfaat kepada orang lain lewat tulisanku. Aku ingin tak hanya aku yang merasakan manfaat dengan adanya blog ini, namun juga bagi banyak orang di luar sana. Lewat blog ini, aku ingin tahun 2019 menjadi tahun kebangkitan impianku untuk menjadi seorang penulis.

Ini Strategiku untuk Mencapai Resolusi 2019-ku

Salah satu upayaku adalah dengan mengikuti berbagai blog competition. Dan kompetisi blog yang diadakan oleh DUMET School ini salah satu yang aku ikuti. Di mana aku bisa terus mengikuti kompetisi ini karena ini selalu diadakan tiap bulan dengan tema yang selalu berbeda-beda.
Kesempatan menulis sudah banyak tersedia. Wadah untuk menuanhkan ide yaitu blog sudah dimiliki. Tubuh dan pikiran masih diberi anugerah kesehatan sehingga bisa tetap berkarya. So, tidak ada lagi alasan untuk menunda langkah.
Lebih dari sebuah keinginan untuk menang, aku lebih menantang diriku sendiri untuk menjadi produktif.

Ya, aku siap untuk berlari lebih kencang di tahun 2019, berlari semakin dekat kepada impianku.

Salam,

2 comments: