26 Jan 2019

Dia-nya Anji, Gambaran Seseorang yang Berhasil Move On


Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia

Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna
Semua itu karena dia

Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia

Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Hanya padanya
Untuk dia

Pagi-pagi dengar lagu melow gini jadi ikutan melow nggak sih?
Ikutan melow sih boleh. Asal nggak keterusan jadi baper apalagi sampai mager, ya.
Nah, biar nggak mager, coba deh resapi lirik lagunya di antara musiknya yang mengalun.
Sejenak kamu akan tahu bahwa seseorang di lagu ini telah menemukan sosok baru dalam hidupnya. Sosok yang telah mengalihkan luka hatinya di masa lalu. Hingga seseorang itu bisa kembali tersenyum karena sosok yang ia sebut dengan "dia".
Sosok "dia" dalam lagu yang dipublikasikan pada 21 April 2016 ini mungkin akan membuka ingatanmu di masa lalu. Jika pernah mengalami hal serupa seperti seseorang di lagu ini, kamu mungkin akan merasa 'klik' banget sama lagu ini. Yang pernah dikecewakan orang yang tidak tepat di masa lalu, kemudian bertemu dengan sosok baru lalu dengannya kamu merasakan sempurnanya rasa, lagu ini mungkin bisa dikatakan sangat menggambarkan perasaanmu. Ah, itu artinya kamu berhasil move on. Sama seperti seseorang di lagu ini.
Kalau untuk diriku sendiri, memang benar, lagu yang diciptakan oleh Fredy Harahap ini juga sedikit banyak mewakili apa yang pernah terjadi dan apa yang pernah aku rasakan #cie
Dulu kenangan tentang perasaan yang sempat terluka itu ada. Tapi bersyukurnya, datang juga sosok "dia" yang akhirnya menjawab semua penantianku. Dan dengan "dia", aku sekarang menjalani sisa hidupku.
"Dia" yang bisa membuatku jatuh cinta setiap hari. "Dia" yang menjadikanku sempurna karena dicintai. "Dia"-lah, suamiku. Dan ya, aku termasuk yang berhasil move on, sama seperti seseorang di lagu ini.
Ah, semoga semua ungkapan ini tidak terkesan gombal atau lebay.

Salam,

No comments:

Post a Comment